Alfian Alfian
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FENOMENA AUDIT DELAY DI MASA COVID-19 Titin Sumarni; Wahyudin Nor; Saprudin Saprudin; Alfian Alfian; Dewi Lesmanawati
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8, No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v8i2.6079

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran kantor akuntan publik (KAP), ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan audit tenure terhadap audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor trade, service, and investment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2020. Berdasarkan hasil pemilihan sampel dengan menggunakan metode puposive sampling, diperoleh 62 perusahaan dengan periode pengamatan 2 tahun yaitu 2019-2020. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran KAP, profitabilitas, solvabilitas, dan audit tenure berpengaruh terhadap audit delay, sedangkan ukuran perusahaan dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan salah satunya dapat mempertimbangkan ukuran kantor akuntan publik, khususnya ketika mengganti auditor untuk menghindari audit delay.ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of public accountant firm size, firm size, liquidity, profitability, solvability, and audit tenure to audit delay. The population of this study are trade, service, and investment companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2020. Sample selection method used is purposive sampling and obtained 62 companies in the 2019-2020 period. Data are analyzed using multiple linear regression. The results of the study show that public accounting firm size, profitability, solvency, and audit tenure have an effect on audit delay, while KAP size and liquidity have no effect on audit delay. The implication of this research is that one of the companies can consider the size of the public accounting firm, especially when changing auditors to avoid audit delay.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FENOMENA AUDIT DELAY DI MASA COVID-19 Titin Sumarni; Wahyudin Nor; Saprudin Saprudin; Alfian Alfian; Dewi Lesmanawati
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8, No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v8i2.6079

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran kantor akuntan publik (KAP), ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan audit tenure terhadap audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor trade, service, and investment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2020. Berdasarkan hasil pemilihan sampel dengan menggunakan metode puposive sampling, diperoleh 62 perusahaan dengan periode pengamatan 2 tahun yaitu 2019-2020. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran KAP, profitabilitas, solvabilitas, dan audit tenure berpengaruh terhadap audit delay, sedangkan ukuran perusahaan dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan salah satunya dapat mempertimbangkan ukuran kantor akuntan publik, khususnya ketika mengganti auditor untuk menghindari audit delay.ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of public accountant firm size, firm size, liquidity, profitability, solvability, and audit tenure to audit delay. The population of this study are trade, service, and investment companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2020. Sample selection method used is purposive sampling and obtained 62 companies in the 2019-2020 period. Data are analyzed using multiple linear regression. The results of the study show that public accounting firm size, profitability, solvency, and audit tenure have an effect on audit delay, while KAP size and liquidity have no effect on audit delay. The implication of this research is that one of the companies can consider the size of the public accounting firm, especially when changing auditors to avoid audit delay.
PENGUATAN LITERASI FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENDUKUNG INKLUSI KEUANGAN DIGITAL Mutmainah Mutmainah; Monica Rahardian Ary Helmina; Alfian Alfian; Fahmi Rizani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.3150

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) telah mendorong perluasan akses layanan keuangan digital di berbagai kalangan, termasuk pelajar. Namun, peningkatan penggunaan layanan tersebut belum selalu diikuti oleh tingkat literasi fintech yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, serta pengambilan keputusan keuangan yang kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan literasi fintech agar penggunaan layanan keuangan digital dapat dilakukan secara aman dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi fintech siswa SMKN 1 Banjarmasin melalui pendekatan pembelajaran partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan literasi fintech, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 siswa Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi fintech yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 72,50 meningkat menjadi 92,50 pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 27,58%. Selain itu, sebanyak 93% peserta memberikan penilaian positif terhadap kegiatan yang dinilai mudah dipahami, relevan, dan bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman penggunaan layanan keuangan digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi fintech dan mendukung penguatan pemahaman siswa dalam penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.