Abstract: The adherence behavior of taking anti-diabetes drugs is influenced by age, gender, family support, and health workers support. The aim of the study was to analyze the factors related to the behavior of adherence to taking anti-diabetes medication in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Puskesmas Banjarmasin. Observational analytic research method with cross sectional approach. A sample of 50 people was obtained by systematic random sampling technique. Chi-square test with α <0.05. The results showed that the respondents were not elderly (64%) and the elderly (75%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.576). Male respondents (63%) and women (74%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.611). Respondents who have good family support (90%) had high adherence behavior to taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 6.00). Respondents who good health workers support (88%) had high adherence behavior for taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 4.88). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and health workers support with adherence behavior to taking anti-diabetes drugs but there is no relationship between age and sex with adherence behavior to taking anti-diabetic drugs in T2DM patients at Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Keywords: family support, health worker support, the adherence of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan Uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (64%) dan lansia (75%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,576). Responden laki-laki (63%) dan perempuan (74%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,611). Responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik (90%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti dabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=6,00). Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang baik (88%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=4,88). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dan tidak terdapat hubungan usia dan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DMT2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci: dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, perilaku kepatuhan minum obat.