Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEK LAMA PENYIMPANAN WHOLE BLOOD AB+ TERHADAP KADAR NATRIUM SERUM DI BANK DARAH RSUD ULIN BANJARMASIN Chulud Chulud; Miftahul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is a quasi-experimental study with a research design using a time series design with 2 whole blood AB + samples with repeated measurements 3 times on the 0th, 10th, and 20th days. The results showed that the average serum sodium level on day 0 was 152.34 mEq/L, the 10th day was 155.5 mEq/L, and the 20th day was 152.5 mEq/L. The percentage decrease in serum sodium levels on days 0-10 by 0.01%, days 10-20 by 0.02%, and days 0-20 by 0.03%. The results of examination of serum sodium levels from each examination decreased during storage of 20 days. So it can be concluded that the longer the whole blood is stored, the lower the serum sodium level. Keywords: whole blood, serum sodium Abstrak: Natrium serum berfungsi memelihara tekanan darah osmotik cairan ekstraselular dan berhubungan dengan cairan tubuh serta membantu fungsi neuromuskular. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan penelitian menggunakan time series design dengan 2 sampel whole blood AB+ dengan pengulangan pengukuran sebanyak 3 kali pada hari ke-0, ke-10, dan ke-20. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar natrium serum pada hari ke-0 sebesar 152,34 mEq/L, hari ke-10 sebesar 155,5 mEq/L, dan hari ke-20 sebesar 152,5 mEq/L. Presentase penurunan kadar natrium serum pada hari ke 0-10 sebesar 0,01%, hari ke 10-20 sebesar 0,02%, dan hari ke 0-20 sebebsar 0,03%. Hasil pemeriksaan kadar natrium serum dari setiap pemeriksaan terjadi penurunan selama penyimpanan 20 hari. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama whole blood disimpan maka kadar natrium serum akan menurun. Kata-kata kunci: whole blood, natrium serum
EFEK LAMA PENYIMPANAN WHOLE BLOOD AB+ TERHADAP KADAR KALIUM SERUM DI BANK DARAH RSUD ULIN BANJARMASIN Fairuz Zetalini; Miftahul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Whole blood storage duration can cause alteration in various biochemical changes. This study was aimed to observe potassium changes in a stored whole blood. It was a quasi experimental study with time series design. It was a purposive sampling. The number of samples used were 2 bags of whole blood. Blood (350ml) was drawn from healthy donors and stored in 2-6oC temperature. Potassium serum level will be examined three times (triplo) at 0, 10, 20 days interval. Potassium serum level were examined using ISE method. The average of potassium serum level in day 0, 10, 20 were 2.37; 11.98; dan 13.72 mmol/L. The percentage increase of potassium serum level in day 0-10, 10-20, 0-20 were 405.5%; 14.52%; and 478.9% . It was concluded that there is a tendency to increase potassium levels after whole blood is stored for 20 days in Blood Bank Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: stored blood, whole blood, potassium serum. Abstrak: Penyimpanan whole blood yang lama dapat menyebabkan perubahan kadar biokimia darah di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek lama penyimpanan whole blood AB+ terhadap kadar kalium serum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan time series design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 2 kantong whole blood. Darah sebanyak 350 ml akan diambil dari pendonor kemudian disimpan pada suhu 2-6oC. Kadar kalium serum akan diukur sebanyak tiga kali (triplo) pada penyimpanan hari ke-0, 10, dan 20. Pemeriksaan kalium mengunakan metode ISE. Rerata kadar kalium serum pada hari 0, 10, dan 20 berturut-turut adalah 2,37; 11,98; dan 13,72 mmol/L. Persentase peningkatan kadar kalium serum hari 0-10, 10-20, dan 0-20 berturut-turut adalah 405,5%; 14,52%; dan 478,9%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan kadar kalium serum setelah whole blood AB+ disimpan di Bank Darah RSUD Ulin Banjarmasin selama 20 hari. Kata-kata kunci: penyimpanan, whole blood, kalium serum.
Efek Lama Penyimpanan Whole Blood AB+ terhadap Kadar Albumin Serum di Bank Darah RSUD Ulin Banjarmasin Levina Halim; Miftahul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.052 KB)

Abstract

Abstract: Whole blood is one type of blood transfusion with a complete component, which has plasma and all blood cells. AB+ blood type is the least in Indonesia, which is only 8.51%. One of the components of whole blood is albumin. This study aims to determine the effect of whole blood AB+ storage duration to serum albumin levels in Blood Bank Ulin Hospital Banjarmasin. This research is a quasi-experimental study by discussing time series design. The number of samples used were 2 whole blood AB+ obtained from healthy donors and stored at 2o-6oC. Serum albumin levels were measured on days 0, 10 and 20. The results of this research were obtained that average serum albumin levels on day 0= 3.34 g/dL, day 10= 3.16 g/dL, and day 20= 2.90 g/dL with the percentage decrease in serum albumin levels day 0-10= 5.4%, day 10-20= 8.2%, and day 0-20= 13.2%. Based on the result of this research, it can be concluded that there is a tendency decreased to serum albumin levels on whole blood AB+ stored in the Blood Bank of Ulin Hospital Banjarmasin for 20 days.  Keywords: whole blood, storage duration, serum albumin. Abstrak: Whole blood adalah salah satu jenis darah transfusi dengan komponen yang lengkap, yaitu memiliki plasma dan semua sel darah beserta komponennya. Golongan darah AB+ jumlahnya paling sedikit di Indonesia yaitu hanya sebesar 8,51%. Salah satu komponen penyusun whole blood adalah albumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek lama penyimpanan whole blood AB+ terhadap kadar albumin serum di Bank Darah RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan pendekatan time series design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 2 kantong whole blood AB+ yang diperoleh dari pendonor sehat dan dilakukan penyimpanan pada suhu 2o-6oC. Kadar albumin serum diukur pada hari ke-0, 10, dan 20. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar albumin serum pada hari 0= 3,34 g/dL, hari 10= 3,16 g/dL, dan hari 20= 2,90 g/dL dengan persentase penurunan kadar albumin serum hari 0-10= 5,4%, hari 10-20= 8,2%, dan hari 0-20= 13,2%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat kecendrungan penurunan kadar albumin serum pada whole blood AB+ yang disimpan di Bank Darah RSUD Ulin Banjarmasin selama 20 hari. Kata-kata kunci: whole blood, lama penyimpanan, albumin serum.