Kms Muhammad Amin Fauzi
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (Stad) Dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Walila Dwita Manjani; Kms Muhammad Amin Fauzi; Suroyo Suroyo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.4234

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar matematika siswa menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional, perbedaan hasil belajar siswa memiliki Kemampuan Awal Matematika tinggi dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dengan hasil belajar memiliki model pembelajaran konvensional, perbedaan hasil belajar siswa memiliki Kemampuan Awal Matematika rendah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan hasil belajar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD, menganalisis interaksi antara model pempelajaran dan Kemampuan Awal Matematika terhadap hasil belajar siswa. Sampel ditetapkan sebanyak 54 orang. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran STAD dengan Konvensional. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran STAD dengan nilai rata-rata 90,00, sedangkan hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran konvensional dengan nilai rata-rata 83,70. Siswa memiliki Kemampuan Awal Matematika Tinggi memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 90,12, sedangkan hasil belajar siswa yang memiliki Kemampuan Awal Matematika Rendah memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,03. Tedapat perbedaan hasil belajar siswa memiliki Kemampuan Awal Matematika Tinggi lebih tinggi dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dengan hasil belajar dengan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa memiliki Kemampuan Awal Matematika Tinggi lebih rendah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan hasil belajar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD. Berdasarkan hasil uji Anava diketahui diketahui harga sig=0,044<sigα=0,05 maka terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran dengan Kemampuan Awal Matematika dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa
Analysis Error Student In Learning Geometry As Base Understanding Non-Euclidean Geometry : An Overview Literature Based on Newman's Error Analysis Dosta Ernauli Siregar; Lasvina Br. Purba; Jesica Dhea Chyntia; KMS Muhammad Amin Fauzi
Journal Of Global Research Publications Vol. 2 No. 2 (2025): JGRP - July
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jgrp.v2i2.2025.73

Abstract

This study aims to identify the dominant error patterns of students in geometry learning based on Newman's Error Analysis (NEA) and to examine their implications for readiness to understand Non-Euclidean Geometry. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) of 10 empirical articles published between 2019 and 2026. Data were extracted based on the five stages of NEA — reading, comprehension, transformation, process skill, and encoding — and subsequently analyzed through narrative synthesis, percentage comparison, and descriptive effect size. The results indicate that comprehension errors and encoding errors are the most dominant categories, with the highest percentages of 56.92% and 50%, respectively, followed by transformation errors, which consistently fall within a moderate effect range (20–40%), while reading errors and process skill errors are classified as low. The primary causes of errors include weak understanding of geometric concepts, inability in spatial visualization, limited mathematical language, and lack of procedural precision. The findings contribute as a diagnostic foundation for designing more effective geometry learning, while simultaneously serving as a conceptual bridge toward higher-level geometry