Masita Muchtar
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro No.39 Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENDERITA MIOPIA YANG BEROBAT DI POLIKLINIK MATA RSU ANUTAPURA KOTA PALU TAHUN 2019-2021 Trissa Amalia; Tiara Meirani Valerie Savista; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.100

Abstract

Miopia adalah anomali bias mata di mana fokus konjugat retina berada pada titik tertentu di depan mata, ketika mata tidak akomodatif. Faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya miopia antara lain faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat keluarga dan sosial ekonomi. Miopia meningkatkan risiko gangguan serius seperti degenerasi makula miopia, ablasi retina, glaukoma, dan katarak dan merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di banyak negara pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021. Untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021.Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik, data diambil menggunakan “Teknik non probability sampling” sampel jenuh dari para penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu. Analisa data menggunakan SPSS 24 dengan uji frekuensi. Karakteristik penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu berdasarkan pada tahun 2019-2021: (1) Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan jumlah tertinggi mencapai 26 orang (26,7%). (2) Berdasarkan Usia terbanyak adalah usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan jumlah tertinggi mencapai 23 orang (58.9%). (3) Berdasarkan Pekerjaan terbanyak adalah pelajar dengan jumlah tertinggi pada tahun 2019 sebanyak 26 orang (66,7%). Penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu tahun 2019-2021 berdasarkan jenis kelamin tertinggi pada perempuan, berdasarkan usia tertinggi pada remaja akhir, dan berdasarkan pekerjaan tertinggi pada kalangan pelajar
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA GIZI PADA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIPO KOTA PALU TAHUN 2020 Aulia Nur Pratiwi; Masita Muchtar; Muhammad Fandy Rahmatu
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.101

Abstract

Angka kejadian akibat gangguan nutrisi pada ibu hamil di Kota Palu tergolong cukup tinggi dimana kejadian ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 13,02% dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 2,1%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan tahun 2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional study terhadap 82 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan ibu hamil di wilayah kerja Puskemas Tipo sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan status gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 38 orang (46,4%), kategori kurang sebanyak 28 orang (34,1%) dan kategori baik sebanyak 16 orang (19,5%). Hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang asupan gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 33 orang (40,2%), kategori baik sebanyak 25 orang (30,5%) dan kategori kurang sebanyak 24 orang (29,3%). Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tahun 2020 tergolong kategori cukup.
EVALUASI PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI PALU YANG DI RUJUK BALIK PADA TAHUN 2021 Nurhaliza Anggraini Neu; Ruslan Ramlan Ramli; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i3.110

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten. Ini mungkin karena gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap tindakan perifer insulin, atau keduanya. Program Rujuk Balik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban anggaran negara di bidang kesehatan. Dengan PRB, biaya klaim penyakit di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) sebagai mitra BPJS dapat dikurangi, namun pasien tetap mendapat pengobatan atau keperawatan dalam jangka panjang yang dilaksanakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dengan biaya pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Untuk mengetahui perkembangan dari penanganan rujuk balik pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling. Untuk mengetahui kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 sebelum dan sesudah berobat di puskesmas kamonji palu, data disajikan dengan program SPSS. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kamonji kota Palu pada bulan September sampai Desember 2021. Pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 83 orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara wawancara langsung, dan pengisian kuesioner pada pasien yang didiagnosis DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan dari 83 pasien DM tipe 2 sebelum berobat didapatkan sebanyak 74 (89.2%) pasien yang kadar glukosa darahnya dalam kategori buruk dan 9 (10.8%) pasien dengan kategori kadar glukosa sedang. Sedangkan 83 pasien DM tipe 2 sesudah berobat didapatkan sebanyak 49 (59.0%) pasien yang kadar glukosa darahnya dalam kategori buruk dan 34 (41.0%) pasien dengan kategori kadar glukosa sedang.