Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Organizational and Institutional Behavior in Pondok Pesantren with The Integrated Model Dadan Sunandar; Abdul Rosyad
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6453

Abstract

Today, there are many discourses related to the swift currents of change, pesantren still survive with the enthusiasm and high tradition/culture that is amazing. In the view of Muslims, it seems that Islamic boarding schools have been considered models of educational institutions that have advantages both from the aspect of the scientific tradition which is one of the great traditions, both in terms of transmission and internalization of the morality of Muslims. In this research, organizational behavior in Islamic boarding schools is based on the opinion of Colquitt, Lapine Weson, quoted by Siswoyo H & Halim P, that an integrative/combined model of organizational behavior was developed to improve three main goals including 1) organizational behavior; 2) individual performance; 3) Organizational commitment. Rist is through a literature study approach through various media related to "Organizational and institutional behavior in Islamic boarding schools with an integrative model". The pattern of behavior in Islamic boarding schools is essentially influenced by the effectiveness of the leadership of a kyai. Because the kyai is the highest leader in the pesantren organization. So this is illustrated in the kyai's efforts to always apply forms of Islamic boarding school organizational behavior, work ethics, spiritual intelligence, and an organizational commitment in Islamic boarding schools. In this case, a kyai is considered very special because there is an authoritative and admirable personality trait for anyone in the boarding school environment.
Konsep Pendidikan Karakter dalam Al-Quran Dadan Sunandar
Madaniyah Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/madaniyah.v15i1.1185

Abstract

Pendidikan karakter Islam membentuk individu yang tangguh dan mulia berdasarkan nilai-nilai tauhid (monoteisme), rasa syukur, kepercayaan, dan etika sosial sebagaimana diajarkan dalam Surah Luqman. Studi ini meneliti penerapan nilai-nilai Surah Luqman dalam merumuskan pendidikan karakter di sebuah pesantren modern sebagai dasar untuk mengembangkan kurikulum praktis yang berakar pada Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian diproses melalui kondensasi data, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan: Sekolah ini memfokuskan pendidikan karakternya pada tauhid dan rasa syukur. Melalui studi agama, dzikir harian, dan teladan dari guru, siswa dibimbing untuk mengembangkan perilaku yang saleh, rasa syukur, dan kerendahan hati. Ketaatan dan pengabdian kepada orang tua ditekankan, selaras dengan prinsip-prinsip iman. Sekolah juga menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, kepercayaan, dan kejujuran melalui rutinitas harian dan keterlibatan organisasi. Pendekatan ini menghasilkan siswa yang bermoral baik, mandiri, dan siap menjadi teladan di masyarakat, didukung lebih lanjut oleh praktik-praktik seperti shalat berjamaah, mendorong kebaikan dan mencegah keburukan, kesabaran, dan tanggung jawab. Kesimpulan: Pendidikan karakter membentuk siswa yang religius, mandiri, bertanggung jawab, dan berintegritas yang siap menjadi teladan di masyarakat.