Bintang Hartati
Program Studi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan dislipidemia dengan kejadian stroke Jun Edy Samosir Pakpahan; Bintang Hartati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8089

Abstract

Background: Stroke is a loss of brain function caused by the cessation of blood supply to part of the brain, which results in impaired blood flow to the brain and can cause blockage (ischemic stroke) or bleeding (hemorrhagic stroke). Dyslipidemia and hyperlipidemia are risk factors for stroke, which is a lipid profile disorder characterized by a decrease or increase. The main lipid profiles were total cholesterol levels, triglyceride levels, HDL-C levels, and LDL-C levels.Purpose: To determine the relationship between cholesterol levels with ischemic (non-hemorrhagic) and hemorrhagic strokeMethod: A descriptive-analytic correlative observational study with a retrospective cross-sectional approach. The sampling technique using purposive sampling obtained as many as 30 samples. Processing and analysis of the data obtained using a program on a computer. Analysis of the data used is a univariate, bivariate, and multivariate analysis using contingency coefficients with a significance level of p <0.05.Results: Most respondents have high total cholesterol levels as many as 24 respondents (80%), and high triglyceride levels as many as 19 respondents (63.3%). High LDL-C levels were 16 respondents (53.3%), and high HDL-C levels were 16 respondents (53.3%). Calculation of statistical tests obtained the results of total cholesterol levels p=0.033 (p<0.05), triglyceride levels p=0.016 (p<0.05), LDL-C levels p=0.464 (p>0.05), HDL levels -C p=0.088 (p>0.05). Multivariate analysis using multiple logistic regression was the most correlated of the characteristics of dyslipidemia with the incidence of stroke in total cholesterol levels (p = 0.014).Conclusion: Dyslipidemia and dyslipidemia characteristics, namely total cholesterol and triglyceride levels have a significant relationship with the incidence of stroke. The most related characteristic of dyslipidemia is total cholesterol level with the incidence of stroke.Keywords: Cholesterol level; Ischemic (non hemorrhagic); Hemorrhagic strokePendahuluan: Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah kebagian otak, yang mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak dan dapat menyebabkan penyumbatan (ischemic stroke) atau pendarahan (hemorrhagic stroke). Dislipidemia dan hiperlipidemia adalah suatu faktor risiko stroke yang merupakan suatu kelainan profil lipid yang ditandai dengan adanya penurunan atau peningkatan. Profil lipid yang utama adalah kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL-C, dan kadar LDL-C.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan stroke hemoragik and iskemik (non hemoragik).Metode: Deskriptif analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sebanyak 30 sampel. Pengolahan dan analisis data yang diperoleh menggunakan program SPSS. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dan multivariat menggunakan koefisiensi kontigensi dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar total kolesterol tinggi sebanyak 24 reponden (80%), kadar trigliserida yang tinggi sebanyak 19 responden (63,3%), kadar LDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), dan kadar HDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%). Perhitungan uji statistik diperoleh hasil kadar total kolesterol p=0,033 (p<0,05), kadar trigliserida p=0,016 (p<0,05), kadar LDL-C p=0,464 (p>0,05), dan kadar HDL-C p=0,088 (p>0,05). Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic berganda yang paling berhubungan dari karakteristik dislipidemia dengan kejadian stroke ialah kadar total kolesterol (p=0,014).Simpulan: Dislipidemia dan karakteristik dislipidemia yaitu kadar total kolesterol dan trigliserida memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stroke. Karakteristik dislipidemia yang paling berhubungan yaitu kadar total kolesterol dengan kejadian stroke.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ULKUS DIABETIK TIPE 2 Bintang Hartati; Dady Hidayah Damanik; Aslidar Aslidar; Ninda Wahyuni
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.497

Abstract

A diabetic ulcer is a chronic complication of diabetes mellitus manifesting as an open wound on the skin surface, potentially accompanied by localized tissue necrosis. Anxiety is an unpleasant and distressing feeling of fear, often accompanied by physiological symptoms. This study employed a quantitative, analytical survey design using a cross-sectional approach to determine the relationship between self-concept and anxiety levels in patients type 2 diabetes mellitus diabetic ulcers. The results showed that the majority of patients (87 individuals or 58%) possessed a positive self-concept. The majority (52 individuals or 34.7%) experienced a moderate level of anxiety. A significant relationship was found between self-concept and anxiety levels in patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic ulcers; the Chi-Square test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05). It is recommended that healthcare institutions continue to enhance health education regarding self-concept to help manage anxiety levels in patients with diabetic ulcers. Educational institutions are encouraged to further research and expand the body of knowledge and insight regarding self-concept and anxiety in these patients to support future studies. Abstrak Ulkus diabetikum adalah salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat. Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain penelitian survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional study dengan tujuan untuk mengetahui hubungan konsep dri dengan tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsep diri pasien ulkus diabetik adalah baik yaitu 87 orang (58%). Mayoritas tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik adalah sedang yaitu 52 orang (34,7%). Ada hubungan signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan pada Pasien ulkus diabetik DM tipe 2, hasil uji Chi Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0.05). Disarankan kepada instansi kesehatan, diharapkan agar terus meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang konsep diri sehingga dapat mengontrol tingkat kecemasan pada pasien ulkus diabetik. Kepada Instansi Pendidikan diharapkan agar terus meningkatkan kajian untuk memperluas khasanah keilmuan dan wawasan tentang konsep diri dan kecemasan pasien ulkus diabetik untuk mendukung penelitian masa yang akan datang.