Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PASHMINA berbasis Cabang Muhammadiyah sebagai Sarana Kaderisasi Nasyiatul Aisyiah Pratiwi, Eko Kurniasih; Medias, Fahmi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaderisasi merupakan hal yang sangat urgent bagi eksistemsi sebuah organisasi otonom Muhammadyah. Program ini dilatarbelakangi oleh data keorganisasian dan kaderisasi PDNA Kota Magelang yang masih belum sesuai dengan harapan (indikatornya adalah belum seimbangnya antara jumlah Cabang dan Ranting yang dimiliki oleh NA dibandingkan dengan Muhammadiyah maupun Aisyiah). Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan manajerial keorganisasian PDNA Kota Magelang dan meningkatkan kualitas remaja yang berdomisili di Cabang/ranting Muhammadiyah, sekaligus sarana kaderisasi bagi NA. Kegiatan PASHMINA yang telah dilaksanakan adalah pelatihan peningkatan movivasi dan manajemen organisasi bagi PDNA Kota Magelang, koordinasi dengan lembaga pengembangan cabang ranting Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Magelang dan Pelaksanaan PASHMINA bagi remaja outri di wilayah ranting Muhammadiyah/Aisyiah Magersari, Cabang Magelang Selatan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa Pelatihan motivasi dan manajemen organisasi telah meningkatkan kembali ghirah semangat untuk mengembangkan Nasyiatul Aisyiah kota magelang dengan teknik manajemen organisasi yang lebih baik. Sementara itu koordinasi antara pelaksana, PDNA dan LPCR PDM juga telah membuka kesepahaman tentang urgensi keterlibatan PDM dalam perkembangan dan eksistensi kaderisasi Nasyiatul Aisyiah. Sedangkan pelaksanaan PASHMINA di Ranting magersari telah membuka langah awal pengenalan Nasyiatul Aisyiah, sehingga bias ditindaklanjuti dalam program PASHMINA selanjutnya.
Peningkatan Daya Saing Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang melalui Sekolah Pasar Medias, Fahmi; Pambuko, Zulfikar Bagus; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Rejowinangun yang terletak di Jantung Kota Magelang merupakan salah satu pasar tradisional yang mempunyai keterikatan sejarah dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat Kota Magelang. Ketidakmampuan pasar tradisional dalam bersaing dengan pasar modern menjadi masalah tersendiri yang harus segera diselesaikan. Masalah yang dihadapi oleh para pedagang pasar adalah rendahnya kesadaran dalam penerapan etika bisnis Islam, minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, dan rendahnya kesadaran budaya bersih dan sehat. Sekolah Pasar bagi pedagang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga mampu meningkatkan kesadaran perilaku Islami pedagang dalam bertransaksi, implemantasi usaha berbasis manajemen keuangan, dan peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di pasar. Pemberdayaan masyarakat melalui model partisipatif atau Participatory Rural Apraissal (PRA) sangat efektif membantu para pedagang pasar dalam meningkatkan daya saing diantara pasar modern. Hasil sekolah pasar ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen keuangan usaha bagi para pedagang memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan keuntungan usaha, peningkatan daya saing pasar dengan mengoptimalkan online store bagi produk-produk pedagang pasar, peningkatan bauran pemasaran produk pedagang pasar, serta semakin membaiknya pelaporan keuangan usaha para pedagang. Di lain sisi, sekolah pasar memberikan kesadaran kepada pedagang dalam melakukan transaksi sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam serta peningkatan kesadaran gaya hidup bersih dan sehat yang berpengaruh pada meningkatnya kunjungan pembeli.
Zakat Literacy Among Indonesian Z Generation: Does Gender Matter? Masrini, Najmi Laili; Medias, Fahmi; Pambuko, Zulfikar Bagus
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2, April 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v6i2.37034

Abstract

Gaps between potential and realization of collection fund ziswaf caused by trust to institution zakat, knowledge about zakat and level of education. Generation Z as a generation that is currently entering productive age and has the potential to be educated to become zakat payers and as a productive group in the field of philanthropy. It is believed that these generation represent a group that is beginning to reach working age and can receive the education required for paying zakat. This research aims to analyze the zakat literacy level of generation Z in Magelang City and Regency. This research was conducted using a quantitative approach. Sample selection was carried out using a purposive sampling technique and a sample of 153 people was obtained through distributing online questionnaires. Hypothesis testing was carried out using quantitative descriptive analysis techniques and independent sample t-test. The research results show that the zakat literacy level of Gen Z is moderate literacy with an average of 75.91. Zakahliteracy is built from two dimensions, namely basic understanding of zakat of 82.01 or high literacy and advanced understanding of zakah of 64.59 or moderate literacy. Furthermore, if we compare the level of zakat literacy based on gender, it is known that there is no significant difference, with a significance value of 0.852, which is greater than 0.05
Integrated Waqf Farm: A Contemporary Model for Waqf Land Development Lutfi, Alvi Amalia; Khasanah, Miftahul Nur; Agustin, Erlinda Dhika; Setiowati, Denok; Yulita, Nasywa Ayu; Medias, Fahmi
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 7, No 2 (2024): Vol. 7, No. 2, April 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v7i2.35795

Abstract

The important role of waqf is felt to have been greatly reduced recently, due to various problems faced in developing waqf land. The lack of nazhir competence, limited development capital, and management that is not yet professional are some of the many problems in waqf. Various approaches are needed to close this problem, such as changing the form of waqf, cooperation between lines, and other alternative innovations. This research aims to reveal contemporary innovation models in integrated agricultural waqf land development and analyze the benefits, opportunities, costs and risks using the analytic network process approach-Benefit, Opportunity, Cost and Risk (BOCR). This research design uses an interpretative paradigm with a qualitative approach in the form of a case study. Through content analysis, data obtained from interviews is then interpreted according to the research objectives. This research reveals that there are two types of innovation developed through the integration of agriculture in waqf development. “Bersamamu sadar ternak” is a livestock-based innovation, this innovation is the result of collaboration with farmers to produce sheep without costs being charged to partners. To strengthen the existence of tourism on this waqf land, "Kopi Bersamamu" is the next café-based innovation. Through BOCR analysis among waqf experts, "waqf land becomes productive" is the benefit element that is considered the most important with an average of 0.34. "Business development opportunities" is the most important element in the opportunity elements with a mean of 0.38. Meanwhile, "high costs for technology, management and maintenance" is considered the highest element in the cost aspect. Finally, "Shariah compliance risk" is the greatest risk in developing agricultural-based waqf land with an average of 0.45