Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsepsi Ibnu Jarir Al-Tabari Tentang Al-Qur’an, Tafsir Dan Ta’wil Ismatulloh, A.M
FENOMENA FENOMENA Vol 4 No.2, 2012
Publisher : LP2M IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.655 KB) | DOI: 10.21093/fj.v4i2.224

Abstract

The objective of this research is to describe the concept of Ibnu Jarir al-Tabari about al-Qur’an, tafsir and ta’wil. Ibn Jarir al-Tabari is an outstanding expert in the classic Islamic tradition. His knowledge in hadits, fiqh, lughah, history, and tafseer is unquestionable. This study uses an analytical descriptive design. The findings show that: Firstly, in defining al-Qur’an, al-Tabari focused on the al-Qur’an as an Arabic language text, not in other language. Secondly, al-Qur’an is written in sab’ah ahruf. It means that there are 7 different kinds of language with the same meaning. Thirdly, al-Qur’an comes from seven heaven’s door. Fourthly, there is no different word between tafseer and ta’wil. They have same meaning. These concepts are different to other concepts proposed by other ulama.
SOSIALISASI BAHAYA GAME ONLINE DAN BULLYING DI SD NEGERI SADAHAYU 02: : EDUKASI DINI UNTUK GENERASI CERDAS DAN BERKARAKTER Ismatulloh, A.M; Suryadana, A Dany; Rosalita, Meriana; Panuntun, M. Raka; Mukhlisoh, Farah; Ramadhani, Novita Sri; Kharisno, Kharisno; Meilani, Asih Saferia; Wijaya, Syabila Azzahra; Bintang, Fauzan; Wulandari, Sintia
Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, Volume 3 Nomor 2, April 2025
Publisher : LPP ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/insanta.v3i2.60

Abstract

Game online dan bullying menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan di lingkungan sekolah, terutama bagi siswa sekolah dasar yang masih dalam tahap perkembangan karakter. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SD Negeri Sadahayu 02 tentang bahaya kecanduan game online serta dampak negatif  terhadap kehidupan sosial dan akademik. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) dengan memanfaatkan peran guru dan lingkungan sekolah sebagai aset utama dalam edukasi. Sosialisasi dilakukan melalui metode interaktif, seperti ceramah edukatif, pemutaran video, diskusi kelompok, serta simulasi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya kecanduan game online dan , serta meningkatnya kesadaran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam kampanye anti- melalui poster dan slogan membantu memperkuat pesan yang disampaikan. Agar dampak sosialisasi tetap berkelanjutan, diperlukan dukungan dari sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing siswa. Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, diharapkan siswa dapat menggunakan teknologi secara bijak dan membangun karakter yang positif dalam kehidupan sosial mereka