Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring Riparian Vegetation Dynamics in East Java: A Focus on the Central Welang Watershed Anggraini Aurina Putri; Farhani Nurshafa Rahmania; Nadila Wulan Cahyani; Rony Irawanto
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2023.v4i1.4873

Abstract

Indonesia boasts 74 diverse ecosystems, with the riparian system, found in areas like the Welang watershed in Malang Regency, Pasuruan Regency, and Pasuruan City, standing out. These moisture-adapted vegetative zones act as key transitions between aquatic and terrestrial habitats. Human activities in the central Welang watershed could impact its rich vegetation. This study aimed to catalog plant species in the riparian zones and assess their influence on water quality. Utilizing an explorative quantitative descriptive method, research was conducted at four sites in the central Welang watershed in June 2023, encompassing vegetation inventory and water sampling. Findings revealed 67 individual plants from 29 families, predominantly trees, in the central Welang region. This count exceeds the downstream but is less than the upstream. Water quality met the standards, indicating no pollution. Nonetheless, the potential presence of heavy metals necessitates further studies. Understanding Welang's riparian dynamics provides insights into riverbank ecosystems in Indonesia and possibly Southeast Asia. As these zones bridge aquatic and terrestrial environments, they're pivotal for biodiversity, water management, and settlement planning. This research underlines the need to harmonize human progress with ecological conservation, especially as the global focus intensifies on sustainable practices. The study's outcomes can enhance global discussions on riparian ecosystem preservation.
RESPON PERTUMBUHAN IPOMOEA REPTANS PADA MEDIA TANAM (TANAH DAN AIR) TERHADAP PENCEMAR TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) Anggraini Aurina Putri; Ferdian Gita Permana; Adelia Wulandari; Rony Irawanto
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 13, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v13i1.9679

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya melimpah yang bersumber dari hayati maupun non-hayati. Pesatnya kegiatan pembangunan dan industri juga memiliki dampak yang kurang baik terhadap kualitas lingkungan, salah satunya yaitu limbah logam berat. Di antara banyaknya logam berat yang mencemari perairan dan tanah, logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu) merupakan dua jenis logam yang banyak ditemukan. Adanya pencemaran logam dapat merusak ekosistem pada lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran logam berat yaitu dengan melakukan fitoremediasi. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan Ipomoea reptans (kangkung darat) karena mudah beradaptasi dan memiliki waktu panen yang cepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung darat pada media tanam tanah dan air yang tercemar logam Pb dan Cu. Metode yang digunakan yaitu eksperimental. Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanah yang tercemar logam Pb dan Cu dengan konsentrasi yang tinggi, tanaman yang dihasilkan menjadi lebih pendek dengan jumlah daun yang sedikit. Hasil yang serupa juga terjadi pada media air yang tercemar Cu dan Pb + Cu. Perlakuan logam pencemar Pb, sampai hari pengamatan terakhir I. reptans mampu tumbuh dengan baik. Tumbuhan I. reptans dapat menjadi rekomendasi untuk fitoremediasi pada lingkungan media air tercemar logam Pb.