Misbakhudin Misbakhudin, Misbakhudin
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : RELIGIA

Al-Tafsīr al-Yasāri (Tafsir Tematik Revolusioner Hassan Hanafi) Misbakhudin, Misbakhudin
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.698 KB) | DOI: 10.28918/religia.v21i1.1498

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Hassan Hanafi dalam diskursus Alqur’an dan tafsirnya. Kajian ini akan difokuskan pada gagasan Hassan Hanafi seputar tafsir tematik (mauḍu’ī) yang bertujuan untuk melengkapi kekosongan dalam metode tahlīlī yang tidak sesuai dengan substansi dan kebutuhan umat dewasa ini dan pembaca tidak teridentifikasi oleh bacaannya sendiri, sehingga bacaan itu menjadi dingin, tidak berguna dan menjadi absolut, sementara umat membutuhkan penafsiran yang hidup dan bermanfaat, serta pengetahuan yang sesuai dengan keadaan mereka. Gagasan Hassan ini dianalisa menggunakan pendekatan content analysis terhadap karya-karya Hanafi dan  kemudian penulis rumuskan dalam judul yang cukup familiar dengan Hassan Hanafi sendiri, yaitu al-Tafsīr al-Yasāri. Untuk menyelesaikannya Hanafi memberikan solusi, yaitu tafsir kesadaran (hermeneutika pembebasan) tematik, yang memposisikan Alqur’an agar mendeksripsikan manusia, hubungannya antar sesama, tugasnya di dunia, kedudukannya dalam sejarah, membangun sistem sosial dan politik dan mengajukan alternatif melalui metode analisis pengalaman yang membawa kepada makna teks bahkan realitas itu sendiri
ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI MUKJIZAT AKAL (Upaya Memahami Qs. Al-Isra’ ayat 1) Misbakhudin, Misbakhudin
RELIGIA Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.566 KB) | DOI: 10.28918/religia.v15i1.120

Abstract

Peristiwa isra’ mi’raj memuncu*lkan banyak teka-teki dari para ulama dan ilmuwan, banyak pula menimbulkan keraguan di kalangan umat Islam sendiri mengenai kevalidannya. Pertanyaan berkisar apakah fisiknya dan ruh (kesadaran) Muhammad SAW sebagai sebuah kesatuan ataukah hanya ruhnya saja yang ‘diperjalan’kan oleh Allah SWT. Kecepatan cahaya yang dinyatakan sebagai kecepatan tertinggi dalam science ternyata tidak cukup untuk dapat melakukan perjalanan sejauh itu dalam waktu yang sangat singkat. Tulisan ini barangkali merupakan sebuah informasi yang mengarah kepada petunjuk baru, meskipun kebenarannya belum dapat dipastikan secara baik, namun paling tidak sedikit menguak tabir isra’ mi’raj. Menggunakan teori the zero Kelvin (nol mutlak) untuk mentakwilkan surat al-Isra’ ayat 1.
الرد على شبهات واعتراضات المستشرقين على حجية السنة (دراسة تحليلية وصفية على الأحاديث الواردة فى كتابة الحديث) Misbakhudin, Misbakhudin
RELIGIA Vol 12 No 1: April 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.917 KB) | DOI: 10.28918/religia.v12i1.202

Abstract

Different interpretation of prophetic narrative on the prohibition and allowance of hadith writing had brought about negative perception of Orientalist that leaded to a conclusion to refuse using hadith as hujjah. Ignaz Goldziher, Hungarian Jewish, thought that most hadith could not be warranted, its originality (or counterfeit), therefore, they could not be information sources of the early history of Islam. According to him, hadith is more meant as a reflection of many currents interaction and conflict, and latter tendency in mature period, rather than a historical document of the early development of Islam. It means, to him, hadith is a product of Islamic community that lived several centuries after the prophet Mohammed, not originally from him. This opinion had been opposed by a number of Islamic experts, like Syaikh Musthafa as-Siba’I, and Abd al-Ghani Abd al-Khaliq.