Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Model Arsitektur VGG16 dan MobileNetV2 Untuk Klasifikasi Citra Kupu-Kupu Desi Ramayanti; Sri Dianing Asri; Lionie Lionie
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 5 No 3 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v5i3.2864

Abstract

Untuk mengurangi populasi kupu-kupu, perlu adanya strategi untuk memantau jumlah dan spesies yang ada pada masing-masing ekosistem. Peran teknologi dapat membantu dalam proses ini, misalnya pengembangan sistem e-Butterfly untuk mengumpulkan gambar spesies kupu-kupu dari berbagai wilayah sehingga dapat diketahui jenis spesies yang masih ada dan letak wilayah hidupnya. Identifikasi spesies kupu-kupu dapat dilakukan dan dibantu oleh komputer dengan serangkaian proses lebih spesifik pada cabang ilmu machine learning dan image processing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja (performance) dari model model arsitektur VGG16 dan MobileNetV2 untuk klasifikasi citra gambar kupu-kupu berdasarkan hasil ekstraksi fitur pada citra gambar tersebut. Dataset penelitian berisi 4955 gambar yang kemudian diberi label 50 butterfly species dengan ukuran 224 X 224 X 3. Akurasi terbaik diperoleh MobileNetV2 tanpa fine-tuning yaitu mencapai presentase 96%, dilanjutkan dengan VGG16 dengan fine-tuning, MobileNetV2 dengan fine-tuning, dan akurasi testing paling kecil diperoleh VGG16 tanpa fine-tuning. Untuk nilai precision, recall, F1-Score, dan Cohens Kappa lebih tinggi diperoleh model MobileNetV2 tanpa fine tuning, hal ini menunjukkan bahwa MobileNetV2 tanpa fine tuning lebih imbang dalam akurasi tiap kelasnya.
Rancang Bangun Aplikasi Laundry Berbasis Website pada Oasis Laundry Hadi Gunawan; Lionie Lionie
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 12, No 1 (2024): Vol. 12, No 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v12i1.127363

Abstract

Bisnis laundry adalah salah satu jenis usaha yang berfokus pada layanan mencuci dan menyetrika pakaian. Tingginya permintaan dari pelanggan untuk layanan mencuci membuat usaha laundry menerima banyak transaksi setiap hari. Oasis Laundry adalah usaha jasa laundry yang menawarkan layanan-layanan seperti cuci kiloan, cuci komplit, cuci express, setrika saja dan cuci satuan kepada pelanggan. Pengelolaan pesanan di Oasis Laundry saat ini belum optimal karena masih dilakukan secara konvensional. Di sisi lain, masih terdapat kekurangan dalam pelayanan terhadap pelanggan, seperti tidak tersedianya informasi mengenai status pesanan laundry. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sistem yang terkomputerisasi melalui aplikasi berbasis website guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan bisnis laundry. Dalam membangun perangkat lunak ini metode yang digunakan adalah metode waterfall. Metode ini dipilih karena memiliki proses yang urut dan sistematis dalam membangun perangkat lunak. Dengan menggunakan aplikasi laundry berbasis web ini, pengelolaan data transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.Kata kunci : Website, Waterfall, Laundry, Laravel, Notifikasi Laundry business is one type of enterprise that focuses on providing laundry and ironing service. The high demand from customer for laundry service results in the business handling numerous transactions every day. Oasis Laundry is a laundry service business that offers various services such as bulk washing, complete washing, express washing, ironing only, and individual washing to its customers. The order management at Oasis Laundry is currently not optimal as it is still done conventionally. On the other hand, there are shortcomings in customer service, such as the lack of information about the status of laundry orders. To address this, a computerized system through a web-based application is needed to improve efficiency and effectiveness in managing the laundry business. The waterfall method is chosen as the approach to building this software. This method is selected because it has a sequential and systematic process in developing software. With the use of this web-based laundry application, transaction data management can be carried out more efficiently and effectively.Keywords: Website, Waterfall, Laundry, Laravel, Notification
Menuju Pelaporan yang Lebih Efisien: Penguatan Kompetensi Excel bagi Staf Operasional Eri Dariato; Lionie Lionie; Bias Yulisa Geni; Nur Fahrurozi
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1544

Abstract

Pengelolaan data operasional yang masih dilakukan secara manual pada lingkungan kerja industri telekomunikasi menyebabkan lambatnya penyusunan laporan berkala dan tingginya potensi kesalahan perhitungan data teknis akibat rendahnya penguasaan fitur otomasi lembar sebar digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi data serta keterampilan teknis staf operasional mitra industri dalam mengoperasikan perangkat lunak Microsoft Excel guna mewujudkan proses pelaporan yang efektif, cepat, dan akurat. Metode pelaksanaan yang diterapkan menggunakan pendekatan edukasi interaktif dan lokakarya praktik langsung berbasis studi kasus data operasional riil, yang dipadukan dengan pendampingan intensif secara personal serta penyerahan modul panduan praktis untuk pembelajaran mandiri. Hasil pelaksanaan membuktikan adanya peningkatan kompetensi peserta yang nyata, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari lima puluh lima koma nol pada evaluasi awal menjadi enam puluh tiga koma enam puluh empat pada evaluasi akhir, dengan pencapaian nilai tertinggi berada pada rentang delapan puluh hingga seratus. Mayoritas staf berhasil menguasai penulisan fungsi kalkulasi otomatis, standardisasi format tabel kerja, serta perancangan visualisasi diagram laporan data secara mandiri dengan tingkat kepuasan pelatihan yang sangat baik. Kesimpulannya, program pelatihan ini terbukti efektif dalam memangkas durasi rekapitulasi data kerja, meminimalisir kesalahan manusia, dan mendorong terciptanya budaya kerja berbasis data di lingkungan mitra sasaran. 
Transformasi Literasi Dasar menuju Kemandirian Digital Santri melalui Pelatihan Komputer Berbasis Praktik Lionie Lionie; Bias Yulisa Geni; Sri Dianing Asri; Tio Aji Saputra
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1545

Abstract

Tingkat literasi komputer dan pemahaman keamanan siber di kalangan santri lembaga pendidikan non-formal masih relatif terbatas. Kondisi ini dialami oleh Pondok Pesantren Quantum Idea di Jatisampurna, Kota Bekasi, di mana sebanyak 70% santri belum pernah mengikuti pelatihan komputer secara terstruktur dan hanya 20% yang mampu mengoperasikan aplikasi perkantoran dasar secara mandiri. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis santri dalam pengoperasian aplikasi perkantoran dasar, manajemen file digital, serta pemahaman etika dan keamanan berinternet (internet sehat). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Action melalui pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on workshop), bimbingan intensif, dan evaluasi berbasis pre-test serta post-test yang melibatkan 30 orang santri. Materi terbagi ke dalam lima modul utama: sistem operasi dan tata kelola folder, pengolah kata (Word/Docs), lembar kerja angka (Excel/Sheets), media presentasi visual (PowerPoint/Slides), serta cyber security awareness. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh parameter evaluasi. Kemampuan mandiri pengolahan kata melonjak dari 20% menjadi 93,3%, pengolahan angka meningkat dari 10% menjadi 86,7%, perancangan slide naik dari 15% menjadi 90%, dan manajemen berkas mencapai 96,7%. Selain itu, skor pemahaman internet sehat meningkat sebesar 46%. Untuk menjaga keberlanjutan program, tim PkM menyerahkan Modul Pelatihan ber-ISBN/HKI dan mengukuhkan lima santri pendamping (peer tutors). Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan terstruktur dan aplikatif efektif mendorong transformasi digital di lingkungan pesantren.