Rosmawati Manurung
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Memotivasi Belajar Santri Pesantren Moderen Darul Arafah Raya di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Rosmawati Manurung; Solihah Titin Sumanti
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v6i1.20866

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi belajar santri pesantren modern darul arafah. Pada jurnal ini persoalan yang akan dikaji mencakup Rumusan masalah yaitu, bagaimana komunikasi interpersonal Guru Dalam Memotivasi Belajar santri pesantren Darul Arafah? Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Analisis pada penelitian ini yakni dengan malakukan wawancara dan observasi kemudian verifikasi agar relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk pesan Guru yang disampaikan untuk memotivasi belajar santri yakni berupa komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dimana guru mengarahkan santri kepada minat belajar yang tinggi merupakan salah satu penerapan cara didik antara guru kepada santri. Pesan yang disampaikan bersifat persuasif dalam komunikasi interpersonalakan memudahkan interaksi terhadap komunikan dalam proses pemahaman, baik komunikasi secara langsung (tatap muka) ataupun tidak langsung (melalui media), komunikasi verbal dan non-verbal. Kontribusi penelitian berdasarkan Komunikasi yang dilakukan Guru bersifat konseling dan ramah guru mlakukan berbagai macam upaya dalam berkomunikasi, santri yang berasal dari berbagai daerah memiliki watak yang berbeda sehingga banyak dari mereka yang sulit untuk terbuka dan mengekspresikan diri atas apa yang telah dialaminya sewaktu belajar, Upaya pendekatan biasanya dilakukan dengan mengajak Santri bercerita. Jadi santri didekati kemudian diajak ngobrol mengenai hal-hal yang disukai oleh Santri. Hal ini dilakukan secara terus menerus sampai Santri merasa nyaman dengan gurunya mengulang kembali pesannya sehingga menyebabkan komunikasi berjalan dengan baik.