Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemodelan Dinamika Sistem untuk Sistem Produksi dan Inventori dalam Remanufakturing Proses Studi Kasus: Perusahaan Kimia di Indonesia Rr Afrida Noor; Jayson Jayson; Ady Akbar; Fergyanto E Gunawan
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 6 No 2 (2022): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Juni 2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.101 KB) | DOI: 10.51211/isbi.v6i2.1890

Abstract

Pengendalian stok barang retur dengan proses manufaktur ulang (remanufacturing) merupakan hal penting bagi banyak perusahaan. Seringkali, kompleksitas proses remanufaktur seperti dalam industri kimia, membuat stok produk retur meningkat dalam inventori. Penelitian ini mengkaji sejumlah strategi pengendalian stok retur menggunakan kerangka closed loop supply-chain remanufacturing dan simulasi sistem dinamik. Pertama-tama, peneliti membuat sebuah model sistem dinamik untuk sistem closed loop supply-chain remanufacturing dengan durasi analisis 60 minggu dan satuan waktu minggu. Model ini divalidasi dengan membandingkan Stock Recoverable Inventory hasil simulasi dengan data yang dikumpulkan dari sebuah perusahaan manufaktur cat. Setelah diperoleh kesesuaian yang baik, model digunakan untuk mengkaji empat skenario pengendalian stok barang retur. Skenario 1 mengkaji proses remanufaktur di mana barang retur yang diterima dari konsumen perlu melalui proses inspeksi. Skenario 2 mengkaji proses remanufaktur dengan peningkatan kapasitas remanufaktur. Skenario 3 mengkaji diterapkannya kebijakan jumlah maksimum dari stok remanufaktur. Skenario 4 mengkaji keadaan di mana kapasitas remanufaktur ditingkatkan dan remanufacturing dan menurunkan lead time remanufacturing. Dari simulasi ke-empat skenario tersebut, dengan meningkatkan kapasitas remanufacturing dan menurunkan lead time remanufacturing selain pengendalian stok remanufacturing yang membaik, total cost dapat dikurangi.
Pemodelan Dinamika Sistem untuk Sistem Produksi dan Inventori dalam Remanufakturing Proses Studi Kasus: Perusahaan Kimia di Indonesia Rr Afrida Noor; Jayson Jayson; Ady Akbar; Fergyanto E Gunawan
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 6 No 2 (2022): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Juni 2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v6i2.1890

Abstract

Pengendalian stok barang retur dengan proses manufaktur ulang (remanufacturing) merupakan hal penting bagi banyak perusahaan. Seringkali, kompleksitas proses remanufaktur seperti dalam industri kimia, membuat stok produk retur meningkat dalam inventori. Penelitian ini mengkaji sejumlah strategi pengendalian stok retur menggunakan kerangka closed loop supply-chain remanufacturing dan simulasi sistem dinamik. Pertama-tama, peneliti membuat sebuah model sistem dinamik untuk sistem closed loop supply-chain remanufacturing dengan durasi analisis 60 minggu dan satuan waktu minggu. Model ini divalidasi dengan membandingkan Stock Recoverable Inventory hasil simulasi dengan data yang dikumpulkan dari sebuah perusahaan manufaktur cat. Setelah diperoleh kesesuaian yang baik, model digunakan untuk mengkaji empat skenario pengendalian stok barang retur. Skenario 1 mengkaji proses remanufaktur di mana barang retur yang diterima dari konsumen perlu melalui proses inspeksi. Skenario 2 mengkaji proses remanufaktur dengan peningkatan kapasitas remanufaktur. Skenario 3 mengkaji diterapkannya kebijakan jumlah maksimum dari stok remanufaktur. Skenario 4 mengkaji keadaan di mana kapasitas remanufaktur ditingkatkan dan remanufacturing dan menurunkan lead time remanufacturing. Dari simulasi ke-empat skenario tersebut, dengan meningkatkan kapasitas remanufacturing dan menurunkan lead time remanufacturing selain pengendalian stok remanufacturing yang membaik, total cost dapat dikurangi.
Intelligent Supply Chain Performance for Industrial Adhesive Manufacturers Jayson Saputra; Ady Akbar; Zhakia Irsalina Fitra; Rienna Oktarina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4482

Abstract

Rantai pasokan memainkan peran penting dalam perusahaan manufaktur dan jasa. Selain itu, standar ISO 9001:2015 menginstruksikan organisasi untuk memantau identifikasi dan pelacakan produk dan layanan. Dengan menggunakan alat dan teknologi modern, rantai pasokan telah berkembang menjadi rantai yang efisien. Untuk meningkatkan tingkat pelayanan, penyedia rantai pasokan harus menggunakan model-model berstandar untuk mendukung operasi dan mengukur kinerja. Penelitian ini berfokus pada studi kasus yang menggabungkan situasi dunia nyata untuk memecahkan masalah dan menganalisis solusinya. Pertama, kami mengumpulkan berbagai data historis pada laporan tahunan dan laporan keberlanjutan tentang kinerja manajemen operasional saat ini dari pabrik lem dan model bisnis perusahaan. Kemudian, kami melakukan analisis perencanaan strategis faktor-faktor internal dan eksternal menggunakan metodologi SWOT dan PESTLE. Setelah itu, kami menganalisis indikator kinerja kunci untuk semua departemen karyawan di perusahaan manufaktur lem industri. Evaluasi implementasi kinerja rantai pasokan menggunakan model SCOR. Peta strategi SCOR merekomendasikan solusi optimal untuk manajemen rantai pasok berkelanjutan di pabrik produksi lem industri. Kami memutuskan untuk mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP) untuk semua sistem sisi perusahaan guna meningkatkan efisiensi, komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, pengambilan keputusan yang lebih baik, pelayanan dan retensi pelanggan yang lebih baik, keuangan yang lebih baik, pengelolaan aset yang lebih baik, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk pertumbuhan dan ekspansi yang lebih mudah. Terakhir, telah diajukan desain manufaktur lem yang memanfaatkan teknologi canggih seperti sistem Radio Frequency Identification (RFID) untuk sinkronisasi data inventaris secara real-time dari ujung ke ujung.