Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 110 TAHUN 2016 (STUDI KASUS DESA WAE CODI KECAMATAN CIBAL BARAT, KABUPATEN MANGGARAI) Adrianus Uwang; Sukadi; I Wayan Kertih
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2022): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Wae Codi Village, West Cibal District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province. The purpose of this study was to determine the role of the Village Consultative Body in Wae Codi Village, West Cibal District, Manggarai Regency. The type of research used in this study is a descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews and study documentation. The results of the research carried out show that the role of the Village Consultative Body in the Village Government institution in Wae Codi Village, West Cibal District, Manggarai Regency has not run optimally according to the applicable laws and regulations. In this case, the legal basis used by the researcher refers to the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 110 of 2016 concerning the Village Consultative Body. Through the facts found by researchers in the field related to the role of BPD in Wae Codi Village, it has not run optimally with several obstacles hampering BPD performance, namely (1) Facilities and infrastructure; (2) BPD members who do not understand the function; (3) The community does not understand the scope of the BPD; and (4) There is no socialization from the government regarding the existence of BPD in Village Government institutions.
PEMBAGIAN HARTA WARISAN BAGI ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERDASARKAN HUKUM ADAT BUDAYA KARO DI DESA MANUK MULIA KECAMATAN TIGA PANAH KABUPATEN KARO Jhon Brema Barus; Sukadi; I Nyoman Natajaya
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2022): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Customary law is an unwritten law regarding regulations that govern the life of a community and its existence will still be adhered to by people who believe in it even though these regulations are not stipulated by the authorized institution. The purposes of this study are to: To determine the process of implementing the distribution of inheritance that occurs in the family and in the Karo community. To find out what obstacles women face in the distribution of inheritance in the household and community in Karo, and to find out the position of women of the Karo tribe in the inheritance distribution system. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques used are interviews, observation, and document recording. The research subjects were determined by purposive sampling technique, the research subjects were; Traditional Leaders, Head of Manuk Mulia Village, and Community Leaders. Research Results: Community inheritance system in Manuk Mulia Village, Implementation of Karo customary law in the distribution of inheritance and the position of Batak Karo women in the inheritance distribution system.
Kawin Tungku Adat Manggarai Menurut Pandangan Gereja Katolik ( Studi Kasus Di Paroki Kristus Raja Pagal, Kec Cibal, Kab Manggarai) Maria M Dimun; Sukadi; I Nyoman Natajaya
Ganesha Civic Education Journal Vol 4 No 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Kawin Tungku dalam budaya Masyarakat Manggarai di Paroki Kristus Raja Pagal, untuk mengetahui mengapa Masyarakat Manggarai masih ada yang Kawin Tungku dan untuk mengetahui proses Gereja Katolik memahami dan menyikapi Kawin Tungku. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Kawin tungku budaya masyarakat manggarai yang ada sejak dahalu, budaya kawin tungku ini adalah pernikahan yang terjadi antara anak dari saudara kandung maupun saudara jauh. Tujuan dari kawin tungku pada masyarakat Manggarai adalah memperat hubungan keluarga agar tidak putus. Dari penelitian tersebut Adapun hasil penelitian yang ditemukan adalah proses kawin tungku pada masyarakat manggarai di paroki kristus raja pagal itu melalui 2 tahap inti, pra pemingan dan peminagan. Pandangan gereja dalam memahami dan menyikapi budaya kawin tungku, didalam aturan gereja katolik melarang adanya perkawinan sedarah dan gereja memberikan dispensasi bagi pasangan yang melaksanakn perkawinan tungku ini. Alasan dasar masyarakat melaksanakan kawin tungku atas keinginan dari diri sendiri tanpa adanya paksaan dari kedua orangtua mereka. Nilai-nilai yang terkandung dalam perkawinan tungku ialah nilai kekerabatan.
Pelaksanaan Adat Belis Dalam Sistem Perkawinan Masyarakat Di Kelurahan Pa’u Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Salsha U M Ogos; I Wayan Landrawan; Sukadi
Ganesha Civic Education Journal Vol 4 No 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan0Penelitian0iniOadalah;(1)untukOmengetahuiOdanOmemahamiOpelaksanaan adat Belis dalam sistem perkawinan masyarakat di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (2) untuk mengetahui dan memahami makna pelaksanaan adat Belis bagi kehidupan wanita di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, PenelitianOiniOmerupakanOpenelitiandeskriptifOkualitatif,OteknikOpengumpulanOdataOyangOdigunakanOyaitu; wawancara, observasi,OdanOpencatatan dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik purposive sampling, dan yang menjadi0subjekOpenelitianOadalah ; tetua adat, masyarakatOdan wanita di kelurahan Pau. HasilOpenelitianOini adalah; (1) setelahOproses penyerahan belis melalui 6 tahapan dan disahkan oleh Gereja maka perkawinan menjadi sah ); (2) makna Belis bagi kehidupan wanita yang ada di Kelurahan Pa‟u , Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai adalah merupakan ikatan yang menjalin kekerabatan, bentuk penghargaan terhadap berbagai pihak baik pihak pemberi belis maupun pihak penerima, perwujudan sikap saling tolong menolong dan upaya untuk melindungi kaum perempuan.)
Pengembangan Nilai–Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan melalui Discovery Learning Model Berbantuan Google Classroom dalam Pembelajaran Sejarah Benediktus Kristianto Nobar Ontu; Sukadi; I Wayan Kertih
Media Komunikasi FPIPS Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v22i1.56918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Discovery Learning Model dengan bantuan Google Classroom dalam pembelajaran Sejarah di SMAK Soverdi Tuban, serta mengevaluasi perbedaan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan siswa antara kelas yang menerapkan model tersebut dengan kelas yang tidak, menggunakan desain quasi-eksperimental dengan Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan pencatatan dokumen, dan hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan terdapat perbedaan signifikan dalam nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan siswa antara kelas yang menerapkan Discovery Learning Model dengan yang tidak, serta terdapat perbedaan signifikan dalam nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan siswa secara terpisah antara kedua kelas.