Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ROLE MODEL FOR EDUCATORS AS AN ALTERNATIVE IN THE ESTABLISHMENT OF ISLAMIC CHARACTER Samsul Arifin; Eva Maghfiroh
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i2.2082

Abstract

The role of educators in Islamic religious education (PAI) is very important for the formation of the character of students in madrasas. Therefore, an educator must be able to set a good example. Educators are role models for their students. Strengthening character in the context of education is an important factor in the ongoing part of the education system. This relates to the direct interaction of educators with their students, where students will see, hear and feel directly what is taught by educators, following the philosophy of the educators themselves, which is defined as someone who is "guided and imitated." This research uses a qualitative-descriptive method with a case study approach. Data collection techniques were carried out by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. This research shows that role educators are role models in realizing the character and mental education. The role of character and mental education in the education system must be the foundation of other education because science and adab are continuous; if science is not accompanied by adab, then that knowledge will have no benefits and will not be blessed it could be that knowledge. It will be used for something false and evil. Peran Tenaga pendidik di lingkungan Pendidikan Agama slam (PAI) sangatlah penting bagi Pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Oleh karena tu seorang tenaga pendidik haruslah dapat memberikan teladan baik. Tenaga pendidik menjadi suri teladan (Role model) bagi peserta didiknya. Penguatan karakter dalam konteks pendidikan merupakan faktor penting dari bagian sistem pendidikan yang sedang berlangsung. Hal ni berkenaan dengan nteraksi tenaga pendidik secara langsung terhadap peserta didiknya, dimana peserta didik akan melihat, mendengar serta merasakan secara langsung apa saja yang diajarkan oleh tenaga pendidik, sesuai dengan filsafat dari tenaga pendidik tu sendiri yang diartikan sebagai seorang yang “ digugu dan ditiru”. Penelitian ni menggunakan metode kualitatif – dekskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ni menghasilkan bawah peran tenaga pendidik memposisikan dirinya sebagai seorang yang menjadi panutan dan suri teladan dalam mewujudkan pendidikan karakter serta mental. Peranan pendidikan karakter dan mental dalam sistem pendidikan haruslah menjadi pondasi dari pendidikan yang lain karena sejatinya lmu serta adab menjadi sesuatu yang berkisanambungan, jika sebuah lmu tanpa di sertai dengan adab, maka lmu tersebut tidak akan memiliki manfaat serta tidak barokah, dan bisa jadi lmu tersebut akan digunakan untuk sesuatu hal yang bathil dan munkar.
ROLE MODEL FOR EDUCATORS AS AN ALTERNATIVE IN THE ESTABLISHMENT OF ISLAMIC CHARACTER Samsul Arifin; Eva Maghfiroh
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i2.2082

Abstract

The role of educators in Islamic religious education (PAI) is very important for the formation of the character of students in madrasas. Therefore, an educator must be able to set a good example. Educators are role models for their students. Strengthening character in the context of education is an important factor in the ongoing part of the education system. This relates to the direct interaction of educators with their students, where students will see, hear and feel directly what is taught by educators, following the philosophy of the educators themselves, which is defined as someone who is "guided and imitated." This research uses a qualitative-descriptive method with a case study approach. Data collection techniques were carried out by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. This research shows that role educators are role models in realizing the character and mental education. The role of character and mental education in the education system must be the foundation of other education because science and adab are continuous; if science is not accompanied by adab, then that knowledge will have no benefits and will not be blessed it could be that knowledge. It will be used for something false and evil. Peran Tenaga pendidik di lingkungan Pendidikan Agama slam (PAI) sangatlah penting bagi Pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Oleh karena tu seorang tenaga pendidik haruslah dapat memberikan teladan baik. Tenaga pendidik menjadi suri teladan (Role model) bagi peserta didiknya. Penguatan karakter dalam konteks pendidikan merupakan faktor penting dari bagian sistem pendidikan yang sedang berlangsung. Hal ni berkenaan dengan nteraksi tenaga pendidik secara langsung terhadap peserta didiknya, dimana peserta didik akan melihat, mendengar serta merasakan secara langsung apa saja yang diajarkan oleh tenaga pendidik, sesuai dengan filsafat dari tenaga pendidik tu sendiri yang diartikan sebagai seorang yang “ digugu dan ditiru”. Penelitian ni menggunakan metode kualitatif – dekskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ni menghasilkan bawah peran tenaga pendidik memposisikan dirinya sebagai seorang yang menjadi panutan dan suri teladan dalam mewujudkan pendidikan karakter serta mental. Peranan pendidikan karakter dan mental dalam sistem pendidikan haruslah menjadi pondasi dari pendidikan yang lain karena sejatinya lmu serta adab menjadi sesuatu yang berkisanambungan, jika sebuah lmu tanpa di sertai dengan adab, maka lmu tersebut tidak akan memiliki manfaat serta tidak barokah, dan bisa jadi lmu tersebut akan digunakan untuk sesuatu hal yang bathil dan munkar.
Sinergitas Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Madrasah Formal di Pesantren Samsul Arifin; Syuhud
Kitabaca : Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): June
Publisher : International Consortium of Islamic Researchers (ICONIRs) CV. Branded Tech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66930/kitabaca.v1i1.1

Abstract

Purpose – The fact that madrasah diniyah is a part of the network of Islamic educational institutions in Indonesia is thought to be detrimental to the institution's continued survival. Madrasah Diniyah, a school that emphasizes social functions to society so that they can continue to live and be civilized, is motivated by this challenge. Design/methodology/approach - This study is a sort of case study that employs a qualitative methodology. which emphasizes how Islamic boarding schools' curricula should be integrated into a complete curriculum synergy and uses research methods like interviews, observation, and documentation using valid cumulative data. Research limitations/implications – Combining a thorough curricular synergy with grass-roots theory to make it more adaptable for future madrasah. Findings/ Originality/Value – The Syarifuddin Islamic Boarding School's official curricula and madrasah diniyah were developed in concert. finished with the grass-roots approach. The only difference between the growth model and the one created by Beuchamp is that the latter does not employ the arena model..