Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakterisasi Polimer Alami Sebagai Perekat Sediaan Transdermal Patch dengan Metode Pencampuran Rosidah Nurhamidah; Andrieanto Nurrochman
Jurnal Riset Farmasi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v2i2.1449

Abstract

Abstract. The transdermal patch preparation is one of the preparations whose route of drug administration is percutaneous which provides advantages for several drugs in increasing bioavailability and longer drug action time. One of the active substances with low bioavailability is Vitamin B1 (thiamine), so that vitamin B1 which is made in the form of a transdermal patch is an effort to increase bioavailability. In transdermal patch preparations, polymers have a very important role in which the polymer plays a role in helping the delivery of the active substance. Shellfish is one of the marine biota that can stick to the surface with the help of byssus thread, this can happen because of the natural polymer compound, so in this study intends to look for other alternatives from polymers that can sticks to the skin for a longer period of time. From this background, this study aims to determine the characteristics of natural polymer as an excipient in transdermal patch preparations and to find out which polymers are suitable for use in transdermal preparations with the addition of natural polymer compounds. Transdermal patch vitamin B1 was made in the form of a matrix type, with the results of the study that natural polymer in the transdermal patch preparation did not provide adhesive results, but between F1, F2 and F3 the formula that could be said to be the best was F3, which results from the evaluation of the preparations carried out almost entirely entered range. Abstrak. Sediaan transdermal patch merupakan salah satu sediaan yang rute pemberian obatnya secara perkutan yang memberikan keuntungan bagi beberapa obat dalam meningkatkan bioavaibilitas dan waktu kerja obat yang lebih panjang. Salah satu zat aktif dengan bioavaibilitas rendah adalah Vitamin B1 (tiamin), sehingga vitamin B1 yang dibuat dalam bentuk transdermal patch merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan bioavaibilitas. Dalam sediaan transdermal patch, polimer memiliki peran yang sangat penting yang mana polimer tersebut berperan dalam membantu penghantaran zat aktif. Kerang merupakan salah satu biota laut yang dapat menempel pada permukaan dengan bantuan benang byssus hal tersebut dapat terjadi karena adanya kandungan polimer alami, sehingga dalam penelitian ini bermaksud untuk mencari alternatif lain dari polimer yang dapat menempel pada kulit dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik polimer alami sebagai zat eksipien pada sediaan transdermal patch dan mengetahui polimer yang cocok digunakan untuk sediaan transdermal yang ditambahkan senyawa polimer alami. Transdermal patch vitamin B1 dibuat dalam bentuk tipe matriks, dengan hasil penelitian bahwa polimer alami dalam sediaan transdermal patch belum memberikan hasil perekatan namun diantara F1, F2 dan F3 formula yang dapat dikatakan terbaik adalah F3 yang mana hasil dari evaluasi sediaan yang dilakukan hampir keseluruhan memasuki rentang.
KARAKTERISASI POLIMER L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) PADA SISTEM PENGHANTARAN OBAT SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL Wafa Khairunnisa; Diar Herawati; Andrieanto Nurrochman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8923

Abstract

Abstract. Vitamin B1 is one type of active substance needed by the body but has low Bioaccessibility when used orally. So, to prevent damage to the active vitamin B1 due to gastric acid degradation, vitamin B1 must be made in other dosage forms such as through the transdermal route. The route of administration through transdermal is a preparation that is applied through the skin. One of the dosage forms with a transdermal route is a patch. The main components of transdermal patches, in addition to drugs, are polymers or adhesives. Polymers have an important role in the patch in controlling drug release. L-DOPA or L-3,4-dihydroxyphenylalanine is one type of polymer that can be obtained from shellfish. On shells, byssus threads help stick to the surface and have good adhesion properties. Byssus can be obtained from some sea mussel foot proteins. This test aimed to determine the effect of L-DOPA compounds as a component of transdermal patch adhesives resulting as a good characteristics in the preparations made. Patch preparations made using dissolving methods from studies showed that equivalent amounts of hydrophilic and hydrophobic polymer can increase drug penetration in passing through the membrane. In addition, the test results showed that L-DOPA polymers meet pharmaceutical requirements and have good characteristics as evidenced through organoleptic, pH, thickness uniformity, weight uniformity, folding resistance, moist absorption, and swelling. Abstrak. Vitamin B1 adalah salah satu jenis substansi penting yang dibutuhkan tubuh namun memiliki bioavaibilitas yang rendah apabila digunakan secara oral. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerusakan zat aktif vitamin B1 akibat degradasi asam lambung vitamin B1 perlu dibuat dalam bentuk sediaan lain seperti rute transdermal. Rute transdermal merupakan sediaan yang diaplikasikan melalui kulit. Salah satu bentuk sediaan dengan rute transdermal adalah patch. Komponen utama patch transdermal selain obat adapula polimer atau perekat. Polimer memiliki peran penting pada patch dalam mengontrol pelepasan obat. L-DOPA atau L-3,4-dihydroxyphenylalanine merupakan salah satu jenis polimer yang dapat diperoleh dari kerang. Pada kerang terdapat benang byssus yang membantu untuk menempel pada permukaan dan memiliki sifat adhesi yang baik. Byssus dapat diperoleh dari beberapa protein kaki kerang laut. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senyawa L-DOPA sebagai komponen perekat patch transdermal menghasilkan karakteristik yang baik pada sediaan yang dibuat. Sediaan patch dibuat dengan menggunakan metode pelarutan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah penggunaan polimer hidrofilik dan hidrofobik yang setara dapat meningkatkan penetrasi obat dalam melewati membran. Selain itu, hasil pengujian karakteristik sediaan patch menunjukkan bahwa polimer L-DOPA memenuhi persyaratan farmasetik dan memiliki karakteristik yang baik dibuktikan melalui uji organoleptik, pH, keseragaman ketebalan, keseragaman bobot, ketahanan lipat, daya serap lembab dan pengembangan.
Karakterisasi Polimer Alami Sebagai Perekat Sediaan Transdermal Patch dengan Metode Pencampuran Rosidah Nurhamidah; Andrieanto Nurrochman
Jurnal Riset Farmasi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v2i2.1449

Abstract

Abstract. The transdermal patch preparation is one of the preparations whose route of drug administration is percutaneous which provides advantages for several drugs in increasing bioavailability and longer drug action time. One of the active substances with low bioavailability is Vitamin B1 (thiamine), so that vitamin B1 which is made in the form of a transdermal patch is an effort to increase bioavailability. In transdermal patch preparations, polymers have a very important role in which the polymer plays a role in helping the delivery of the active substance. Shellfish is one of the marine biota that can stick to the surface with the help of byssus thread, this can happen because of the natural polymer compound, so in this study intends to look for other alternatives from polymers that can sticks to the skin for a longer period of time. From this background, this study aims to determine the characteristics of natural polymer as an excipient in transdermal patch preparations and to find out which polymers are suitable for use in transdermal preparations with the addition of natural polymer compounds. Transdermal patch vitamin B1 was made in the form of a matrix type, with the results of the study that natural polymer in the transdermal patch preparation did not provide adhesive results, but between F1, F2 and F3 the formula that could be said to be the best was F3, which results from the evaluation of the preparations carried out almost entirely entered range. Abstrak. Sediaan transdermal patch merupakan salah satu sediaan yang rute pemberian obatnya secara perkutan yang memberikan keuntungan bagi beberapa obat dalam meningkatkan bioavaibilitas dan waktu kerja obat yang lebih panjang. Salah satu zat aktif dengan bioavaibilitas rendah adalah Vitamin B1 (tiamin), sehingga vitamin B1 yang dibuat dalam bentuk transdermal patch merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan bioavaibilitas. Dalam sediaan transdermal patch, polimer memiliki peran yang sangat penting yang mana polimer tersebut berperan dalam membantu penghantaran zat aktif. Kerang merupakan salah satu biota laut yang dapat menempel pada permukaan dengan bantuan benang byssus hal tersebut dapat terjadi karena adanya kandungan polimer alami, sehingga dalam penelitian ini bermaksud untuk mencari alternatif lain dari polimer yang dapat menempel pada kulit dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik polimer alami sebagai zat eksipien pada sediaan transdermal patch dan mengetahui polimer yang cocok digunakan untuk sediaan transdermal yang ditambahkan senyawa polimer alami. Transdermal patch vitamin B1 dibuat dalam bentuk tipe matriks, dengan hasil penelitian bahwa polimer alami dalam sediaan transdermal patch belum memberikan hasil perekatan namun diantara F1, F2 dan F3 formula yang dapat dikatakan terbaik adalah F3 yang mana hasil dari evaluasi sediaan yang dilakukan hampir keseluruhan memasuki rentang.
Hydroxyapatite/Graphene Composite Anticorrosion Coating on Ti-6Al-4V: Fabrications and Trend Zufar Maulana; Falihah Balqis; Muhammad Irsyad; Alhadi Kasyfi; Ekavianty Prajatelistia; Nurrochman, Andrieanto
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2025): (Juni, 2025) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sains
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v13i2.3814

Abstract

Orthopedics implants have become more crucial for bone replacement as the need for bone replacement increases. Titanium alloy Ti-6Al-4V is widely used as an orthopedic implant due to its high biocompatibility and superior mechanical properties. However, it has several serious drawbacks, such as low corrosion resistance. In order to overcome this demerit, coatings should be applied. Hydroxyapatite, a mineral similar to bone composition, is a good candidate for this purpose. By compositing hydroxyapatite with graphene, the mechanical properties and adhesion of the coating are enhanced. Various coating methods are employed to fabricate this composite coating. This work summarizes and discusses trends, fabrication techniques, and the future perspectives of hydroxyapatite/graphene as a Ti-6Al-4V implant coating.
Mewujudkan Green Pesantren Melalui Pemanenan Air Hujan di Lingkungan Pesantren Madani Cahaya Qur’an Kurniawan, Eka Adhitya; Ramadani, Rully Nurhasan; Nurrochman, Andrieanto; Hakim, Ahmad Razali; Rosdiana, Hevi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022330

Abstract

Kebutuhan akan air bersih di pondok – pondok pesantren tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah pada umumnya, mengingat para santri dan perangkat sekolah lainnya selama 24 jam tinggal di area pesantren, sehingga membutuhkan air dalam jumlah besar diantaranya untuk keperluan minum, mandi, mencuci, ibadah, dan sebagainya. Salah satu alternatif penyediaan air bersih yang dapat diterapkan secara komunal dan skala lokal adalah melalui pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri, pengurus Yayasan, dan pengajar mengenai pemanenan air hujan sebagai bentuk pengabdian masyarakat Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung. Metode yang diterapkan dalam mewujudkan teknologi pemanenan air hujan sebagai salah satu kegiatan yang mendukung Green Pesantren antara lain tahap pendekatan dan penyamaan persepsi, persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, serta pengendalian dan evaluasi. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari santri, pengajar, dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Mahaqu. Peningkatan ini dapat menjadi bekal untuk menyediakan air bersih untuk aktivitas di Pesantren Madani Cahaya Qur’an.