Muhammad Rozani
Universitas Bangka Belitung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TINDAK TUTUR PANTUN PADA PERTUNJUKAN DAMBUS DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BANGKA: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Muhammad Rozani; Nela Oktarina
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.408

Abstract

Kajian ini membahas tindak tutur pantun pertunjukan dambus adat pernikahan masyarakat Bangka dalam aspek tinjauan pragmatik. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui jenis tindak tutur dan bentuk tindak tutur teks pantun dalam pertunjukan dambus pada konteks pernikahan masyarakat Bangka. Manfaat hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai khazanah pengetahuan bagi pembaca terkait jenis tindak tutur dan bentuk tindak tutur teks pantun dalam pertunjukan dambus konteks pernikahan masyarakat Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi, dan menarik simpulan. Hasil analisis penelitian ini, yaitu terdapat tiga jenis tindak tutur ilokusi, yang berupa tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur ilokusi direktif, dan tindak tutur ilokusi komisif. Tindak tutur ilokusi asertif ditemukan sebanyak 11 kalimat, di antaranya pada pantun pertama bagian pembuka dengan kode P1.B1, P2.B2, dan P3.B3. Kemudian, pada pantun kedua dengan kode P2.B1, P2.B2, dan P3.B3. Lalu, pada pantun ketiga dengan kode P3.B1 dan P3.B2, serta pada pantun keempat dengan kode P4.B1 dan P4.B2. Tindak tutur direktif ditemukan sebanyak 3 kalimat, di antaranya pada pantun ketiga dengan kode P3.B4 dan pada pantun keempat dengan kode P4.B3 dan P4.B4. Tindak tutur komisif ditemukan sebanyak 2 kalimat, di antaranya pada pantun kedua dengan kode P2.B4 dan pada pentun ketiga dengan kode P3.B3. Tindak tutur pantun pertunjukan dambus konteks adat pernikahan masyarakat Bangka mengandung kisah atau cerita kehidupan pasangan mulai dari hendak menikah sampai pada setelah menikah.
Kearifan Lokal Masyarakat Bangka Belitung dalam Cerita Rakyat “Batu Balai”: Kajian Pendidikan Karakter Lasmi Hartati; Lili Liana; Muhammad Rozani
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20971

Abstract

There are various folk tales that contain local wisdom values. Folklore has many meanings in character formation. The aim of this research is to describe the benefits of folklore as a form of character formation. The method used in this research is descriptive qualitative. The research data sources were Batu Balai folklore documents, as well as interviews with informants which were then transcribed in narrative form. Interactive analysis was used to analyze the data, which was validated using triangulation and informant evaluation methods. Based on the research conducted, seven characters were found that emerged from the story. The characters found are independence, hard work, patience, commitment, mutual cooperation, honesty and politeness. The most dominant value of the seven values ​​is the value of hard work and mutual cooperation. Of course, this can be seen from the behavior or attitudes of the characters in the story. Especially the main character who tries to help his mother's economy. This needs to be implemented, because in the current era of digitalization, children are busy with their devices.