Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI AWAL VEGETASI RIPARIAN DI HILIR DAS WELANG JAWA TIMUR Farhani Nurshafa Rahmania; Alfin Fatwa M Afifudin; Rony Irawanto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3084

Abstract

Indonesia memiliki kurang lebih 40.000 jenis keanekaragaman tumbuhan yang menyusun ekosistem. Ekosistem riparian dapat ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), dari sumber air, hulu sungai sampai ke muara di hilir. Vegetasi riparian tumbuh pada habitat peralihan antara ekosistem terestrial dan akuatik berfungsi dalam menjaga kualitas air sungai dan menjadi habitat dari berbagai jenis organisme. Sungai Welang merupakan sungai di Provinsi Jawa Timur yang melalui 3 daerah administrasi yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. Sungai Welang mempunyai DAS seluas 511,60 km2 dengan panjang sungai 40,09 km yang mengumpulkan air permukaan dari 57 anak sungai dan 79 sumber air di sekitar  Gunung Arjuna (+ 3.200 mdpl) dan Gunung Bromo (+ 2.400 mdpl). Namun saat ini Sungai Welang mengalami permasalahan lingkungan akibat aktivitas manusia. Solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan vegetasi riparian sebagai fitoremediasi lingkungan. Target utama dalam Global Strategic Plant Conservation (GSPC) adalah studi keanekaragaman tumbuhan, terutama di habitat prioritas terancam. Sehingga studi awal keanekaragaman vegetasi riparian di hilir DAS Welang menjadi sangat penting karena bersaing dengan laju degradasi lingkungan yang sangat cepat. Studi awal dilakukan selama bulan April 2021, pada bagian hilir muara DAS Welang. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara dekriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Tercatat ada 37 Jenis vegetasi riparian berhabitus pohon yang didapatkan pada survey awal di bagian hilir DAS Welang yang termasuk dalam vegetasi mangrove (13,5%), vegetasi pantai (10,8%), dan vegetasi dataran rendah (75,7%).
Exploring Riparian Vegetation Dynamics in East Java: A Focus on the Central Welang Watershed Anggraini Aurina Putri; Farhani Nurshafa Rahmania; Nadila Wulan Cahyani; Rony Irawanto
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2023.v4i1.4873

Abstract

Indonesia boasts 74 diverse ecosystems, with the riparian system, found in areas like the Welang watershed in Malang Regency, Pasuruan Regency, and Pasuruan City, standing out. These moisture-adapted vegetative zones act as key transitions between aquatic and terrestrial habitats. Human activities in the central Welang watershed could impact its rich vegetation. This study aimed to catalog plant species in the riparian zones and assess their influence on water quality. Utilizing an explorative quantitative descriptive method, research was conducted at four sites in the central Welang watershed in June 2023, encompassing vegetation inventory and water sampling. Findings revealed 67 individual plants from 29 families, predominantly trees, in the central Welang region. This count exceeds the downstream but is less than the upstream. Water quality met the standards, indicating no pollution. Nonetheless, the potential presence of heavy metals necessitates further studies. Understanding Welang's riparian dynamics provides insights into riverbank ecosystems in Indonesia and possibly Southeast Asia. As these zones bridge aquatic and terrestrial environments, they're pivotal for biodiversity, water management, and settlement planning. This research underlines the need to harmonize human progress with ecological conservation, especially as the global focus intensifies on sustainable practices. The study's outcomes can enhance global discussions on riparian ecosystem preservation.