Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Medial Arch Support Terhadap Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola di SMP Hisyam Syafi’ie; Fendy Wartanto
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i8.504

Abstract

Agility is the ability to change the direction of movement quickly and precisely when it is moving without losing balance and awareness of its position, and agility is needed in improving performance in sports, one of which is football, many soccer players feel exhausted so their agility decreases. Decreasing agility can be anticipated using medial arch support. The purpose of this study was to determine the effect of the use of medial arch support on students' skills in football extracurricular activities at SMP Negeri This type of research is Quasy Experiment with a one group pre and post test design design approach. The subjects used were some students of class VII and VIII of SMP N 1 Sambirejo who participated in football extracurricular activities, chosen by using purposive sampling method that met the inclusion and exclusion criteria so that 23 subjects were obtained Using the sampel paired t test hypothesis test where it is known asymp. Sig. (2tailed) worth 0,000, because it is smaller than <0.05, it can be concluded that there is an influence on the use of medial arch support for the flexibility of students in football extracurricular activities at SMP Negeri 1 Sambirejo
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Dennis Brown Splint dalam Terapi Congenital Talipes Equinovarus di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen Hisyam Syafi’ie; Anissa Eka Septiani
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i3.285

Abstract

Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor merupakan salah satu kelainan kongenital yang paling sering dijumpai pada bayi baru lahir. CTEV adalah kelainan kompleks dimana kaki terputar ke dalam dan ke bawah sejak lahir, bersifat kaku dan tetap (Laloan et al., 2020). Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) merupakan kelainan bawaan dengan angka kejadian 1-2 per 1000 kelahiran yang memerlukan penanganan dini menggunakan Dennis Brown Splint untuk mencegah deformitas permanen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang CTEV dan penggunaan Dennis Brown Splint di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada 50 ibu hamil dan kader kesehatan disertai pembagian booklet pada bulan Agustus-September 2024. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest menggunakan kuesioner 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman sebesar 2,96 poin (dari 4,32 menjadi 7,28). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini CTEV dan pentingnya penggunaan Dennis Brown Splint sebagai terapi konservatif. Puskesmas Jenar mendapatkan alat Dennis Brown Splint, booklet, dan leaflet untuk sosialisasi berkelanjutan.
PENGGUNAAN ANKLE FOOT ORTHOSIS (AFO) TERHADAP KESEIMBANGAN FUNGSIONAL PADA ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY Hisyam Syafi'ie; Fadhila Firmanurulita
Medical Journal of Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v3i2.888

Abstract

Children with cerebral palsy will experience problems with their movements. Cerebral palsy affects muscles and a person's ability to control them. One of the disorders that occur in children with CP is disturbances in walking balance, which ultimately results in disturbances in walking motor skills, so children experience disturbances in daily living (ADL) activities in their daily lives. This research aims to determine the effect of using Anke Foot Orthosis on children's functional balance. Cerebral Palsy. Method: This type of research uses a Quasy Experiment with a pretest-posttest with a control group design. The total sample for this study was 10 respondents. Data collection was carried out using observation sheets. Analysis of this research data using univariate and bivariate analysis with Wilcoxon. Results: The influence of using Anke Foot Orthosis on the functional balance of Cerebral Palsy children, data taken before and after treatment with a value > 0.05. The conclusion is that there is no significant effect between using Anke Foot Orthosis and functional balance in children with cerebral palsy.
Implementasi Ankle Foot Orthosis Desain Posterior Shell Jointed Plantarflexion Stop pada Rehabilitasi Pasien Pascastrok Anissa Eka Septiani; Muhammad Syaifuddin; Sisybania Sisybania; Hisyam Syafi’ie
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.403

Abstract

Strok merupakan gangguan cerebrovascular yang ditandai dengan defisit neurologis akibat iskemia atau perdarahan pada jaringan otak, dan menjadi salah satu penyebab utama kecacatan fisik jangka panjang, termasuk drop foot dan deformitas metatarsus adductus, yang berdampak signifikan terhadap kemampuan fungsional dan kualitas hidup penderita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan Jointed Plantar Stop Ankle Foot Orthosis (AFO) kepada seorang pasien pascastrok kedua yang sedang menjalani program rehabilitasi fisioterapi. Metode yang diterapkan adalah pelayanan ortotik klinis langsung berbasis bukti, mencakup tahapan assessment, casting, rectification, fabrication dari bahan polyethylene dengan sendi plantar stop, fitting, pelatihan penggunaan alat, serta evaluasi pola berjalan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa AFO yang diberikan mampu mencegah toe drag dan foot slap, memperbaiki alignment deformitas metatarsus adductus, serta meningkatkan stabilitas dan keseimbangan saat berjalan. Pasien dan keluarga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap fungsi alat ortosis yang diberikan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi ortotik yang terkoordinasi dengan program fisioterapi dalam mendukung pemulihan fungsional pasien pasca strok.
FOOT ORTHOSIS KUSTOM PADA GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KEAMANAN Muhammad Syaifuddin; Hisyam Syafi’ie
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Gangguan muskuloskeletal (MSDs) adalah cedera yang memengaruhi pergerakan sistem muskuloskeletal tubuh manusia. Pekerja supermarket rentan mengalami MSDs karena tugas mereka menangani material secara manual. (Syafiq Darul Ridzuan & Joan Bernard, 2022). WRMSDs adalah kontributor terbesar terhadap beban penyakit akibat kerja dan sebagian besar terkait dengan faktor ergonomi yang ditemukan di tempat kerja (Akodu & Ashalejo, 2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kondisi muskuloskeletal adalah penyebab paling umum dari kecacatan dan keterbatasan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Gangguan muskuloskeletal (MSDs) selanjutnya diklasifikasikan sebagai gangguan spesifik atau nonspesifik. Gangguan muskuloskeletal spesifik memiliki ciri klinis yang jelas, sedangkan gangguan muskuloskeletal non-spesifik muncul dengan nyeri tanpa bukti gangguan yang jelasspesifik (Krishnan et al., 2021).   Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest– posttest; partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. perubahan skor nyeri dengan Nordic Body Map sebelum intervensi (dasar) dan setelah intervensi Kostum Foot Orthosis selama 4 minggu dan evaluasi dilakukan setiap 2 minggu.   Hasil: Keluhan nyeri muskuloskeletal sebelum dilakukan tindakan sebesar 64,07 sedangkan setelah dilakukan tindakan sebesar 50,67. Terlihat bahwa nilai rata-rata keluhan nyeri muskuloskeletal menunjukkan adanya penurunan nyeri sebesar 13,40 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dimana keluhan yang paling berat terdapat pada ekstremitas bawah.   Kesimpulan: Penggunaan Foot Orthosis Custom berpengaruh pada pengurangan rasa nyeri pada Penyakit Muskuloskeletal.