Stunting berkaitan dengan ketidakcukupan asupan protein dan mikronutrien. Labu kuning merupakan sumber ?-karoten, sedangkan isolat protein kedelai merupakan sumber protein tinggi yang berpotensi dikembangkan menjadi snack bar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima snack bar berbahan labu kuning dan isolat protein kedelai serta menganalisis kandungan gizi formula terpilih snack bar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga formula substitusi puree labu kuning dan isolat protein kedelai, yaitu F1 (60g : 35g), F2 (50g : 45g), F3 (40g : 55g) yang dilakukan dengan dua kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis semi terlatih. Penentuan formula terpilih dilakukan dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Data hasil organoleptik dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi 5% (?=0,05), sementara data hasil kandungan gizi formula terpilih disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bar terbaik adalah F1 dengan karakteristik warna kuning cerah, aroma langu cenderung lemah, memiliki rasa manis, dan tekstur yang cukup padat dan cukup kompak. F1 memiliki kadar air sebesar 19,80%, abu 2,20%, protein 16,12%, lemak 17,60%, karbohidrat 44,28%, dan beta karoten sebesar 2.180 µg dalam 100 g.