Siswoyo Siswoyo
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA GEDUNG PERKULIAHAN (STUDI KASUS GEDUNG KULIAH BERSAMA DAN LABORATORIUM FEB UPN “VETERAN” JAWA TIMUR) Rizta Ivania Devita; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 2, Agustus Tahun 2022
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i2.2479

Abstract

Abstrak: Pembangunan gedung bertingkat akan selalu membutuhkan anggaran biaya yang cukup besar. Besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat, sehingga perlu untuk ditinjau kembali desain yang telah direncanakan agar lebih efektif dan optimal. Peninjauan kembali desain rencana, menuntut para kontraktor atau konsultan untuk berpikir lebih kreatif seiring semakin majunya inovasi metode pelaksanaan pada proyek gedung bertingkat. Pembangunan Gedung Kuliah Bersama dan Laboratorium FEB UPN “Veteran” Jawa Timur memiliki nilai kontrak lebih dari 1 milyar, sehingga sesuai dengan peraturan Departemen Pekerjaan Umum Nomor 222/KPTS/CK/1991 Direktorat Jendral Cipta Karya bahwa bangunan yang memiliki nilai atau biaya pengerjaan lebih dari 1 milyar maka dapat dilakukan analisis Rekayasa Nilai guna meningkatkan nilai dan kualitas dari proyek tersebut. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui elemen pekerjaan manakah yang dapat dilakukan Rekayasa Nilai dan guna mengetahui berapa besar penghematan biaya yang dapat diperoleh dari penerapan Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai dilakukan pada pekerjaan pelat dengan menggunakan alternatif sistem flat slab dan pracetak. Teknik atau metode yang digunakan dalam Rekayasa Nilai terdiri dari empat tahap yakni tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Hasil tinjauan yang diperoleh pada pekerjaan pelat menggunakan alternatif sistem pracetak, yakni didapatkannya penghematan anggaran biaya sebesar Rp 4.464.988.792. Kata Kunci: Rekayasa Nilai, Flat Slab, Pracetak, Gedung Kuliah
ANALISIS PERKUATAN TUBUH BAAN JALAN KERETA API MENGGUNAKAN GABION DAN GEOTEXTILE PADA KM 109+850 s/d 110+000 ANTARA BARON-SUKOMORO LINTAS SURABAYA–SOLO Ahmad Luthfil Hakim; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 11, Nomor 1, April Tahun 2023
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v11i1.2850

Abstract

ABSTRAK: Kondisi tanah pada ruas jalan KA km 109plus850 s/d 110plus000 antara Baron – Sukomoro lintas Surabaya – Solo merupakan tanah kohesif. Salah satu permasalahan yang sering timbul pada lereng timbunan akibat tanah dasar dengan jenis tanah kohesif tersebut adalah pergeseran tanah (sliding) secara rotational. Hal ini dibutuhkan perhatian khusus karena dapat mengakibatkan kegagalan struktur pada struktur di atasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan perkuatan struktur pada lereng timbunan dengan jenis tertentu yang dianggap efektif dan dapat diaplikasikan di lapangan.Penambahan perkuatan yang akan dilakukan pada lereng tubuh baan ini dengan penambahan gabion sebagai penahan di sisi luar timbunan. Penentuan metode perbaikan tanah dilakukan berdasarkan kondisi geologi pada lapisan tanah, karakteristik tanah, ketersediaan material, biaya dan pengalaman. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dinding penahan tanah gabion dan dikombinasikan dengan geotextile sebagai perkuatan lereng di ruas jalan KA km 109plus850 s/d 110plus000 antara Baron – Sukomoro lintas Surabaya – Solo. Dilakukan analisa menggunakan program bantu Plaxis 2D v20 terhadap perkuatan tersebut, didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,048 dimana hasil tersebut dibawah persyaratan SNI 8460:2017 pasal 7.5.5 sehingga dapat disimpulkan bahwa tubuh baan jalan KA pada lokasi tersebut tidak stabil jika hanya menggunakan perkuatan dinding gabion dan geotextile. Untuk itu digunakan alternatif perkuatan dengan penambahan minipile persegi dengan ukuran 30x30cm panjang 6m dengan jarak pemancangan 1m. Dengan penambahan perkuatan tersebut didapatkan nilai factor keamanan timbunan meningkat menjadi 3,117 lebih besar dari 1.5 yang disyaratkan oleh SNI 8460:2017 pasal 7.5.5. KATA KUNCI: Faktor Keamanan, Gabion, Geotextile, Pergeseran Tanah (Sliding), Perkuatan Tubuh baan, Tanah Kohesif
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA LERENG ALIRAN LAHAR DINGIN GUNUNG SEMERU DI KM + (113º 01’ 3264’’) S/D KM + (113º 01’ 1544’’) LUMAJANG Muh Tafsir; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 12, Nomor 2, Agustus Tahun 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v12i2.3648

Abstract

ABSTRAK: Ruas Jalan Raya Dampit – Lumajang yang berada di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang adalah salah satu ruas jalan provinsi Jawa Timur yang sering mengalami bencana tanah longsor karena lokasinya berada di daerah perbukitan terutama di lintasan aliran lahar dingin Gunung Semeru. Dampak dari longsor mengakibatkan terputusnya akses masyarakat Krajan ke Dampit maupun sebaliknya. Perlu adanya penanganan khusus pada lereng tersebut dengan melakukan Pembangunan dinding penahan tanah agar meminimalisir atau mencegah terjadinya longsor agar umur jalan yang berada diatas lereng dapat lebih lama. Metode yang digunakan pada perencanaan dinding penahan tanah menggunakan teori Rankine dan Coloumb dan dikontrol dengan menggunakan software plaxis 2D V22. Dari hasil perhitungan dipakai tipe dinding penahaan tanah kantilever dengan lebar atas sama dengan 40 cm lebar bawah sama dengan 50 cm dengan lebar pondasi footplate 200 cm dan tebal  footplate 60 cm, dikombinasikan dengan Strauss berdiameter 50 cm dan Panjang 4 m pada dinding penahan tanah tipe 1 dan Panjang Strauss 6 m pada dinding penahan tanah tipe 2 dan 3. Analisis plaxis pada dinding penahan tanah tanah tipe 1 didapat nilai FS (faktor keamanan) sama dengan 1,48. Dinding penahan tanah tipe 2 didapat nilai FS (faktor keamanan) sama dengan 1,88 dan tipe 3 sebesar 2,20. Untuk rencana anggaran biaya perencanaan dinding penahan tanah pada lereng aliran lahar dingin gunung semeru (Jalan Penghubung Kabupaten Malang–Lumajang) di KM (113 derajad 01 menit 3264 detik) S/D KM tambah (113 derajad 01menit 1544detik) dengan panjang 150 m memmerlukan biaya untuk pembangunan sebesar Rp. 2.033.392.000 (Dua Milyar Tiga Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah). KATA KUNCI : Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan, Plaxis 2D. 
PENERAPAN VALUE ENGINEERING TERHADAP STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN FLYOVER KRIAN Farell Athur Asyrofle; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 12, Nomor 3, Desember Tahun 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v12i3.3965

Abstract

Pelaksanaan pembangunan proyek pembangunan Flyover Krian ini memerlukan biaya yang cukup besar yaitu Rp. 147.671.577.008,40. Menurut permasalahan di atas maka peneliti akan menerapkan upaya optimasi menggunakan metode value engineering karena upaya ini dirasa akan menghasilkan produk konstruksi dengan biaya yang optimal dan memiliki kemampuan dan kelayakan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari rekomendasi alternatif desain paling optimal. Berdasarkan hasil dari breakdown cost, grafik hukum pareto dan analisa fungsi, didapatkan bahwa pekerjaan pondasi tiang pancang D600 memiliki rasio cost/worth yang paling besar sebesar 2,139 sehingga layak untuk dilakukan upaya optimasi menggunakan metode rekayasa nilai. Penelitian ini menggunakan dua alternatif, alternatif 1 adalah pondasi tiang pancang D800 sementara alternatif 2 adalah pondasi bore pile D1000. Berdasarkan tahap analisis yang menggunakan analisa keuntungan dan kerugian serta siklus daur hidup proyek (life cycle cost), Alternatif yang dipilih karena paling optimal dan efisien adalah alternatif 1 tiang pancang D800. Optimasi yang dapat dihasilkan dari penggunaan alternatif yang telah ditetapkan sebesar Rp 9.453.601.302,37 Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa alternatif 1 adalah desain terbaik karena memiliki nilai daya dukung pondasi yang lebih besar dari daya dukung desain eksisting serta memiliki biaya yang paling hemat dari desain eksisting.