Di Indonesia tingkat pemanfaatan unit pelayanan yang disediakan pemerintah untuk RS 31,8%, puskesmas/pustu 63,3. Menurut kementerian kesehatan Republik Indonesia ada sebanyak 9325 puskesmas telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2011, namun puskesmas belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat meskipun sarana pelayanan kesehatan dasar telah terdapat di semua kecamatan dan ditunjang oleh tiga atau empat puskesmas pembantu namun upaya peningkatan kesehatan belum dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat, diperkirakan hanya sekitar 30% penduduk yang memanfaatkan pelayanan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu).Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelyanan puskesmas pembantu di Kecamatan Silau Kahaen Kabupaten Simalungun Tahun 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang berdomisili di wilayah kerja puskesmas pembantu di Kecamatan Silau Kahaen kabupaten Simalungun Tahun 2014 yaitu sebanyak 3.952kepala keluarga dan sampel 98 orang dengan tehnik simple random sampling.Hasil penelitian berdasarkan umur mayoritas responden pad rentang umur 36-50 tahun. Jenis kelamin responden mayoritas perempuan perempuan sebanyak 75 orang (76,53%). Pendidikan mayoritas berpendidikan SD sebanyak 40 orang (40,82), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 73 orang (74,49%), sarana prasarana mayoritas baik sebanyak 76 orang (77,55%), pelayanan tenaga kesehatan mayoritas baik sebanyak 65 orang (66,35%), mayoritas responden memanfaatkan puskesmas sebanyak 71 orang (72,25%). Tidak ada pengaruh umur (p value=0,589), pendidikan (p value=0,20) dengan pemanfaatan puskesmas pembantu di kecamatan silau kahaen kabupaten simalungun tahun 2014. Ada pengaruh.