Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Dislipidemia Dan Hipertensi TerhadapTerjadinya Penyakit Jantung Koroner Pada Anggota TNI < 40 Tahun Di RS TK II Putri Hijau Medan Pakpahan, Jun Edy S
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1499

Abstract

Abstrak Indonesia mengalami beban ganda penyakit menular dan tidak menular yang merupakan masalah kesehatan. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Data kunjungan anggota TNI < 40 tahun dengan PJK di RS TK II Putri Hijau Medan 155 orang tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dislipidemia dan hipertensi terhadap kejadian PJK pada anggota TNI < 40 Tahun di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan design kasus kontrol dan pengambilan sampel dengan nonprobability sampling. Sampel terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol. Analisis data terdiri dari analisis univariat, bivariat menggunakan uji simple logistic regression, dan analisis multivariat menggunakan uji multiple logistic regression.Hasil analisis bivariat, bahwa dislipidemia berpengaruh terhadap kejadian PJK (p = 0,022, OR = 3,50 95% CI), dan hipertensi berpengaruh terhadap kejadian PJK (p = 0,021, OR = 3,59 95% CI).Paling dominan memengaruhi terjadinya PJK pada anggota TNI < 40 tahun di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan adalah hipertensi. Population Atrributable Risk hipertensi 72%. Untuk Anggota TNI agar memeriksakan, mempertahankan kadar kolesterol dan tekanan darah dalam batas normal serta mengkonsumsi obat-obatan sesuai indikasi.   Kata Kunci : Dislipidemia, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, TNI   
Hubungan dislipidemia dengan kejadian stroke Jun Edy Samosir Pakpahan; Bintang Hartati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8089

Abstract

Background: Stroke is a loss of brain function caused by the cessation of blood supply to part of the brain, which results in impaired blood flow to the brain and can cause blockage (ischemic stroke) or bleeding (hemorrhagic stroke). Dyslipidemia and hyperlipidemia are risk factors for stroke, which is a lipid profile disorder characterized by a decrease or increase. The main lipid profiles were total cholesterol levels, triglyceride levels, HDL-C levels, and LDL-C levels.Purpose: To determine the relationship between cholesterol levels with ischemic (non-hemorrhagic) and hemorrhagic strokeMethod: A descriptive-analytic correlative observational study with a retrospective cross-sectional approach. The sampling technique using purposive sampling obtained as many as 30 samples. Processing and analysis of the data obtained using a program on a computer. Analysis of the data used is a univariate, bivariate, and multivariate analysis using contingency coefficients with a significance level of p <0.05.Results: Most respondents have high total cholesterol levels as many as 24 respondents (80%), and high triglyceride levels as many as 19 respondents (63.3%). High LDL-C levels were 16 respondents (53.3%), and high HDL-C levels were 16 respondents (53.3%). Calculation of statistical tests obtained the results of total cholesterol levels p=0.033 (p<0.05), triglyceride levels p=0.016 (p<0.05), LDL-C levels p=0.464 (p>0.05), HDL levels -C p=0.088 (p>0.05). Multivariate analysis using multiple logistic regression was the most correlated of the characteristics of dyslipidemia with the incidence of stroke in total cholesterol levels (p = 0.014).Conclusion: Dyslipidemia and dyslipidemia characteristics, namely total cholesterol and triglyceride levels have a significant relationship with the incidence of stroke. The most related characteristic of dyslipidemia is total cholesterol level with the incidence of stroke.Keywords: Cholesterol level; Ischemic (non hemorrhagic); Hemorrhagic strokePendahuluan: Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah kebagian otak, yang mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak dan dapat menyebabkan penyumbatan (ischemic stroke) atau pendarahan (hemorrhagic stroke). Dislipidemia dan hiperlipidemia adalah suatu faktor risiko stroke yang merupakan suatu kelainan profil lipid yang ditandai dengan adanya penurunan atau peningkatan. Profil lipid yang utama adalah kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL-C, dan kadar LDL-C.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan stroke hemoragik and iskemik (non hemoragik).Metode: Deskriptif analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sebanyak 30 sampel. Pengolahan dan analisis data yang diperoleh menggunakan program SPSS. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dan multivariat menggunakan koefisiensi kontigensi dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar total kolesterol tinggi sebanyak 24 reponden (80%), kadar trigliserida yang tinggi sebanyak 19 responden (63,3%), kadar LDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), dan kadar HDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%). Perhitungan uji statistik diperoleh hasil kadar total kolesterol p=0,033 (p<0,05), kadar trigliserida p=0,016 (p<0,05), kadar LDL-C p=0,464 (p>0,05), dan kadar HDL-C p=0,088 (p>0,05). Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic berganda yang paling berhubungan dari karakteristik dislipidemia dengan kejadian stroke ialah kadar total kolesterol (p=0,014).Simpulan: Dislipidemia dan karakteristik dislipidemia yaitu kadar total kolesterol dan trigliserida memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stroke. Karakteristik dislipidemia yang paling berhubungan yaitu kadar total kolesterol dengan kejadian stroke.
Pengaruh Pemberian Rendam Kaki Air Hangat Campuran Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Desa Alus-Alus Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue Jun Edy Samosir Pakpahan; Adil Putra
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 2, No 1 (2022): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.883 KB) | DOI: 10.51849/j-bikes.v2i1.25

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg secara kronis. Hipertensi telah menjadi kasus kesehatan di Indonesia yang sering di temukan di pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rendam kaki air hangat campuran garam terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif  dengan jenis Pre-Eksperimental dimana lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Alus-Alus Kabupaten Simeuleu dengan sampel berjumlah 34 orang dan dianalisa mengguankan tekhnik uji Paired T-Test. Hasil uji analisis t-test berpasangan menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata TD diastolic sebelum intervensi (pretest) dengan TD diastolik setelah pemberian rendam kaki air hangat dengan campuran garam pengobatan kedua sebesar 8,16 mmHg (SD= 3,11). Hasil uji statistik juga menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,59 dengan p value 0,000 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dengan posttest 2 dan kunci ada pengaruh setelah pemberian rendam kaki air hangat dengan campuran garam terhadap TD diastolik pada penderita 48 hipertensi pada pengobatan kedua.
Hubungan Peran Perawat dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi di RSU Sundari Medan Pakpahan, Jun Edy Samosir; Damanik, Dady Hidayah
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 3, No 2 (2023): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v3i2.47

Abstract

Pembedahan atau operasi merupakan tindakan invasif dengan membuka bagian tubuh untuk perbaikan. Persiapan pasien di bangsal dengan waktu yang semakin lama maka semakin baik pasien untuk menyesuaikan diri dengan stress fisiologis dari operasi. Perawat mempunyai peranan yang sangat penting dalam setiap tindakan pembedahan baik pada masa sebelum, selama maupun setelah operasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji spearman rank. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang akan menjalani operasi di RSU Sundari Medan, adapun jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu 34 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang mempunyai tingkat kecemasan sedang dengan peran perawat yang baik sebanyak 11 orang (32,4%), responden yang mempunyai tingkat kecemasan berat dengan peran perawat yang baik sebanyak 9 orang (26,5%). Hasil uji statistik spearman rank didapatkan p-value sebesar 0,011, Ini berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operatip  Di RSU Sundari Medan. Diharapkan untuk perawat supaya meningkatkan perannya dalam membantu tingkat kecemasan yang di alami oleh pasien pre operatif, sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan baik. 
RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH LOW-SALT COMPLIANCE IN ELDERLY HYPERTENSION AT SEI MENCIRIM HEALTH CENTER: Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Sei Mencirim Edy Samosir Pakpahan, Jun; Pujiati, Lilis
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V12I32024.305-311

Abstract

Background: Hypertension is a chronic health condition that cannot be cured. It is caused by high sodium consumption, obesity, stress, smoking, and alcohol consumption. Purpose: Determine the relationship between family support and adherence to a low-salt diet in the working area of ​​the Sei Mencirim Health Center, Deli Serdang District, for the elderly with hypertension. Methods: The population in this study was older adults with hypertension, totaling 110 respondents. The sample in this study was 52 respondents using a purposive sampling technique, using univariate and bivariate data analysis with the chi-square test. Results: The results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.00 compared to the value of α = 0.05, so the p-value < 0.05 (0.00< 0.05). This means that there is a significant relationship between family support and adherence to a low-salt diet in the elderly with hypertension in the Sei Mencirim Health Center, Deli Serdang District. Conclusion: This study found that there is a significant relationship between family support and adherence to a low-salt diet in the elderly with hypertension. It is hoped that health workers will provide more information about adherence to a low-salt diet in hypertensive patients through health education.
Edukasi Gizi Menggunakan Booklet: Strategi Meningkatkan Pengetahuan, Asupan Kalsium, dan Aktivitas Fisik pada Lansia dalam Pencegahan Osteoporosis Triana, Heni; Rizki, Lina; Siregar, Evi Sahfitri; Samosir Pakpahan, Jun Edy
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.124

Abstract

Osteoporosis pada lansia dapat terjadi karena berbagai faktor, diantaranya karena kurang beraktivitas fisik dan asupan kalsium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan, asupan kalsium dan aktivitas fisik untuk mencegah osteoporosis pada lansia di Puskesmas Padang Bulan. Metode penelitian menggunakan pre- eksperimental design dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan sampel penelitian 26 responden dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang asupan kalsium dan aktivitas fisik sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 15,77 poin yang berarti terdapat perubahan pengetahuan responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata-rata asupan kalsium responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 52,95 mg yang berarti terdapat perubahan asupan kalsium responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata- rata aktivitas fisik responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar sebesar -0,04 poin yang berarti tidak terdapat perubahan aktivitas fisik responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di RS Malahayati Medan Pakpahan, Jun Edy Samosir
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1307

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is a public health problem that, in Indonesia, is even the number one killer among other infectious diseases. An obstacle in TB treatment is the lack of compliance of TB sufferers with taking anti-tuberculosis medication. The cause is the lack of motivation of sufferers. The aim of this research was to determine the relationship between knowledge, motivation, and medication adherence in pulmonary TB patients at Malahayati Hospital, Medan. This research is a correlational analytical research design with a cross-sectional approach using the chi-square test. The sample in this study was 50 respondents with a purposive sampling technique. The research results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge, namely 35 people (70%), and 30 respondents (60%) had motivation in the good category. Based on the results of the chi-square statistical test, it was found that the p-value was 0.000, so the p-value < 0.05 0.000 < 0.05, where H0 was rejected and Ha was accepted, which means there is a significant relationship between knowledge and motivation and adherence to taking medication. in pulmonary TB patients at Malahayati Hospital, Medan. It is hoped that, from this research, respondents will be able to increase their knowledge and motivation regarding pulmonary TB and always maintain control over medication adherence.
Hubungan Stress Dan Fatique Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Jantung Di RS. Mitra Medika Medan Pakpahan, Jun Edy Samosir; Jesmo Aldoran Purba; Nefonavratilova Ritonga
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2299

Abstract

The prevalence of heart failure in the world increases every year, in heart failur patients psychological problems will arise such as stress, decreased sleep quality, and ongoing fatigue (fatigue) which will cause impaired ability to carry out daily activities. This can worsen clinical conditions and reduce quality of life. The aim of this study was to determine the relationship between stress, sleep quality and fatigue with quality of life in patients with heart failure. This research method is quantitative with a cross-sectional research design. The sample for this research was outpatients at Mitra Medika Hospital in Medan with a total sample of 52 people. Data were collected using the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire, Depression Anxiety and Stress Scale 21, Pittsburgh Sleep Quality Index, and FACIT Fatigue Scale. The research technique uses statistical test analysis, namely the Chi-Square Test with a significance of 0.05. The results showed that 38.8% of heart failure patients had moderate stress, and 53.8% had fatigue, and 73.1% had low quality of life and there was a significant relationship between stress (p=0.000), and fatigue (p=0.000) with quality of life. Emotional and social support is expected from family, community and health workers, such as information support, education on actions that patients can take, concern, and helping patients to find a comfortable environment.
Edukasi Melalui Demonstrasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik Sejak Dini Pada Siswa Sekolah Dasar YPMA Sunggal Medan Jun Edy Samosir Pakpahan; Julidia Safitri Parinduri; Dady Hidayah Damanik
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2993

Abstract

Permasalahan sampah yang terus berkembang memerlukan langkah edukasi sejak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa Sekolah Dasar dalam memilah sampah organik dan anorganik dengan benar. Pelaksanaan program dilakukan dengan cara yang interaktif, termasuk penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, dan praktik langsung dalam memilah sampah menggunakan media yang menarik dan mudah dimengerti oleh siswa. Target kegiatan ini adalah siswa Sekolah Dasar yang diharapkan dapat mengidentifikasi jenis-jenis sampah dan memahami pentingnya pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil dari pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta kemampuan mereka dalam memilah sampah berdasarkan kategori, hasil post-test menunjukkan perubahan yang sangat baik. dimana Sebanyak 3 siswa (10%) mampu menjawab 3 pertanyaan dengan benar, 15 siswa (50%) mampu menjawab 4 pertanyaan dengan benar, dan terdapat 12 siswa (40%) mampu menjawab 5 pertanyaan dengan benar. Peningkatan rata-rata nilai dari 26,67 pada pre-test menjadi 86,0 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan minat dan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi serta memilah sampah sesuai kategorinya serta membentuk kebiasaan siswa untuk membuang sampah pada tempat yang tepat dan menerapkan pemilahan sampah secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat
Hubungan Pengetahuan Pola Makan dengan Pencegahan Kekambuhan Arthritis Gout pada Lansia di RSU Sundari Jun Edy Samosir Pakpahan; Suryani; Jesmo Aldoran Purba
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8450

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit sendi yang sering terjadi pada lansia akibat tinggi kadar asam urat dalam darah. Kurangnya pengetahuan tentang pola makan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi sikap lansia dalam mencegah kekambuhan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pola makan dengan pencegahan kekambuhan arthritis gout pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita arthritis gout di RSU Sundari Medan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian pada 30 responden, diperoleh bahwa responden yang memiliki pengetahuan pola makan baik sebagian besar memiliki sikap pencegahan positif yaitu sebanyak 15 (50%) responden, sedangkan yang memiliki sikap negatif sebanyak 2 (6,7%) responden. Hasil analisis statistik uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya Hubungan Pengetahuan Pola Makan dengan Pencegahan Kekambuhan Arthritis Gout pada Lansia di RSU Sundari Medan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai pola makan yang tepat bagi penderita arthritis gout. Bagi lansia diharapkan dapat lebih memperhatikan pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah kekambuhan penyakit.