Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Komunikasi Bisnis yang Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Prima Usaha Kecil Menengah Pada Saat Pandemi Covid 19 Siti Djamilah; Atty Erdiana; Surenggono Surenggono
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 1 (2022): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i1.23450

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Oleh karena itu, UKM  perlu menyesuaikan  cara bisnisnya termasuk dalam komunikasi bisnisnya. Tujuan  kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Kecil Menengah Amangtiwi Malang untuk menerapkan komunikasi bisnis yang efektif untuk UKM supaya UKM dapat memberikan kualitas layanan prima. Dalam komunikasi bisnis yang efektid dikenal perspektif You view pointt yang artinya dalam berkomunikasi mesti mengutamakan penerima pesan (receiver). Dengan demikian UKM dalam berkomunikasi, baik lewat tatap muka maupun lewat media tertentu harus memperhatikan atau mengutamakan kebutuhan konsumen atau calon konsumen. Hal tersebut membuat konsumen atau calon konsumen mendapatkan perhatian dari UKM dan secara tidak langsung merasa mendapatlan kualitas layanan yang prima dari UKM. Tahapan pendampingan pengabdian masyarakat dimulai dari pemberian materi tentang jenis komunikasi bisnis, komunikasi bisnis efektif dan kualitas layanan prima. Setelah pemberian materi, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya dilakukan evaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat misalnya berupa pendampingan pembuatan iklan dan bentuk-bentuk promosi yang lainnya.
Determinants of Electric Motorcycle Purchase Intention in Surabaya: An Analysis of Environmental Awareness, Green Price, Attitude, and Financial Well-being Maqbula Arochman; Titik Inayati; Surenggono Surenggono
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): January - June 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i1.6786

Abstract

Environmental issues such as soil pollution, forest fires, and increasing air pollution have become significant concerns for both the government and the public. Rising awareness of environmental preservation encourages society and industry to seek sustainable solutions, including the use of eco-friendly vehicles. This study aims to analyze the influence of environmental awareness, green price, attitude, and financial well-being on the purchase intention of electric motorcycles in Surabaya. The research employs a quantitative approach with data collected via Google Form questionnaires. The population consists of Surabaya residents interested in purchasing electric motorcycles in the future. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling method, resulting in 138 respondents. Data analysis was conducted using multiple regression. The results indicate that environmental awareness, attitude, and financial well-being significantly influence purchase intention, while green price does not have a significant effect. The coefficient of determination (R² = 0.843) indicates that the model is capable of explaining 84.3% of the variance in purchase intention, which can be classified as very strong. The multicollinearity test results show that all variables have tolerance values greater than 0.10 and VIF values below 10, indicating that no multicollinearity issues are present in the model. These findings emphasize the importance of psychological and economic factors in shaping the intention to buy eco-friendly vehicles. This research contributes to the literature on green consumer behavior by integrating the dimension of financial well-being into the purchase intention model and serves as a reference for the government in formulating policies related to the development of electric vehicles.