Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR Cherax quadricarinatus YANG DIPELIHARA DENGAN FEEDING RATE BERBEDA dudi lesmana; Robin; Novita MZ; Amalia Nur Milla; Mulyana; Amri Priyadi; Yuni Puji Hastuti
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7022

Abstract

One of the obstacles faced in the cultivation of freshwater crayfish , especially in enlargement is the right feeding rate that can improve growth performance. This study aims to evaluate the growth performance of freshwater crayfish with different feeding rates. This research was conducted in Cicareuh Village, Cikidang District, Sukabumi Regency. with 3 treatments, namely feeding rate 1%, 2.5%, and 4% for 40 days. Parameters observed in this study were specific growth rate, absolute weight growth rate, absolute length growth, absolute weight growth, feed efficiency, survival and water quality. This study was analyzed by ANOVA and Tukey's further test. In general, different feeding rates have a significant effect on growth performance and FR 4% is the best feeding rate in this study.
Kebijakan Inovatif untuk Akuakultur Berkelanjutan: Optimalisasi Peran Bivalvia dalam Pengolahan Limbah Eva Prasetiyono Pras; Kukuh Nirmala; Eddy Supriyono; Sukenda; Yuni Puji Hastuti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1272-1276

Abstract

Pertumbuhan industri tambak udang intensif di Indonesia telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Namun tambak udang juga menimbulkan permasalahan lingkungan akibat buangan kaya nutrien seperti amonium, nitrat, ortofosfat, partikel organik dan tersuspensi. Kandungan nutrien yang tinggi dalam buangan tambak dapat memicu ledakan populasi mikroalga, menurunkan kualitas lingkungan dan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan setiap tambak udang memiliki unit pengolahan limbah sebagai bentuk pengendalian dampak lingkungan. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi tantangan besar terkait dengan besarnya biaya investasi dan operasional instalasi pengolahan limbah tersebut. Upaya untuk memberikan solusi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan harus dilakukan, diantaranya dengan menggunakan bivalvia. Pemanfaatan bivalvia— seperti kerang darah—dapat menjadi pendekatan biotreatment yang efektif. Bivalvia berperan sebagai filter feeder yang mampu mengasimilasi mikroalga dan partikel nutrien di dalam air. Filtrasi menggunakan kerang darah terbukti mampu menurunkan konsentrasi mikroalga dan nutrien, masing-masing sebesar 72,80% untuk mikroalga, 36,78% untuk amonia, 50,00% untuk nitrit, 78,77% untuk nitrat, dan 89,13% untuk ortofosfat.. Rekomendasi alternatif kebijakan diarahkan pada integrasi penggunaan bivalvia dalam sistem pengolahan limbah tambak, dan penyusunan pedoman teknis biotreatment yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi pengelolaan limbah berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya memperkuat upaya perlindungan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi tambahan melalui produksi bivalvia sebagai komoditas konsumsi.