Claim Missing Document
Check
Articles

Structural System and Local Cultural Wisdom in The Traditional Architecture of Kenali Lampung Which is Currently Starting to be Rare Putri, Pipiet Arini; Titisari, Ema Yunita; Wikantiyoso, Respati
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 14 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v14i2.6875

Abstract

This research takes a case study of traditional architecture in Lampung Province with the material and method used is descriptive qualitative by taking data and analyzing it deductively. The data was obtained from secondary data in the form of books, journals, and other sources related to the traditional architecture of Lampung. The analytical technique used is descriptive exploratory with the results of the analysis of the Kenali traditional house showing a broad understanding of space and adaptation to the environment. The form and system that supports the building are one of the community's efforts to complement and explore its natural and cultural potential. In terms of structure, construction, and connection system, this traditional house also has local wisdom that can be developed and can be used as an alternative for construction completion and natural disaster management to date.
Lanskap Budaya Desa Toyomarto dengan Pendekatan Identitas Teritori Aisyah Safitri; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini, industri pariwisata memiliki peran besar dalam perubahan suatu wilayah. Industri tersebut dapat mengkomodifikasi suatu tempat secara umum. Perubahan tersebut mulai muncul di Desa Toyomarto seiring dengan dilakukannya pengembangan tempat-tempat wisatanya. Saat ini, kegiatan pariwisata di Desa Toyomarto berada di antara arus tradisional dan modern. Permasalahan yang muncul adalah semakin hilangnya nilai-nilai lokal dan degradasi lingkungan. Maka dari itu, perlu diketahui bagaimana karakter lanskap budaya Desa Toyomarto dengan mengidentifikasi karakter lanskap tersebut melalui pendekatan identitas teritori, dengan harapan agar dalam pengembangan lokasi wisatanya, karakter lanskap desa akan tetap muncul tanpa harus ketinggalan modernitas.
Karakter Visual Pura Mandaragiri Semeru Agung di Lumajang Winda Astutiningsih; Ema Yunita Titisari; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Mandaragiri Semeru Agung merupakan tempat ibadah bagi umat. Pura ini terletak dilereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang. Dari segi visualPura ini bergaya arsitektur Pura Bali, namun karena lokasinya yang terdapat di LerengSemeru – Lumajang, terdapat usaha untuk memunculkan lokalitas dimana pura didirikan.Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif-analitik untuk kemudian disandingkandengan karakter visual beberapa pura di Bali. Penggunaan sub-variabel ditentukan untukmenganalisis elemen bangunan untuk kemudian disintesis dengan variabel yang telahditentukan untuk mendapatkan karakter visual kompleks Pura Mandaragiri Semeru Agung.Sub-variabel yang dipakai adalah elemen visual bangunan meliputi: bentuk, garis, material,warna, tekstur, dan ornamen. Sedangkan variabel utamanya adalah prinsip visual yangmeliputi: irama, skala dan proporsi, keseimbangan dan kesatuan. Untuk mendapatkanperbedaan karakter visual Pura Mandaragiri Semeru Agung sebagai Pura Hindu di luar Baliyang memiliki gaya Arsitektur Bali dilakukan penyandingan dengan bangunan serupa daribeberapa Pura Bali yang telah dipilih sesuai dengan tingkatan yang sama. Secara visual PuraMandaragiri Semeru Agung dipengaruhi oleh arsitektur Pura Bali terutama pada bentukbangunan. Ornamennya memiliki kemiripan dengan ornamen pada Pura Bali tetapi lebihsederhana. Hal yang membedakan dengan Pura Bali adalah material yang digunakan.Kata kunci: karakter visual, arsitektur pura, arsitektur Bali
Komparasi Morfologi Stasiun Milik Nederlandsch Indische Sooorweg (NIS) Dengan Stasiun Milik Staatsspoorwegen (SS) Aubrey Giandima; Ema Yunita Titisari; Joko Triwinarto Santoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahirnya jaringan rel kereta api bermula dari melimpahnya hasil panen saat Tanam Paksa. Setelah raja Belanda menurunkan maklumat, timbul perdebatan mengenai perusahaan seperti apa yang dapat melakukan bisnis kereta api tersebut. Hasil dari perdebatan tersebut adalah sebuah perusahaan swasta bernama Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS). Akan tetapi, jalur yang dibangun oleh NIS memiliki banyak kekurangan sehingga akhirnya pemerintahan Hindia Belanda mendirikan perusahaannya sendiri yaitu Staatsspoorwegen (SS). Kedua perusahaan memiliki andil yang besar dalam perkembangan kereta api di Hindia Belanda. Dua entitas perusahaan yang berbeda menggunakan strategi yang berbeda dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini tentu menimbulkan morfologi yang menarik untuk dikomparasikan. Penelitian ini membahas karakteristik morfologi stasiun kereta api dari dua perusahaan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui skema komparasi. Variabel morfologi stasiun digunakan sebagai poin komparasi yang lalu dideskripsikan dengan aspek fungsi, bentuk, dan makna. Objek penelitian terpilih untuk dikomparasikan adalah Stasiun Tawang milik NIS dan Stasiun Cirebon milik SS. Hasil penelitian berupa room street sebagai karakteristik stasiun milik NIS dan kesimetrisan yang konstan pada stasiun milik SS.
PELESTARIAN GEDUNG PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (EKS HANDELS VEREENIGING AMSTERDAM) DI SURABAYA Carissa Fadina Permata; Ir Antariksa; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.772 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi karakter bangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode evaluatif (pembobotan), dan metode development. Karakter arsitektur kolonial di bangunan Gedung PT Perkebunan Nusantara XI (Eks Handels Vereeniging Amsterdam) adalah penggunaan simetri bilateral pada komposisi massa, tampak depan dan denah bangunan. Langgam bangunan adalah langgam eklektik yang dipengaruhi Art and Craft, Art Nouveu dan Art Deco. Perulangan elemen bukaan (jendela dan ventilasi) di sepanjang keliling selubung bangunan dengan pola a-a-a-a menimbulkan kesan formal-monoton. Penggunaan material marmer pada dinding hall lantai 1 dan lantai 2 yang menunjukkan karakter bangunan perkantoran, yaitu kuatnya kualitas visual hall sebagai pusat bangunan. Arahan pelestarian bangunan Balai Penelitian Bioteknologi Penelitian Indonesia terbagi menjadi tindakan preservasi (11 elemen), konservasi (14 elemen), rehabilitasi (13 elemen).Kata kunci: pelestarian, bangunan bersejarah, strategi.
Tinjauan Interdisipliner dalam Mengkaji Aspek Kosmologi dalam Arsitektur Ema Yunita Titisari; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari; Surjono Surjono
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.612 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2017.015.01.6

Abstract

This paper is a review of the importance of interdisciplinary reviews in assessing the cosmological aspects of architecture. Architecture is a discipline that focuses on the study of the human environment. Environment and humans are very complex objects. Studies of people and architecture need to involve other disciplines. Involving other disciplines will help the understanding of people and architecture as a cultural product. Cosmology is the key to understanding architecture, especially the architecture of pre-modern society. By analysing the substance of some theories and architectural research on cosmology obtained the conclusion that in reviewing cosmological aspects in architecture is required interdisciplinary studies because architecture is an object that needs to be viewed from many perspectives. This is due to the complexity of human beings who create and create architecture as a place of residence.Keywords: interdisciplinary, architecture, cosmology
Penataan Ruang Kelas Yang Sesuai Dengan Aktivitas Belajar Kasus: Paud Kuncup Matahari Dan Pg/Ra Mutiara Bhima Sakti Sidoarjo Triandriani M.; Noviani S.; Ema Yunita T.
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.443 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.7

Abstract

The main problem of PG/RA Mutiara Bhima Sakti and PAUD Kuncup Matahari’s classroom design is how to optimize the available space-resources to accomodate learning acitivities.This could be a supporting factor to success learning program. This research aim to find the suitable classroom model for PG/RA Mutiara Bhima Sakti and PAUD Kuncup Matahari by studying of space-use and learning program. PG/RA Mutiara Bhima have only 1 permanent classroom, while another classroom was divided into 2 classrooms using non-permanent divider. PAUD Kuncup Matahari’s classroom was too small to accomodate all the students. From the result of the analysis and according to BCCT program (as the learning program used by those two prescools), we arrange classroom into centers: natural, dramatic, preparation, block, etc. These centres was arranged by utilize space-resources optimizely. One centre colud be used by one class or more, in the same time or in different time. The classrooms was designed flexible. They can be used for different activities by changing their interior arrangement.Kata kunci: arrangement, classroom, children
Konsep Ekologis pada Arsitektur di Desa Bendosari Ema Yunita Titisari; Joko Triwinarto S.; Noviani Suryasari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.159 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.3

Abstract

Desa Bendosari tengah berupaya mengembangkan potensi alamiahnya untuk kegiatan agraris dan wisata. Dikhawatirkan implikasi dari kegiatan wisata adalah pada kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu dibuat serangkaian kebijakan terkait tata ruang kawasan agar nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi konsep ekologis masyarakat Desa Bendosari dengan mengangkat arsitektur sebagai obyek penelitian. Unsur-unsur arsitektural yang diamati antara lain adalah ruang, struktur dan konstruksi, bahan (material bangunan), dan unsur-unsur non fisik (sosial, budaya, ekonomi, agama/kepercayaan, adat-istiadat, dan sebagainya) sebagai faktor penentu perubahan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis didasarkan pada teori arsitektur ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektut Desa Bendosari masih cukup ekologis meskipun dalam beberapa hal telah mulai meninggalkan konsep ekologis terutama terkait penggnaan bahan bangunan dan teknologi baru yang tidak diadaptasikan dengan kondisi lokal.Kata kunci: arsitektur, ekologis, desa
Penyusunan Database Arsitektur Nusantara Berbasis Tipologi Arsitektur Dari Paradigma Budaya Ema Yunita T; Abraham M. Ridjal
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.072 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.3

Abstract

Penelitian mengenai arsitektur nusantara saat ini tersebar luas. Perlu upaya untuk menghimpun dan menyatukan hasil-hasil penelitian tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk perbaikan negeri. Database Arsitektur Nusantara berisi kejamakan dan kemajemukan ragam arsitektur nusantara merupakan upaya yang strategis bagi kebutuhan penelitian bertema kearifan lokal arsitektur nusantara. Database ini dimanfaatkan dan dikembangkan bersama secara partisipatori dengan media web online. Dasar penyusunan data base adalah perumusan tipologi arsitektur dengan paradigma budaya yaitu: Keperkasaan Masyarakat Megalit, Kewaspadaan Pelestari Lingkungan Hutan, Ketekunan Masyarakat Tani Pedalaman, Keterbukaan Masyarakat Pesisir, dan Kelenturan Masyarakat Dagang, Industri dan Informasi. Variabel amatannya didasarkan pada aspek dan unsur-unsur arstitektural, yang kelengkapannya tergantung ketersediaan data. Jenis data meliputi data deskriptif (tulisan/paparan), gambar 2 dan 3 dimensi, peta-peta, hingga model digital X3D dalam bentuk video. Kelengkapan data ini dapat dikembangkan dan dibangun bersama-sama. Dengan adanya database yang dapat menjadi salah satu bahan rujukan penelitian arsitektur, diharapkan data-data hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan yang terkandung dalam arsitektur nusantara sehingga bermanfaat bagi perbaikan negeri ini.Kata kunci: database (data dasar), Arsitektur Nusantara
Penataan Lansekap Pada Program Kampung Agropreneur Di Tembalangan Malang Ema Yunita Titisari; Damayanti Asikin
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.034 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.2

Abstract

Salah satu cara memecahkan permasalahan ruang terbuka hijau di kampung-kampung kota adalah melalui program pertanian kota. Selain dapat memperbaiki kualitas ekologi dan aspek visual lingkungan, urban farming berpotensi menjadi kegiatan ekonomi. Pada Kampung Tembalangan yang cukup padat, diperlukan perencanaan pola penataan lansekap dari kegiatan pertanian kota yang dilakukan. Penataan lansekap pada Kampung Tembalangan ini meliputi beberapa tahap yaitu: evaluasi kondisi eksisting, analisis potensi, dan alternatif solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik urban farming yang dipraktekkan dapat sekaligus menjadi elemen-elemen estetis arsitektural dan menciptakan ruang untuk beberapa fungsi sesuai dengan yang dibutuhkan.Kata kunci: penataan, lansekap, agropreneur, kampung
Co-Authors - Antariksa Abdullah, Azli Abraham M. Ridjal Achadiah Rachmawati Achadiah, Rachmawati Agung Murti Nugroho Ahmad, A. Ghafar Aisyah Safitri Akbar Al Ghifari Al Ansi, Nashwan Ananda Weningtyas Handoyono Andini, Ni Putu Ayu Mesa Angela Upitya Paramitasari Annisa Nur Rahmadani Antariksa Antariksa Sudikno Ariani Mandala Arsita*, Ema Dwi Arsita, Ema Dwi Aubrey Giandima Azizah, Alya Lailatul Carissa Fadina Permata Cayarini, Filomina Dwi Cynthia E.V Wuisang Damayanti Asikin Damayanti Asikin Demayanti Asikin Dhiah Agustina Qahar Djunaidi, Muhammad Rafli Alfathan Dwi Ely Wardani Edi Subagijo Eko Nurin Daniyanto Ema Dwi Arsita Fadia Arinta Rahimasari Fahima, Tiza Fajri Nur Almaasah Fakhita Aulia Ramadhanty Gusti Ayu Suartika H. Djunaidi, Irfan Haru Agus Razziati Heptari Elita Dewi Herlindah Herlindah, Herlindah Herry Santosa Heru Sufianto Hyder, Afaq C. I Gusti Agung Bagus Suryada I Nyoman Widya Paramadhyaksa Imanda Amalia Damayanti Ir Antariksa Irfan H. Djunaidi Isna Johanda, Almira Firdania Ivan Wahyu Oktsandy Joko Triwinarto S. Joko Triwinarto S. Joko Triwinarto Santoso Kawaldi, Rendy Shika Lisa Dwi Wulandari Lisa Dwi Wulandari M Rizki Hudiatma M. Mukhdif Al-Afghoni Makarim, Muhammad Raja Rafi Manalu, Citra Mentari Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mimin Trianus Mimin Trianus Monica Sheira Mourad, Raghad Muhamad, Infaroyya Al Karimah. Muhammad Wildan Abrori Muhammad, Infaroyya Al Karimah Mutiara Indah Puspitasari Nabela, Siela Mara Ni Kadek, Ayu Lestari Noviani S. Noviani Suryasari nurjanah ratnaningrum Omar, Shida Irwana Puspitasari, Mutiara Indah Putri, Pipiet Arini Ratnaningrum, Nurjanah Respati Wikantiyoso Rofina Akwanul Hikmah Savitri, Diana Setiadi, Hafid Siela Mara Nabela Siela Mara Nabela Siti Azizah Siti Azizah Siti Hamidah Siti, Hamidah Sri Utami Sri Utami Sri Utami Surjono Surjono Suryada, I Gusti Agung Bagus Susilo Kusdiwanggo, Susilo Triandriani M. Veronica Stefani Melita, Veronica Stefani Melita Wahid, Julaihi Winda Astutiningsih Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera