Pembimbingan dilakukan dengan metode Bedside Teaching, Diskusi Kasus dan Refleksi Kasus yang tercatat dalam student report. Pada tahap profesi dokter pembimbingan penting dilakukan tetapi terdapat berbagai kendala dalam pembimbingan klinik seperti keterbatasan waktu, penolakan pasien dengan kehadiran mahasiswa, kurangnya monitoring student report. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kuantitas pembimbingan klinik pada PSPD salah satu FK swasta di Semarang. Penelitian ini adalah observasional deskriptif menggunakan data sekunder berupa student report. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kualitas pembimbingan dinilai dari setiap kompetensi pembimbingan sesuai standar kriteria pembimbingan. Kuantitas pembimbingan dinilai dari kelengkapan keterlaksanaan pembimbingan sesuai tabel kewajiban mahasiswa. Total sampel sebanyak 70. Kuantitas pembimbingan Bedside Teaching paling banyak terpenuhi di stase THT-KL (71,4%), Diskusi Kasus di stase Kulit dan Kelamin (100%), Refleksi Kasus di semua stase masih belum terpenuhi semua. Kualitas pembimbingan Bedside Teaching mayoritas baik di stase Saraf (83,3%), Diskusi Kasus di stase Kulit dan Kelamin (100%), Refleksi Kasus di semua stase masih memiliki kualitas kurang. Kuantitas pembimbingan Bedside Teaching paling banyak terpenuhi di stase THT-KL, sedangkan kualitas pembimbingan Bedside Teaching paling baik di stase Saraf. Kuantitas dan kualitas Diskusi Kasus di stase Kulit dan Kelamin. Kuantitas dan kualitas Refleksi Kasus di semua stase masih belum terpenuhi semua dan memiliki kualitas kurang.