Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBELAJARAN DARING, STRES DAN ZOOM FATIGUE PADA MAHASISWA D-III KEPERAWATAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Sri Dearmaita Purba; Flora Sijabat; Amila Amila
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.110

Abstract

The Covid-19 pandemic that occurred in Indonesia led to the implementation of online or online learning in educational institutions so that the teaching and learning process can be carried out. In practice, online learning in universities has positive and negative impacts, especially in the health sector. The purpose of the study was to determine the effect of online learning on stress and zoom fatigue as well as the characteristics that affect D III nursing students at Sari Mutiara University, Indonesia. This research is a correlation analytic study with a cross sectional design. The sampling technique used purposive sampling with the number of respondents as many as 44 people. Data collection was carried out by distributing questionnaires through Google Forms which were sent to students by researchers via whatsapp. The bivariate test used to determine the relationship between online learning and the characteristics that affect stress and zoom fatigue is the Spearman correlation test. The results showed that there was a relationship between online learning and stress levels (p value = 0.009 ; r = 0.389). There is no relationship between age (p value = 0.327 ; r = -0.151); gender (p value = 0.851, r = 0.029); internet connection (p value = 0.276 ; r = -0.098); duration of online learning (p value = 0.369; r = -0.139) with the stress level of nursing students. There is a relationship between online learning (p value = 0.049; r = 0.299, age (p value = 0.018; r = 0.355), duration of online learning (p value = 0.037; r = 0.316) with zoom fatigue in nursing students. There is no relationship between gender (p value = 0.527, r = 0.098), internet connection (p value = 0.929; r = 0.014) and zoom fatigue in nursing students. Lecturers need to innovate/modify learning media with various applications that do not require high concentration, so that fatigue and stress on students do not occur. Abstrak Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan diterapkannya pembelajaran daring atau online diinstitusi pendidikan supaya proses belajar mengajar dapat dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring di perguruan tinggi memiliki dampak positif dan negatif terutama dibidang kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap stres dan zoom fatigue serta karakteristik yang mempengaruhi pada mahasiswa D-III keperawatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket melalui Google Form yang dikirim kepada mahasiswa oleh peneliti melalui whatsapp. Uji bivariat yang digunakan untuk mengetahui hubungan pembelajaran online dan karakteristik yang mempengaruhi stres dan zoom fatigue adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pembelajaran daring dengan tingkat stres (p value = 0,009 ; r = 0,389). Tidak ada hubungan antara usia (p value = 0,327 ; r = -0,151); jenis kelamin (p value = 0,851, r = 0,029); koneksi internet (p value = 0,276 ; r = -0,098); durasi belajar daring (p value = 0,369; r = -0,139) dengan tingkat stres mahasiswa keperawatan. Ada hubungan antara pembelajaran daring (p value = 0,049 ; r = 0,299, usia (p value = 0,018 ; r = 0,355), durasi belajar daring (p value = 0,037; r = 0,316) dengan zoom fatigue pada mahasiswa keperawatan. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p value = 0,527, r = 0,098), koneksi internet (p value = 0,929 ; r = 0,014) dengan zoom fatigue pada mahasiswa keperawatan. Dosen perlu melakukan inovasi/modifikasi media pembelajaran dengan berbagai aplikasi yang tidak memerlukan konsentrasi yang tinggi, sehingga kelelahan dan stress pada mahasiswa tidak terjadi.
Pemeliharaan Peralatan dan Pengawasan Pengolahan Depot Air Minum Isi Ulang dengan Kontaminasi Escherichia coli Pada Air Minum Ester Saripati Harianja; Apriska Dewi Sipayung; Sri Dearmaita Purba; Tengku Indah Abdilla
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v15i2.1367

Abstract

Escherichia coli bacteria found in refilled drinking water shows that the quality of the drinking water does not meet the requirements of drinking water refill depots (DAMIU) set by the government, both in terms of bacteriological examination and human resources. It is probably caused by poor equipment maintenance as well as irregular sanitation and hygiene measure by the owner. According to Permenkes No 492/Menkes/PER/IV/2010, one of the requirements of drinking water is said to be consumable if the total content of Escherichia coli bacteria is 0 per 100 ml. The purpose of this study was to analyze the relationship between equipment maintenance and monitoring of drinking water refill depots with Escherichia Coli contamination in drinking water refill depots in Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency. This study was an analytical type of research with a cross-sectional design. The population in this study was all DAMIU in Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency, amounted to 15 DAMIU. By employing a total sampling technique, a total number of 15 DAMIU served as research samples. Based on the results of the Fisher Exact test, it was found that there was a relationship between equipment maintenance and Escherichia coli contamination (p-value = 0.007), and there was a relationship between processing supervision and Escherichia coli contamination in drinking water refill depots in Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency (p-value = 0.017). It is recommended to the DAMIU manager to complete sanitation facilities and equipment such as closed trash cans, SPAL with a fluent and closed flow, replace gallon brush bristles every 3 months, and carry out regular drinking water quality checks and report to the local Health Office.
AYO MAKAN BERGIZI SETIAP HARI! PENGUKURAN STATUS GIZI ANAK DALAM MENDUKUNG PROGRAM MBG DI TK KALAM KUDUS MEDAN Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Ivan Elisabeth Purba; Putri Tresia Siburian; Cinthia Dewi Pasaribu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.1394-1401

Abstract

Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, ditandai dengan adanya gizi kurang dan gizi lebih yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemerintah Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupaya meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, yang perlu didukung dengan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak usia taman kanak-kanak sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program MBG. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui pengukuran antropometri pada seluruh siswa TK Kalam Kudus Medan sebanyak 37 anak. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (51,4%), namun masih ditemukan anak dengan status gizi sangat kurus (5,4%), kurus (16,2%), gemuk (10,8%), dan obesitas (16,2%). Temuan ini menunjukkan adanya masalah gizi ganda pada anak usia dini. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata kondisi status gizi anak serta menegaskan pentingnya pemantauan antropometri secara rutin sebagai dasar perencanaan intervensi gizi yang tepat sasaran. Pengukuran status gizi anak diharapkan dapat mendukung evaluasi dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta meningkatkan peran sekolah dan orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND THE HABIT OF WASHING HANDS WITH SOAP IN STUDENTS AT PUBLIC ELEMENTARY SCHOOLS 013 SIMANGARONSANG Taruli Rohana Sinaga; Kesaktian Manurung; R. Alyakin Dachi; Mido Ester Sitorus; Sri Dearmaita Purba; Putrina T. Olivia Purba
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6375

Abstract

Handwashing with soap represents the mechanical sanitization of dermal surfaces using cleansing agents and clean running water to eradicate pathogens, bacteria, and virus strains that potentially trigger various infectious clinical conditions. The primary goal behind promoting handwashing with soap is to suppress the transmission velocity of communicable agents. This empirical investigation was executed to chart the operational correlation between knowledge levels and the behavioral habit of handwashing with soap among learners at Public Elementary School 013 Simangaronsang, Doloksanggul District, Humbang Hasundutan Regency. Methodologically, This study adopts a quantitative approach using a cross-sectional model, drawing from a target population that simultaneously served as the total sample of 69 students from grades IV and V. Primary and secondary data collection was conducted utilizing a structured questionnaire instrument to evaluate the depth of student comprehension and determine the performance of the habit of handwashing with soap variable among the participants. Statistical hypotheses were verified using a bivariate Chi-Square test. The final research outcomes confirmed a highly significant relationship between health awareness and the practical habit of handwashing with soap, supported by an empirical p-value of 0.001. Based on these dynamics, there is an eye-opening need for tangible interventions to revitalize health infrastructure and deploy systematic educational schedules detailing accurate handwashing with soap steps through visual posters and audio-visual media, supplemented by furnishing robust sanitary assets and ensuring a stable supply of clean water within the school premises
FAKTOR YANG MEPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS BESITANG KABUPATEN LANGKAT Sri Dearmaita Purba; Antonij Edimarta Sitanggang; Liza Novira Dewi; Dewi Risma Uli Bancin; Taruli Rohana Sinaga; Sri Purwanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1417

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesehatan ibu dan janin. Status gizi yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan janin. Berbagai faktor diduga memengaruhi status gizi ibu hamil, di antaranya pengetahuan, pendidikan, umur, dan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Besitang pada periode penelitian sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi ibu hamil diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan pendidikan (p=0,003) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Sebaliknya, umur (p=0,742) dan pekerjaan (p=0,404) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Kesimpulan: Pengetahuan dan pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil, sedangkan umur dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan edukasi gizi melalui pelayanan antenatal perlu dioptimalkan sebagai upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mendukung kesehatan ibu serta janin.