Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja melalui Program Terintegrasi PATUJUA untuk Mencegah Stunting di Sulawesi Tengah Putri Mulia Sakti; Sumiaty Sumiaty; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia di masa depan yang disebabakan oleh faktor multidimensi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meresmikan program PATUJUA sebagai upaya untuk menurunkan perkawinan anak dan meningkatkan usia kawin pertama. Tujuan Penelitian ini untuk menilai indikator sosialisasi dan edukasi pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA. Metode menggunakan desain dekriptif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu Sulawesi tengah pada bulan April - Juni 2022. Populasi, semua remaja yang berumur antar 11-20 tahun. Sampel sebanyak 96 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja. Hasil penelitian 71,9% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh pada laki-laki dan 75,0% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh perempuan, 23,9% responden menjawab tidak hamil jika melakukan hubungan seksual hanya sekali. Umur pertama kali laki-laki menikah 39,6% responden menjawab antara umur 19-25 tahun sedangkan untuk perempuan sejumlah 47,9% responden menjawab kurang dari 19 tahun. Usia memiliki anak pertama kali bagi laki-laki 50% responden menjawab antara umur 20 -35 tahun dan bagi perempuan 53,1 % responden menjawab umur dibawah 20 tahun, 86,4% responden mengetahui dampak kehamilan remaja bagi bayi. Kesimpulan pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA dapat meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi.
Edukasi Makanan Jajanan Sehat, Halal dan Thoyib sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Usia Dini di Lingkungan Sekolah Dasar Inpres Parang Kelurahan Lanna Parangloe Gowa Fatmah Afrianty Gobel; Asrini Safitri; Sumiaty Sumiaty
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i1.636

Abstract

SD Inpres Parang, located in Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, educates 244 students. Observations revealed that the school canteen provides unhealthy snacks containing sweeteners, preservatives, and food coloring. Regular consumption of these snacks can increase the risk of non-communicable diseases such as early-onset diabetes mellitus. The purpose of this activity is to educate students, teachers, and canteen managers about healthy, halal, and thoyib snacks to raise awareness of the importance of choosing safe snacks and to protect students from health risks at an early age. Education was also provided to food vendors on the importance of maintaining food safety and nutrition. The methods used included socialization and education through lectures, Q&A sessions, and engaging communication media such as animated videos, educational games, and standing banners. The results showed strong support from stakeholders, including the school principal, teachers, canteen managers, students, and university students, which ensured the smooth implementation of the program. Prior coordination, both offline and online, helped clarify the roles of each party. Awareness of the importance of healthy, halal, and thoyib snacks increased, and there was a stronger commitment to creating a healthier school environment.