Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Konsep Profesionalitas Guru Perspektif Masyarakat Pesantren di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang Syuhud Syuhud; Wiwin Sugianto
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.335

Abstract

Peningkatan kompetensi guru menentukan kualitas pengajarannya sekaligus kualitas pendidikannya. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme tersebut, misalnya dengan melakukan sertifikasi guru, mengadakan pelatihan dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah (continuous professional development), mengadakan program pendidikan profesi guru dan lain sebagainya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren, dan bagaimana implementasi profesionalitas guru di madrasah diniyah Miftahul Ulum Jatiroto Lumajang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren meliputi,kedewasaan bersikap, loyalitas tinggi dan pakar dalam bidang keilmuan agama. Loyalitas dan kepakaran menjadi hal yang paling urgen di madrasah diniyah berbasis pesantren. Loyalitas dapat muncul karena pesantren secara eksplisit membentuk karakter kepribadian santri sebagai orang yang taat kepada pimpinannya (baca: kiai). Begitu pula kepakaran, sekalipun tidak ada standar baku, pesantren memiliki distingsi tersendiri dalam menseleksi guru-guru yang akan mengajar. Secara implementatif di madrasah diniyah Miftahul Ulum,profesionalismeguru dilakukan dengan upaya pembentukan Badan Pengelola Soal (BPS), penugasan guru terlebih dahulu dan membentuk kegiatan diklat halaqoh.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL QOUTIENT (Studi MTs Miftahul Huda Selok Anyar Pasirian) Syuhud Syuhud
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2014): AGUSTUS (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan kecerdasan, dalam konteks pembelajaran merupakan masalah yang mendasar. Hal ini karena manusia yang menjadi obyek sekaligus subyek dalam proses pelaksanaan pendidikan memiliki berbagai potensi kecerdasan, baik akal maupun imajenasi yang dapat dikembangkan secara maksimal. Otak manusia, struktur mental, dan anatomi-spikologis serta fakultas ruhaniyah yang diciptakan oleh Allah SWT merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya dengan tugas sebagai rahmatan lil alamin. Dengan demikian manusia sebagai makhluk Allah SWT dianugerahi potensi kecerdasan yang tidak terbatas. Namun demikian banyak kalangan yang sangat menghawatirkan dengan hasil proses pendidikan yang laksanakan oleh kebanyakan lembaga pendidikan saat ini, yaitu dinama anak didik sebagai manusia hanya dibangun dari strumktur otak saja dalam menghadapi kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Dari analisis data diperoleh kesimpulan bahwa program pendidikan spiritual quatient di MTs. MifThul Huda terencana dengan baik dalam bentuk ibadah sehari-hari (aqidah akhlak), hubungan sesama manusia dengan istilah “Diri dan mengenel Diri” (PKn), dan hubungan dengan alam lingkungan dengan istilah dzikrul alam. Dari proses pendidikan spiritual quatient ini didapatkan hasil baik, dimana 11,32% katagori “Rendah”, 15,09% masuk dalam katagori “Sedang”, dan 73,58% termasuk dalam katagri “Baik”. Maka dengan ini pendidikan spiritual quatient yang dilaksanaka di MTs. Miftahul Huda dianggap berhasil. Maka dengan demikian bahwa pendidikan spiritual quatient merupakan salah satu pontensi kecerdasan yang dimiliki manusia dan dikembangkan secara maksimal dan optimal karena dengan kecerdasan spiritual quatient ini anak didik bisa memfungsi IQ dan EQ secama sempurna dalam konteks kehidupan anak didik dimasa depan.
Sekolah Unggulan Tuntutan Pendidikan Global Syuhud Syuhud
Bidayatuna Vol 2 No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v2i1.359

Abstract

The development of the world of education is very fast and competitive, the global world has contributed a lot to the direction of change in the education world, including in Indonesia. This change requires every educational institution to keep pace with the times in dynamic changes and competition, educational institutions that are able to show their superiority will be able to enter in this competition. The superior school which is the dream of all circles and groups should have clear terminology that can be understood by everyone, so that the word "superior" does not become the intellectual superiority of some people. In some developed countries, to indicate a good school it does not use the word “excellent” but uses the term “effective” and so on, in terms of the size of the content of superior schools in Indonesia it also does not meet the requirements. Top schools in Indonesia only measure part of their academic ability. In the real concept, a superior school is a school that continuously improves its performance and uses its resources optimally to develop overall student achievement.
Pendampingan Masyarakat Desa Kloposawit Candipuro Lumajang dalam Mengurai Kebiasaan Buang Air Besar di Sungai Berbasis Participatory Action Research Syamsul Hadi; Syuhud Syuhud
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i1.994

Abstract

Abstrak: Desa Kloposawit merupakan desa yang dijadikan percontohan dalam bidang pertanian di Kecamatan Candipuro. Berbagai profesi masyarakat di desa ini yaitu, Petani, Buruh Tani, peternak, Wirausaha, PNS, non PNS, Pedagang, Penjahit, dan lain-lain. Namun, mayoritas penduduk Desa Kloposawit berprofesi sebagai buruh tani. Desa Kloposawit memiliki potensi alam yang cukup kaya dengan dianugrahi lahan yang luas dan cukup subur serta memiliki sumber air yang bagus. Untuk keperluan air minum dan memasak, masyarakat sudah memanfaatkan secara maksimal sumber air yang ada seperti sumur dan sungai. Namun, karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak dan bahaya buang air besar sembarangan, masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat pengganti MCK. Melihat kondisi masyarakat yang demikian, kami bersama masyarakat sepakat untuk mengurangi kebiasaa buang air besar di sungai. Usaha yang dilakukan tidak lepas dari peran masyarakat yang menjadi pelaku utama untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cara yang kami ambil dalam bidang kebersihan lingkungan adalah pendampingan untuk pembuatan MCK.
Sekolah Unggulan Tuntutan Pendidikan Global Syuhud Syuhud
Bidayatuna Vol 2 No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v2i1.359

Abstract

The development of the world of education is very fast and competitive, the global world has contributed a lot to the direction of change in the education world, including in Indonesia. This change requires every educational institution to keep pace with the times in dynamic changes and competition, educational institutions that are able to show their superiority will be able to enter in this competition. The superior school which is the dream of all circles and groups should have clear terminology that can be understood by everyone, so that the word "superior" does not become the intellectual superiority of some people. In some developed countries, to indicate a good school it does not use the word “excellent” but uses the term “effective” and so on, in terms of the size of the content of superior schools in Indonesia it also does not meet the requirements. Top schools in Indonesia only measure part of their academic ability. In the real concept, a superior school is a school that continuously improves its performance and uses its resources optimally to develop overall student achievement.
Metode Pembelajaran Kitab Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri (Studi Metode Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Maliki Duren Lumajang) M. Aang Syarifuddin; Syuhud
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v3i2.2525

Abstract

Penerapan Metode Al-Miftah Lil Ulum merupakan penerapan yang sangat penting di gunakan para murid agar dapat membaca kitab kuning dalam kurun waktu kurang dari satu tahun pelajaran. Siswa yang mengikuti metode Al-Miftah Lil Ulum ini diharapkan mampu membaca kitab kuning gundulan dengan memperhatikan kaidah-kaidah nahwu dan sharaf. Tidak hanya membaca saja, diharapkan juga mampu menyebutkan dalil-dalil dari susunan kalimatnya sesuai dengan nadzam dan keterangan yang ada di kitab Al-Miftah Lil-Ulum. Riset ini bertujuan untuk Menjelaskan bagaimana metode membaca baca kitab kuning dengan menggunakan metode pembelajaran kitab Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri di Pondok Pesantren Al-Maliki Duren Lumajang. Metode yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil riset menunjukkan bahwa pelaksanaan metode Al-Miftah dilakukan 3 kali sehari yaitu ba’da shubuh, ba’da dzuhur dan ba’da isya. Selanjutnya, bahasa yang digunakan dalam memaknai kitab kuning menggunakan bahasa madura. Dan bagi yang mengikuti metode Al-Miftah merupakan santri baru. Terakhir dengan menggunakan lagu yang familiar di dengar santri untuk memudahkan dalam menghafalnya.
Dinamika Kepemimpinan Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Lumajang Syuhud Syuhud
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 1 No. 1 (2019): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v1i1.4

Abstract

Abstrak Dalam kajian manajemen, kepemimpinan merupakan salah satu aspek yang sangat menarik untuk dikaji secara serius. Konteks kepemimpinan selalu dinamis seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, termasuk kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam. Dasar perubahan selalu dimulai dari proses panjang perubahan nilai-nilai dasar kehidupan di masyarakat yang pada tingkat selanjutnya merubah pola komunikasi, kebutuhan dasar, dan pandangan hidup mereka. Perubahan aspek kehidupan ini berdampak pada kepemimpinan organisasi. Kajian ini difokuskan pada bagaimana masa depan lembaga pendidikan Islam dalam memberikan jawaban terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dilihat dari sisi kepemimpinan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif guna memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang masalah dasar perubahan. Dengan kajian kualitatif diharapkan memberikan gambaran data di balik sesuatu yang tampak dilihat dari ide, gagasan, dan strategi dalam menata manajemen lembaga pendidikan yang sangat urgen dalam merubah arah dan pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Kajian ini menemukan bahwa perubahan tipologi kepemim-pinan merupakan tuntutan dari perubahan manajemen organisasi dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, perubahan tipologi kepemim-pinan akan memberikan dampak terhadap keberlangsungan dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia di masa mendatang. Pemimpin lembaga pendidikan Islam saat ini dituntut untuk merancang manajemen organisasi yang dapat menggerakkan seluruh elemen kekuatan untuk menuju kemajuan organisasi dalam menjawab tantangan perubahan. Kata Kunci: dinamika kepemimpinan, kiai, pondok pesantren, tipologi kepemimpionan Abstract In the context of management studies, leadership is one of the most interesting aspects to be investigated seriously. The context of leadership is always seen as dynamic and goes hand in hand with the development of human life, including a leadership in Islamic educational institutions. The basis of the change will always start from a long process within the basic values transformation of life in society in which at a later stage changes their communication patterns, basic needs, and life outlook. The changes in this aspect of life have an impact on organizational leadership. This study focuses on how the future of Islamic educational institutions provides answers to the community in fulfilling their needs in terms of leadership. This study uses a qualitative approach to provide deeper knowledge about the basic problems of change. Using a qualitative study, it is expected that it offers such kind of data implied within the ideas, thoughts and strategies in running an educational institutions management that are very urgent in changing the direction and achieving the goals of the institution education. This study suggested that changes in leadership typology are seen as demands from organizational management changes in achieving the shared goals. Therefore, changes in leadership typology will have an impact on the sustainability and quality of Islamic education in Indonesia some years to come. The leaders of Islamic educational institutions are currently required to design organizational management that can trigger movements in all elements and strength towards organizational advancement in answering the challenges within the change itself. Keywords: leadership dynamics, kiai, pondok pesantren, typology of leadership
Perubahan Paradigma Pendidikan di Pesantren: Rekontekstualisasi Pendidikan Islam di Era Kontemporer Abdul Ghofur; Syuhud
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2023): (July) Islamic Boarding School Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/nusantara.v3i2.37

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia dan sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas pengetahuan Islam. Selain itu, ciri-ciri Muslim Indonesia sebagian dibentuk oleh pesantren. Pesantren unggul dalam mewariskan pengetahuan dan melestarikan tradisi, membuat mereka mendapat gelar "kejeniusan lokal". Pesantren bersaing dengan sekolah-sekolah yang disetujui pemerintah selama Orde Baru. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional, dan keberadaannya juga dipengaruhi oleh pola kehidupan manusia kontemporer. Pesantren beradaptasi untuk bertahan dalam bisnis, namun tetap mempertahankan kebiasaan yang telah diwariskan selama bertahun-tahun. Kurikulum, struktur pendidikan, dan fokus pendidikan semuanya telah diubah oleh pesantren.
Participatory Transformation: SOAR Analysis of the Learning Process in Elementary Madrasahs Sukmawati, Fitri; Mahsun, Moch.; Shohib, Moch.; Zahroh, Aminatuz; Syuhud, Syuhud
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 2 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i2.2445

Abstract

This study aims to investigate the effectiveness of the participatory transformation approach through the SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) framework in improving the quality of the learning process at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jannah Sawaran Lor Lumajang. A descriptive qualitative methodology was used, with data collected through active observation, in-depth interviews with madrasah principals, teachers, and students, and document analysis. The SOAR framework is specifically applied to map the madrasah's intrinsic strengths, development opportunities, collective aspirations, and expected outcomes. The research results show that the participatory SOAR analysis successfully mapped existing capabilities and challenges. Primary strengths include the quality of competent teachers and a supportive learning environment—key opportunities identified in digital technology integration and external support. Shared aspirations create an inclusive learning environment and develop graduates who are competitive and possess noble character. Evidence of the resulting transformation includes increased student motivation, engagement, and learning outcomes. The implementation of SOAR facilitates constructive dialogue and asset-centered strategic planning, making it an effective model for Islamic educational innovation.
Pendampingan Anak Migran Indonesia dalam Penulisan Karya Tulis di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur Malaysia Syukrillah, Achmad; A yun, Qurroti; Mahsun, Moch; Syuhud, Syuhud; Darwis, Mohammad; Idris, Haidar
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.5009

Abstract

Indonesian migrant children studying at PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur face various challenges in accessing education, particularly in developing writing literacy skills. The unstable socio-economic conditions of migrant worker families and the limited learning facilities often hinder their learning process. Based on observations at the Community Learning Center (PNF) KBRI Kuala Lumpur, it was found that most students still struggle to write simple sentences and are not yet accustomed to expressing ideas in written form. This mentoring program aims to improve the writing literacy skills of migrant children through the Writing Assistance Program for Migrant Children at PNF KBRI Kuala Lumpur. The strategy used is Service Learning with a participatory-educative approach, in which university students act as facilitators who guide learners actively and reflectively. The implementation of the program includes problem identification, planning, implementation, reflection, and follow-up stages. Data were collected through observations, interviews, and documentation of students’ writing products throughout the activity. The results show an improvement in learners’ basic writing abilities, including increased confidence, better understanding of sentence structure, and improved neatness. Students also demonstrated positive attitudes toward writing activities and greater confidence in expressing themselves through written text. Contextual approaches and the use of simple media were proven effective in creating an active and enjoyable learning atmosphere. Thus, this mentoring program not only contributes to enhancing the writing literacy skills of migrant children but also strengthens the application of the Service Learning concept in community service. The program serves as a reciprocal learning space between university students and learners and offers inspiration for implementing literacy mentoring in other non-formal education settings.