Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Territorial Approach to Spatial Dynamics Based on Posuo and Kawia Tradition of the Labalawa Community of Baubau City Mimin Trianus; Lisa Dwi Wulandari; Ema Yunita Titisari
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6143

Abstract

This study aims to identify and analyze space territories in the kawia traditions of the Labalawa community. The method used in this research is descriptive qualitative by analyzing the results of the identification of the formation of territory based on changes in shape, size, boundaries, and space components, sampling was carried out by purposive sampling with the criteria of house types of Banua tada and stone houses and differences in the availability of space on the object of observation. The results showed that the space territory was dominated by semi-fixed elements and non-fixed elements, changes in the function of space during the posuo and kawia tradition from day to day were more dominated by public functions, and the condition of adding space called kaompu with the stage form was more influenced by factors availability of open space and also because of the tradition of building the Labalawa community which is practiced from generation to generation through the posuo and kawia tradition.
Analisis Elemen – Elemen Pembentuk Citra Kota di Kawasan Perdagangan Pasar Bambaru Kota Palu: Analysis of the Elements Forming the City Image in the Bambaru Market Trading Area of Palu City Nurul Muthiah; Mimin Trianus; Imam Prasetyo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10412

Abstract

alam konteks perkotaan, citra kota menjadi representasi visual dan spasial yang mencerminkan identitas suatu kota. Citra ini terbentuk melalui interaksi antara elemen fisik kota, pola aktifitas, dan pengalaman pengguna ruang, sehingga menentukan bagaimana suatu kawasan dikenali, diingat dan dimaknai oleh masyarakat. Citra kota berperan penting dalam membangun identitas, meningkatkan daya tarik, serta memperkuat orientasi dan kenyamanan ruang perkotaan. Kota Palu memiliki Kawasan pusat perdagangan pasar Bambaru yang berada pada kecamatan Palu Barat. Kawasan Perdagangan Pasar Bambaru merupakan salah satu area bersejarah dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Palu yang memiliki karakter visual khas sebagai identitas kawasan. Namun, perkembangan kota yang pesat dan perubahan fungsi ruang menyebabkan elemen – elemen pembentuk citra kawasan mengalami degradasi, sehingga persepsi pengunjung dan masyarakat terhadap identitas kawasan menjadi kurang kuat. Citra kota menjadi sesuatu yang penting untuk memperkuat identitas dan wajah kota sehingga membuat kota tersebut menarik dan memiliki daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen - elemen pembentuk citra kota di Pasar Bambaru Kota Palu berdasarkan teori Kevin Lynch, meliputi path, edge, district, node, dan landmark. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Deskriptif Kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan studi literatur berupa sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal, peta, lalu metode pengumpulan data dokumentasi, dan metode pengumpulan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian dan koridor perdagangan berfungsi sebagai path utama yang mengarahkan pergerakan pengunjung, sedangkan tepi kawasan seperti batas permukiman menjadi edge yang membingkai ruang aktivitas. Area perdagangan inti membentuk district dengan karakter yang kuat, sementara titik konsentrasi aktivitas seperti pintu masuk pasar dan area kuliner menjadi node yang dominan. Landmark kawasan berupa simbol rumah adat souraja pada fasad bangunan pasar Bambaru serta taman dengan hiasan sculpture pada ujung jalan teuku umar memiliki potensi besar sebagai penguat identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan elemen – elemen citra kota di Pasar Bambaru perlu dilakukan melalui penataan visual, perbaikan fasilitas, dan pelestarian bangunan bersejarah agar karakter kawasan tetap terjaga dan mampu mendukung vitalitas ekonomi serta identitas Kota Palu.