Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perencanaan Produksi Batch pada Industri Makanan untuk Meningkatkan Produktivitas Vaniloran Elysa Andriani; Nur Indrianti; Nur Afni
Jurnal Optimalisasi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v8i2.5734

Abstract

The batch production system is one of the strategies used by the industry to meet increasingly varied consumer demands. More product variations can result in an increase in the total setup time as a result of the many production processes switching from different families. This study aims to plan batch production at Bakpia Pathok Vista (UBV) SMEs to increase productivity by reducing setup and idle time. Production planning includes job sequencing and operator allocation. A heuristic algorithm was proposed to solve the problem. The results showed that production planning based on the proposed algorithm could reduce the total setup time and idle time by 15.63% and 92.67%, respectively, so that productivity increases by 31.67% from the previous condition. This research can be further developed by considering operator overtime and minimizing makespan.
OPTIMALISASI ALOKASI KAPASITAS DAN PENGELOLAAN BOTTLENECK DENGAN OPTIMIZED PRODUCTION TECHNOLOGY (OPT) PADA INDUSTRI GARMENT Vaniloran Elysa Andriani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengaplikasikan Optimized Production Technology (OPT) untuk meningkatkan throughput produksi pada UKM YK Merchandise, industri garment di Yogyakarta. Melalui pendekatan OPT, penelitian ini fokus pada optimalisasi alokasi kapasitas dan pengaturan waktu proses di stasiun kerja kritis, terutama pada SK 8 (menjahit) yang menjadi penghambat utama. Dengan pengelolaan bottleneck secara efektif, OPT bertujuan untuk meningkatkan throughput produksi, mempercepat alur produksi, serta mengurangi lead time tanpa melakukan perhitungan langsung pada aktivitas bernilai tambah. Penerapan OPT juga mengarahkan prioritas produksi pada produk dengan margin keuntungan yang lebih tinggi sebagai strategi peningkatan profitabilitas. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa OPT adalah alat manajemen kapasitas yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional UKM dalam industri manufaktur skala kecil.
Analisis Pengaruh Kualitas Aplikasi Shopee Untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Pieces Framework (Studi Kasus Pada Pelanggan Shopee Di Yogyakarta) Zean Cealcei Br Depari; Ilmardani Rince Ramli; Vaniloran Elysa Andriani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Shopee application’s quality on customer satisfaction in the Yogyakarta area using the PIECES Framework. The PIECES Framework serves as a comprehensive evaluation tool consisting of six key dimensions: Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, and Service. The research uses a descriptive quantitative method, with samples selected through purposive sampling involving 100 active Shopee users in Yogyakarta. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale and analyzed by calculating the average scores for each PIECES dimension. The results show that the Information and Efficiency dimensions achieved average scores of ≥4.20 and are categorized as Very Satisfied. Meanwhile, the Economics, Control, Service, and Performance dimensions scored between 4.00–4.19, which fall into the Satisfied category. These findings indicate that Shopee excels in delivering accurate Information and efficient transaction processes, although there is still room for improvement in other areas. In conclusion, the overall quality of the Shopee application contributes positively to customer satisfaction. This research offers practical implications for developers to enhance system Performance and provides theoretical insights for evaluating e-commerce Information systems. Keywords: application quality, customer satisfaction, Shopee, PIECES Framework, system evaluation, e-commerce, descriptive quantitative, Yogyakarta, performance, information, economics, control, efficiency, service, active users.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas aplikasi Shopee terhadap kepuasan pelanggan di wilayah Yogyakarta menggunakan PIECES Framework. PIECES Framework berfungsi sebagai alat evaluasi komprehensif yang terdiri dari enam dimensi utama: Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan sampel dipilih secara purposive sampling yang melibatkan 100 pengguna aktif Shopee di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan menghitung skor rata-rata untuk setiap dimensi PIECES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Information dan Efficiency mencapai skor rata-rata ≥4,20 dan dikategorikan Sangat Puas. Sementara itu, dimensi Economics, Control, Efficiency, dan Service mendapat skor antara 4,00–4,19, yang termasuk dalam kategori Puas. Temuan ini menunjukkan bahwa Shopee unggul dalam memberikan Informasi yang akurat dan proses transaksi yang efisien, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan di area lain. Kesimpulannya, kualitas aplikasi Shopee secara keseluruhan berkontribusi positif terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini menawarkan implikasi praktis bagi pengembang untuk meningkatkan kinerja sistem dan memberikan wawasan teoritis untuk mengevaluasi sistem informasi e-commerce. Kata Kunci: kualitas aplikasi, kepuasan pelanggan, Shopee, PIECES Framework, evaluasi sistem, e-commerce, kuantitatif deskriptif, Yogyakarta, performance, information, economics, control, efficiency, service, pengguna aktif.
Penerapan Linear Programming dalam Optimasi Perencanaan Produksi Industri Kecil Menengah di Indonesia: Studi Sistematis dan Meta-Analisis Vaniloran Elysa Andriani
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  Small and Medium Industries (SMIs) play a strategic role in Indonesia’s economy, yet many still face challenges in production efficiency and profit maximization. Linear Programming (LP) has been proven to be an effective optimization method for addressing production planning problems. This study aims to conduct a systematic literature review of the application of Linear Programming in Indonesian SMIs over the period 2018–2025, in order to identify the methods employed, the industrial sectors investigated, and the impact of their implementation on profit improvement. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA framework, 53 selected articles were examined in depth and synthesized through meta-analysis. The findings indicate that the Simplex method dominates usage (60.38%), followed by Goal Programming (13.21%) and Fuzzy Linear Programming (11.32%). The food and beverage sector constitutes the most frequently studied industrial sector (71.70%). Meta-analysis of 42 studies reporting quantitative data shows an average profit increase of 18.73%, with a range from 3.85% to 52.17%. Factors influencing the magnitude of improvement include the type of optimization method applied, the complexity of production constraints, and the initial level of capacity utilization. This study provides a theoretical contribution to understanding patterns of LP implementation in Indonesian SMIs and offers practical implications for practitioners and policymakers in adopting optimization technologies to enhance the competitiveness of the national SMI sector.  Keywords: Linear Programming, Production Optimization, Small and Medium Industries, Systematic Literature Review, Meta-Analysis, Indonesia   Abstrak Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun banyak yang masih menghadapi kendala dalam efisiensi produksi dan maksimalisasi keuntungan. Linear Programming (LP) telah terbukti sebagai metode optimasi yang efektif untuk mengatasi permasalahan perencanaan produksi. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian literatur sistematik terhadap penerapan LP pada IKM di Indonesia periode 2018-2025 untuk mengidentifikasi metode yang digunakan, sektor industri yang diteliti, dan dampak implementasinya terhadap peningkatan keuntungan. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan framework PRISMA, sebanyak 53 artikel terpilih dianalisis secara mendalam melalui meta-analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simpleks mendominasi penggunaan (60,38%), diikuti Goal Programming (13,21%), dan Fuzzy Linear Programming (11,32%). Sektor industri makanan dan minuman merupakan objek penelitian terbanyak (71,70%). Meta-analisis terhadap 42 studi yang menyajikan data kuantitatif menunjukkan rata-rata peningkatan keuntungan sebesar 18,73% dengan rentang 3,85% hingga 52,17%. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat peningkatan meliputi jenis metode optimasi, kompleksitas kendala produksi, dan tingkat utilisasi kapasitas awal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami pola penerapan LP pada IKM Indonesia serta implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan dalam mengadopsi teknologi optimasi untuk meningkatkan daya saing IKM nasional. Kata Kunci: Linear Programming, Optimasi Produksi, Industri Kecil Menengah, Systematic Literature Review, Meta-Analisis, Indonesia
METODE PERAMALAN HIBRIDA UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI Wildanul Isnaini; Vaniloran Elysa Andriani
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v9i1.24706

Abstract

ABSTRACT Production planning in industry is crucial, and its accuracy must be ensured. Incorrect planning can lead to losses for the company in the form of product shortages or surpluses, which in turn affect costs. The first step in production planning is determining the production volume, which can be done through forecasting. A single forecasting method relies on the company’s historical data patterns and is therefore reactive to changes. To address this issue, this study proposes a hybrid forecasting method that combines Exponential Smoothing (ES) and Moving Average (MA) into Hybrid Exponential Smoothing–Moving Average (HES-MA). The HES-MA method combines the adaptive nature of MA with the smoothing capabilities of ES via a weighting mechanism. The weighting mechanism is performed using the inverse error method of the Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Based on the results of the study, the HES-MA method produces error accuracy that is more stable against data changes than single forecasting methods using ES or MA. A sensitivity analysis is included to test the method. The forecast results generated by the HES-MA method serve as important inputs for the Master Production Scheduling (MPS). These forecast values are used to determine production quantities in each period to meet demand effectively. Furthermore, the stability of the proposed forecasting method can support better production planning decisions under dynamic demand conditions.   Keywords: Production planning, forecasting, moving average, exponential smoothing, weight, MAPE   ABSTRAK   Perencanaan produksi dalam industri merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan dan pastikan akurasinya. Perencanaan yang salah dapat menyebabkan kerugian perusahaan berupa kekurangan produk atau kelebihan produk sehingga berimplikasi pada biaya. Langkah awal dari perencanaan produksi adalah menentukan jumlah produksi yang salah satunya dapat dilakukan dengan peralaman. Metode peramalan tunggal yang digunakan bergantung terhadap pola data historis perusahaan sehingga reaktif terhadap perubahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan metode peramalan hibrida yang mengombinasikan Exponential Smoothing (ES) dan Moving Average (MA) menjadi Hybrid Exponential Smoothing–Moving Average (HES-MA). Metode HES-MA mengambil karakter adaptif MA dan pengalaman smoothing ES melalui mekanisme pembobotan. Mekanisme pembobotan dilakukan dengan metode invers error dari Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Metode HES-MA menghasilkan akurasi error yang dlebih stabil terhadap perubahan data daripada peramalan tunggal dengan ES atau MA. Analisis sensitivitas disertakan untuk pengujian metode. Hasil peramalan yang didapatkan dengan metode HES-MA merupakan input eksak untuk Master Production Scheduling (MPS). Nilai peramalan ini digunakan untuk menentukan jumlah produksi pada setiap periode guna memenuhi permintaan secara efektif. Selain itu, keandalan metode peramalan yang diusulkan dapat mendukung pengambilan keputusan perencanaan produksi yang lebih baik dalam kondisi permintaan yang dinamis.
PENDAMPINGAN OPTIMASI JADWAL PRODUKSI BERBASIS BOTTLENECK UNTUK MENINGKATKAN UTILISASI KAPASITAS PADA UMKM BOLU GULUNG SULTANA 25 JOGJA Vaniloran Elysa Andriani; Kholida Hanim
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.308

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan kepada UMKM dalam mengidentifikasi kapasitas dan tingkat utilisasi tiap work center pada lini produksi bolu gulung serta menyusun jadwal produksi yang lebih optimal. Kegiatan dilaksanakan pada satu lini produksi bolu gulung multi produk melalui tahapan identifikasi permasalahan, pengumpulan data proses produksi, serta pendampingan penyusunan jadwal berbasis kapasitas. Data yang digunakan meliputi waktu proses per unit pada tujuh work center, volume produksi mingguan untuk 15 jenis produk, kapasitas kerja tersedia, dan alur proses produksi. Dalam kegiatan ini, perhitungan kebutuhan kapasitas dan tingkat utilisasi digunakan sebagai alat bantu untuk memahami beban kerja masing-masing work center. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa work center pemanggangan memiliki beban kerja tertinggi dan pada kondisi awal melampaui kapasitas tersedia, sehingga berperan sebagai bottleneck, sementara beberapa work center lain memiliki kapasitas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan pendampingan, disusun usulan jadwal produksi mingguan dengan menempatkan bottleneck sebagai dasar pengaturan slot produksi serta menyesuaikan aliran kerja pada work center lainnya agar lebih seimbang. Kegiatan ini memberikan manfaat praktis bagi mitra dalam meningkatkan pemanfaatan kapasitas, mengurangi waktu menganggur, dan mendukung kelancaran proses produksi pada UMKM bolu gulung.