Waryono Abdul Ghafur, Waryono Abdul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH BIL-HIKMAH DI ERA INFORMASI DAN GLOBALISASI Berdakwah di Masyarakat Baru Ghafur, Waryono Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.2.69

Abstract

Da'wah is an Islamic propagation activity that requires continuing reforms in terms of content, strategies, methods and the da’i’s qualifications. This is due to the dynamics of the mad’u (da’wah addressee) conditions as well as the change of social environment that need to such reforms in order to get a relevant and contextual format in conducting da’wah. The da’wah movement in the global era should not only present the conventionally-traditional content, but also the modern way by using technology. Therefore, it can reach the target widely with the contents basing on the needs and challenges of the complex new society. Relying on the authoritative sources of Islam, the Qur’an and the other relevant sources, this paper presents a da’wah bil hikmah in the context of new society.***Dakwah merupakan aktivitas yang menuntut pembaharuan secara terus-menerus baik dari sisi content, cara, strategi, dan atau metodenya maupun kualifikasi pelakunya. Hal ini karena adanya dinamika sasaran dakwah dan lingkungan sosial yang terus berubah yang menuntut selalu adanya pembaharuan. Pembaharuan ini dalam rangka mencari format yang relevan dan kontekstual dalam dakwah. Garakan dakwah di era global sudah sejatinya menyuguhkan content, bukan hanya secara konvensional-tradisional, tapi secara modern dengan menggunakan IT, sehingga menjangkau sasaran dakwah yang luas, melintas batas dengan isi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat baru yang kompleks dan dengan penuh kedalaman, meski bernuansa praktis. Dengan berpijak pada sumber otoritatif Islam, al-Qur’an secara tematik dan sumber lain yang relevan, tulisan ini menyuguhkan dakwah bilhikmah dalam konteks masyarakat baru.
Problem Integrasi dan Pergeseran Identitas Minoritas Muslim (Kasus Minoritas Muslim di Jerman) Ghafur, Waryono Abdul
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2002.%x

Abstract

Keberadaan umat Islam di negara-negara Barat saat ini-seperti halnya di Jerman-berada pada posisi minoritas. Mereka datang dari berbagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim dengan berbagai alasan dan latar belakang. Di antara alasan kaum muslimin datang ke Jerman adalah untuk mencari pekerjaan dan melanjutkan pendidikan, sedangkan latar belakang mereka ada yang berpendidikan ada juga yang tidak berpendidikan sama sekali. Adanya perbedaan alasan dan latar belakang tersebut serta beragamnya negara asal telah menyebabkan minoritas muslim di Jerman menghadapi berbagai masalah, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal minoritas Muslim cenderung tidak bisa menyatukan visi gerakan karena sebagian besar masih berpegang dan berafiliasi pada idiologi dan aliran agama sesuai negara asal masing-masing. Secara eksternal, minoritas muslim menghadapi dilema antara keinginan untuk berintegrasi dan melakukan adaptasi dengan kelompok mayoritas dominan atau tetap mempertahankan identitas "keislamannya" beserta konsekuensi yang harus dipikulnya. Bila dilema tersebut tidak segera teratasi, maka peran minoritas Muslim akan selalu dinafikan.