Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT SRIGING PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM Lianah, Lianah; Umriana, Anila; Aziz, Fakhrudin
Dimas: Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Pengabdian Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian pada masyarakat merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam berbagai aspek. Tulisan ini memaparkan tentang program pendampingan terhadap petani jamur tiram.   Kegiatan bertujuan mendampingi petani jamur tiram yang “mandeg” karena mengalami kendala. Program ini merupakan tindak lanjut dari program yang dilakukan oleh pendamping sebelumnya. Program ini berupaya memberikan bimbingan dan pendampingan dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi. Pendampingan ini meliputi teknis pengolahan, strategi perawatan, dan strategi pasar.Strategi dan pendekatan yang dilakukan  adalah Community Based Development (CBD), Focus Group Discusion (FGD), Kemitraan, Partisipatif,dan penerapan teknologi tepat guna ( TTG). Hasil kegiatan budidaya jamur tiram kelompok tani terbukti efektif sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat. Upaya ini sebagai titik tolak untuk mengembangkan usaha-usaha produktif lain yang berorientasi  pada  pengentasan kemiskinan, tercipta lapangan pekerjaan  di lingkungan sekitar, mengatasi pengangguran dan pengambangan kelompok  petani jamur yang  sejahtera.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT SRIGING PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM Lianah, Lianah; Umriana, Anila; Aziz, Fakhrudin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.29 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.62

Abstract

Pengabdian pada masyarakat merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam berbagai aspek. Tulisan ini memaparkan tentang program pendampingan terhadap petani jamur tiram.   Kegiatan bertujuan mendampingi petani jamur tiram yang “mandeg” karena mengalami kendala. Program ini merupakan tindak lanjut dari program yang dilakukan oleh pendamping sebelumnya. Program ini berupaya memberikan bimbingan dan pendampingan dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi. Pendampingan ini meliputi teknis pengolahan, strategi perawatan, dan strategi pasar.Strategi dan pendekatan yang dilakukan  adalah Community Based Development (CBD), Focus Group Discusion (FGD), Kemitraan, Partisipatif,dan penerapan teknologi tepat guna ( TTG). Hasil kegiatan budidaya jamur tiram kelompok tani terbukti efektif sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat. Upaya ini sebagai titik tolak untuk mengembangkan usaha-usaha produktif lain yang berorientasi  pada  pengentasan kemiskinan, tercipta lapangan pekerjaan  di lingkungan sekitar, mengatasi pengangguran dan pengambangan kelompok  petani jamur yang  sejahtera.
FORMULA PEMELIHARAAN AGAMA (ḤIFẒ AL-DĪN) PADA MASYARAKAT DESA DERMOLO JEPARA: Implementasi Maqāṣid al-Sharī’ah dengan Pendekatan Antropologi Aziz, Fakhrudin
Al-Ahkam Volume 27, Nomor 1, April 2017
Publisher : Faculty of Shariah and Law, State Islamic University (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.942 KB) | DOI: 10.21580/ahkam.2017.27.1.1315

Abstract

This article aims at describing ḥifẓ al-dīn concept in Dermolo Village Jepara and its philosophical basis. Religion upholding (maintenance) as maqāṣid al-sharī’ah in Dermolo villagers is constructed through noble/ultimate value systematization from cultural hero. Religion is placed as a way of life and is not framed as unorganized religion. This is the form of religion upholding sourced from social text, in which their religiosity motivation are influenced by academic and economic level factors of the society. This form then metamorphs/change into organized religion sourced from written text of holy book as the result of ideological and cultural migration of migrants. The difference of these two types of religions has religiosity paradigm impicitation to its adherents; the first one is accommodative and the other oneis justificative. This article serves the implementation of ḥifẓ al-dīn concept as a result of maqāṣid al-sharī’ah transformation from orthodoxy to contemporary practuced by the society in Dermolo Village..[]Artikel ini bertujuan menggambarkan konsep ḥifẓ al-dīn pada Desa Dermolo Jepara dan landasan filosofisnya. Pemeliharaan Agama (ḥifẓ al-dīn) sebagai maqāṣid al-sharī’ah pada masyarakat Desa Dermolo dikonstruksi melalui sistematisasi nilai-nilai luhur yang diwarisi secara turun-temurun (ultimate value) dari cultural hero. Agama ditempatkan sebagai way of life dan tak terbingkai dalam wadah organisasi (unorganized religion). Inilah bentuk pemeliharaan agama yang bersumber dari teks sosial (social text), dimana motivasi keberagamaannya dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakatnya. Bentuk ini lalu bermetamorfosa menjadi agama organisatoris (organized religion) yang bersumber pada teks kitab suci (written text) sebagai hasil migrasi ideologis dan kultural masyarakat pendatang. Perbedaan kedua jenis agama ini berimplikasi pada paradigma keberagamaan pemeluknya, yang pertama bercorak akomodatif, sementara yang kedua bercorak justifikatif. Artikel ini akan menyajikan implementasi konsep ḥifẓ al-dīn sebagai hasil transformasi maqāṣid al-sharī’ah dari ortodoksi ke ortopraksis yang dilakukan oleh masyarakat Desa Dermolo. 
Konstruksi Sosial dalam Tradisi Begawe pada Masyarakat Dusun Tibulilin Lombok Barat Ubaidi, Muh. Izzat; Aziz, Fakhrudin
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v2i2.189

Abstract

This study analyzes the tradition of working in Tibulilin Hamlet as a social construction that plays a role in strengthening social solidarity, forming collective identity, and strengthening community social capital. Begawe is a tradition of mutual cooperation in organizing family events or large celebrations, where all members of the community are actively involved. Using a qualitative approach based on participatory observation, this study draws on Emile Durkheim's theory of Structural Functionalism and Pierre Bourdieu's concept of social capital. The results of the study show that begawe is not only a cultural ritual, but also a means of strengthening social relations through mechanical solidarity, reflected in cross-individual cooperation regardless of differences. Cultural elements such as traditional clothing and special foods act as symbols of collective identity that reinforce a shared awareness of local values. The practice of mutual cooperation during work strengthens social networks, creates mutual trust, and maintains social stability. These findings show that the tradition of begawe remains relevant in the midst of the challenges of modernization, playing a role as a form of social harmony that survives and develops in the era of globalization.