Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Heuristic

EVALUASI SIFAT FISIKOKIMIA TEMPE WARNA DENGAN PENGGUNAAN KUNYIT SEBAGAI PEWARNA ALAMI DAN PENAMBAHAN SDB ( Sabouraud Dextrose Broth) Sihmawati, Rini Rahayu; Panjaitan, Tiurma W. Susanti; Rosida, Dwi Agustiyah
Heuristic Vol 14 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v14i01.1041

Abstract

This research is determining the impact of adding natural dyes turmeric and Sabouraud Dextrose Broth (SDB) against physicochemical of tempeh. Benefits of the research is to support the food security program through increased value-added tempeh using natural dyes. This research was conducted by the method of experimental design was completely randomized. The first treatment is concentration of turmeric (K) and the second is the concentration of SDB. The first consists of three concentration levels (0.5% , 1% and 1.5%), and the second also consists of three concentration levels (1% , 2% and 3% ) and repeated 3 times. The test results chemically the protein , fat and ash contents between the tenth treatment showed not significant (P> 0.05), the test results of water content between the ten treatments of at least two show difference (P <0.05), also carbohydrate (P <0:01).Keywords: physicochemical, colored tempeh, turmeric, natural dyes, SDB
ASPEK MUTU DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PORANG Panjaitan, Tiurma W Susanti; Rosida, Dwi Agustiyah; Widodo, Richardus
Heuristic Vol 14 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v14i01.1040

Abstract

Keunggulan tepung porang (Amorphophallus konjac) adalah memiliki kandungan serat tinggi, terutama pembubaran serat. Selain itu, tepung ini memiliki kemampuan menyerap air dan bisa membentuk gel yang bisa meningkatkan kelenturan pada mie basah. Rumusan masalahnya adalah bagaimana jika tepung porang digunakan sebagai ramuan dalam pembuatan mie basah, apakah mie basah yang terbuat dari tepung porang lebih disukai oleh konsumen? Penggantian tepung porang ternyata memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan air, protein, lemak, karbohidrat dan abu mie basah. Mie dengan lebih banyak tepung porang tersubstitusi, maka kadar air, kadar lemak dan kadar abu meningkat, sementara kadar protein dan karbohidrat menurun. Hasil uji organoleptik yang menggambarkan tingkat preferensi konsumen terhadap mie basah yang dimasak yang dihasilkan, menunjukkan bahwa tepung substitusi porang sampai 15% tekstur dan warna lebih disukai oleh konsumen. Untuk penyedap, substitusi tepung porang 10% masih disukai konsumen dengan frekuensi 40%, sedangkan tepung substitusi porang di atas 10% hanya beberapa negara bagian seperti aroma mie basah yang dihasilkan.Kata kunci: Tingkat kesukaan, mie basah, tepung porang
EVALUASI MUTU MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PORANG DAN KARAGENAN SEBAGAI PENGENYAL ALAMI Sihmawati, Rini Rahayu; Dwi Agustiyah Rosida, Dwi Agustiyah Rosida Dwi Agustiyah Rosida; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti
Heuristic Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i1.2485

Abstract

Mie merupakan produk pangan yang terbuat dari tepung terigu dan  disukai masyarakat serta telah menjadi salah satu  pangan alternatif pengganti nasi di Indonesia. Porang  merupakan  tanaman lokal Indonesia yang kaya akan  pati dan karbohidrat sehingga dapat dijadikan bahan baku pangan pokok sebagai tepung yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku substitusi tepung terigu, dan dapat digunakan sebagai bahan dasar mie. Sementara itu  karagenan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii yang  berperan penting sebagai stabilisator (pengatur keseimbangan), bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi dan lainnya sehingga karagenan yang ditambahkan kedalam produk mi akan meghasilkan produk yang lebih lentur dan tidak mudah patah. Perlakuan yang dilakukan yaitu kombinasi antara tepung porang dan tepung karagenan dengan perbandingan  P1K1 : 60%  : 2% : 38%  (tepung terigu:  karagenan:tepung porang), P2K2 : 60% : 4%: 36% (tepung terigu :  karagenan: tepung porang), P3K3 : 60% : 6% : 34% (tepung terigu :  karagenan: tepung porang), P4K4 : 60% : 8%: 32% (tepung porang : tepung karagenan: tepung terigu). Hasil penelitian menunjukan bahwa  perlakuan P4K4  lebih disukai panelis untuk parameter tektur,aroma dan rasa. Sedamgkan untuk para,meter warna, panelis cenderung memberikan penilaian yang sama untuk semua perlakuan.Kata Kunci : Mie, Subsitusi, Porang, Karagenan, Pengenyal alami
TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP ROTI TAWAR DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KULIT ARI KEDELAI (GLYCINE MAX) DAN SARI BIT (BETA VULGARIS L) Rosida, Dwi Agustiyah; Susanti, Tiurma Wiliana; Prima Sari, Putri Kurnia
Heuristic Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v17i1.3568

Abstract

Kulit ari kedelai mengandung serat cukup tinggi, sedangkan bit memiliki komposisi kandungan zat gizi yang cukup lengkap. Penelitian ini mengkaji tingkat kesukaan konsumen terhadap roti tawar yang diberi  penambahan tepung kulit ari kedelai (K) dan sari bit (B). Diharapkan penambahan tepung kulit ari kedelai dan sari bit dapat meningkatkan nilai gizi roti tawar dan disukai konsumen. Dosis tepung kulit ari kedelai yang digunakan, K1 5%, K2 10%, K3 15%  dan sari bit  B1 75 ml, B2 150 ml. Roti tawar diuji cobakan pada 20 orang panelis meliputi: tekstur, warna, aroma dan rasa dengan mengunakan lima skala (sangat suka, suka, agak suka, tidak suka, sangat tidak suka). Hasil penelitian menunjukkan untuk tekstur K2B2 merupakan perlakuan yang disukai oleh sebagian besar panelis, untuk warna perlakuan K1B2 dan K3B2, untuk aroma perlakuan K1B1 dan K2B1 dan untuk rasa perlakuan K1B1 yang disukai oleh sebagian besar panelis.
TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP BAKSO UDANG DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schot) Maruta, Adinda Rizki; Rosida, Dwi Agustiyah; Susanti, Tiurma Wiliana
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap bakso udang yang disubstitusi tepung talas dengan komposisi tepung : P1T1 (tapioka 40 gram dan talas 10 gram, P2T2 (tapioka 30 gram dan talas 20 gram), P3T3 (tapioka 20 gram dan talas 30 gram), P4T4 (tapioka 10 gram dan talas 40 gram) dan K (kontrol tepung tapioka 50 gram). Bakso udang diuji cobakan pada 30 orang panelis menggunakan uji organoleptik yang meliputi: tekstur, warna, aroma dan rasa dengan mengunakan 5 skala (sangat suka, suka, agak suka, tidak suka, sangat tidak suka). Hasil penelitian menunjukkan  pada kategori tekstur, perlakuan kontrol dan P1T1 disukai oleh sebagian besar panelis (46,7%), semakin banyak substitusi tepung talas semakin sedikit panelis yang menyukai tekstur bakso udang. Pada kategori warna perlakuan Kontrol, P1T1 dan P2T2 disukai oleh 30%–33,3%  panelis, semakin banyak substitusi tepung talas semakin sedikit panelis yang menyukai warna bakso udang. Untuk kategori Aroma sebagian besar panelis menyukai perlakuan P2T2 (36,7%), sedangkan untuk perlakuan lain kesukaan panelis terhadap aroma tidak jauh berbeda (23,3%-26,7%) Jumlah panelis yang menyukai rasa bakso udang dengan substitusi tepung talas tidak berbeda jauh pada semua perlakuan, yaitu berkisar 30%.
PENINGKATAN KUALITAS ABON NANGKA MUDA DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE. KAJIAN DARI KANDUNGAN PROTEIN DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN Rosida, Dwi Agustiyah; Widodo, Richardus
Heuristic Vol 12 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v12i01.627

Abstract

In recent days, a modern society especially those who live in town, trend to consumption more nutritious food with low in calorie and cholesterol free. Synthetic “abon” made from young jackfruit is one of good vegetable food which are have potentially prized to develop. The lack of protein, can be handled by protein fortification. Tempe is one of Indonesian traditional food with rich in protein can be considered as fortification agent. Research on tempe flour as fortification agent of young jackfruit “abon” has been done. The purpose of the research is to know how many tempe flour can be added to got optimum acceptability of the product. The experiment carried out in 3x2 factorial randomized block design. The first factor are 2,5 %, 5 %, and 7,5 % w/w of tempe flour, and the second factors are treatment of tempe before floured, that is steamed and not steamed. Variance analysis of protein content shows that 1) there is significant difference among the 3 level of first factor (P<0.01), either of the 2 level of the second factor (P<0.01). Combination of 7,5 % w/w and not steamed tempe flour give the best result with 9,886 % in protein content. 2) there is not significant interaction effect between the two factors analyzed against the protein content (P>0.05). 3) Sensory test of texture and flavor show no difference score among the treatments (P>0.05) while for the color of the product, the panelist give different score (P<0,01)Kata Kunci : abon nangka muda, fortifikasi, tepung tempe
OPTIMASI KUALITAS KEMBANG GULA LUNAK DARI BUAH NANAS (Ananas comosus L) KARENA PERBEDAAN KONSENTRASI SIRUP GLUKOSA DAN PUTIH TELUR Setyono, Rahmat Edy; Sihmawati, Rini Rahayu; Rosida, Dwi Agustiyah
Heuristic Vol 12 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v12i01.625

Abstract

The aim of this research was to know the effect of glucose syrup and albumen to quality of pineapple softcandy in physical, chemical and organoleptic and to know the right glucose syrup and albumen concentration of the making pineapple softcandy.The research used Completely Randomized Block Design, with consist of 3 level with 3 times repeat , the glucose syrup ( G) ( 35%,50%, 65%) and albumen ( A) ( 2%, 4%, 6%).Chemical properties of the test include water content, reducing sugar and physic properties such as texture and sensory testing include flavor and color. Obtained data were tested using ANOVA followed by BNT if it showed the real difference in treatment and used DMRT if there were interaction between two factor. The results of this research showed that the addition of glucose syrup and egg albumen real effect on reducing sugar levels and no real effect on the moisture content and texture of pineapple softcandy . The average sugar content is highest reduction in treatment G3A3 (35 .107%) and the lowest in treatment G1A1 (34 163%). Differences in execution time trial showed no significant differences in effect on all parameters tested. Organoleptic test results showed the majority of panelists do not like to color soft confectionery pineapple. As for the taste of the most preferred in the treatment G3A3.Kata kunci : kembang gula lunak, sirup glukosa, putih telur, buah nanas