Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Concept of Suicide in Theravada Buddhism Nuriani Nuriani; Junaidi Junaidi; Haudi Haudi; Kabri Kabri; Panir Selwen
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6815

Abstract

This study aims to describe the topic of suicide in the perspective of Theravada Buddhism using the literature review method. There are people holding the view of annihilation (vibhava-taṇhā) or craving for nonexistence, and they believe that suicide is the final solution to end the suffering. But The Buddha never taught to avoid suffering by committing suicide, and it will, for sure, not lead to liberation. Committing suicide will cause another chain of suffering and rebirth in the lower realm, even fall into endless cyclic existence (saṃsāra). That is why it goes “against the stream” of Buddhist moral teaching. The suicide was wrong because of the presence of desire or aversion accompanied by delusion (moha). The five precepts of the lay people (pañcasīla) and the pāṭimokkha of the monastic order, especially in the section of parajika, have clearly mentioned about the commitment to avoid killing. The idea of killing and suicide are inconsistent with the first precept of Pancasila and the Third precepts of patimokkha.  The concept of suicide is inconsistent with Buddhist ideas in the precepts for monks, nuns, and laypeople, that is why we have to understand hiri and otappa, so that we have strong life guidelines in carrying out our daily life processes.
PELATIHAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MINGGU BUDDHA MELALUI LOKA SHANTI CAMP DI VIHARA LOKA SHANTI KOTA MEDAN Winja Kumari; Panir Selwen; Lisniasari Lisniasari; Ong Cin Siu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BODHI DHARMA (JPKMBD) Vol. 1 No. 1 (2021): Agustus
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpmb.v1i1.26

Abstract

Kemandirian perilaku (behaviour autonomy) merujuk kepada kemampuan seseorang dalam beraktivitas sebagai manifestasi dari berfungsinya kebebasan untuk berperilaku dan pengambilan keputusan. Pengembangan kemandirian perilaku tersebut dapat dikembangkan sejak dini dengan didampingi oleh guru Sekolah Minggu Buddha. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini kemudian dimaksudkan agar peserta didik Sekolah Minggu Buddha dapat mengembangkan kemandirian perilaku melalui kegiatan kemah (camp) yang dipraktikkan secara langsung di Vihara Loka Shanti dengan mengundang beberapa narasumber yang berkompeten. Berdasarkan hasil daripada pelaksanaan kegiatan tersebut, diketahui bahwa kemandirian peserta didik Sekolah Minggu Buddha Vihara Loka Shanti mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui bangun dan tidur tepat waktu, membersihkan kamar tidur, serta mampu menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) secara mandiri.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN KECANTIKAN BERBAHAN BAKU MINYAK ZAITUN SEBAGAI PELUANG USAHA DI MASA PANDEMI PADA ORGANISASI WANITA BUDDHIS TAMIL KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Panir Selwen; Winja Kumari; Lamirin Lamirin; Lusy Susanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BODHI DHARMA (JPKMBD) Vol. 1 No. 1 (2021): Agustus
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpmb.v1i1.27

Abstract

Tujuan utama daripada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan Organisasi Wanita Buddhis Tamil kota Medan. Pemberian penyuluhan dan pelatihan secara langsung mengenai proses pembuatan sabun alami berbahan dasar minyak zaitun pada akhirnya diharapkan dapat membuka peluang usaha untuk meningkatan pendapatan rumah tangga. Cara atau metode yang digunakan untuk memberikan pelatihan, yakni melalui ceramah, diskusi dan praktik atau demonstrasi. Hasilnya, Organisasi Wanita Buddhis Tamil kota Medan telah mampu membuat sabun kecantikan alami berbahan dasar minyak zaitun secara pribadi (perorangan) maupun berkelompok secara mandiri, sehingga setiap orang mempunyai peluang usaha di masa pandemi. Beragam produk perawatan tubuh dapat diterima dengan mudah. Namun masyarakat masa kini sudah mulai menyadari pentingnya gaya hidup yang sehat dengan meminimalisasi penyerapan kandungan kimia ke dalam tubuh. Bisnis sabun handmade atau rumahan kemudian dapat menjadi salah satu opsi yang menarik bagi pengguna produk pembersih alami dan tanpa bahan kimia berbahaya. Di samping itu, bisnis sabun handmade ini dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan.