Nasri Kurnialoh, Nasri
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisutjipto Yogyakarta 55281

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SERAT SASTRA GENDHING Kurnialoh, Nasri
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 13 No 1 (2015): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.555 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v13i1.496

Abstract

Education in the broadest sense, plays an important role in everysociety and culture. Where each community has a regularity that is bound by a value system which lives in its culture. Culture as education proceeds, may be embodied in various forms, so it is interesting to observe and study more deeply the views of a wide range of viewpoints, so that we can understand the meaning contained in an event. Sultan Agung Hanyakrakusuma as king, poet, and artist who have made a great contribution to the Islamic Mataram kingdom. He figures that have a high sensitivityto the problems of the nation and religion One contribution is theessay book entitled Literature Gendhing teaches about inner and outer harmony and the beginning of the end. Harmony between the universe Gumelar with gumulung universe, in terms of the sharpness of this spirtitual, Sultan Agung a degree commensurate with the trustee. Spiritualism Sultan Agung which will be investigated in this study are the values of Islamic religious education in the works, Literature Gendhing. Pendidikan dalam arti yang luas, memegang peranan sangat penting dalam setiap masyarakat dan kebudayaannya. Dimana setiap masyarakat mempunyai keteraturan yang diikat oleh sistem nilai yang hidup dalam kebudayaan yang dimilikinya. Kebudayaan sebagai pendidikan yang berproses, dapat diwujudkan dalam beragam bentuk, sehingga sangatlah menarik untuk dicermati dan diteliti lebih mendalam dengan dilihat dari berbagai macam sudut pandang, sehingga kita dapat memahami makna yang terkandung dalam sebuah peristiwa. Sultan Agung Hanyakrakusuma sebagai raja, sastrawan, dan seniman yang telah memberikan kontribusi yang besar pada kerajaan Mataram Islam. Ia tokoh yang memiliki kepekaanyang tinggi terhadap masalah bangsa dan agamanya. Salah satu sumbangsihnya adalah kitab karangannya yang berjudul Sastra Gendhing mengajarkan tentang keselarasan lahir batin dan awal akhir. Keserasian antara jagad gumelar dengan jagad gumulung, ditinjau dari ketajaman spirtitual ini, Sultan Agung mendapat gelar yang sepadan dengan wali. Spiritualisme Sultan Agung yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam karya, Sastra Gendhing.
Pendidikan Agama Islam Berwawasan Inklusif-Pluralis Kurnialoh, Nasri
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 18 No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.536 KB) | DOI: 10.24090/insania.v18i3.1468

Abstract

Abstract: In countries with multi-ethnic consists of religion, and race such as Indonesia, the role of Islamic religious education is very important and strategic. See sectarian conflict based on culture, ethnicity, race and religion going on in our society, it seems the paradigm of inclusive vision of Islamic education which emphasizes the concept of pluralism in sosial life need to be developed. Furthermore, Islam is an inclusive religious education should provide a comprehensive understanding of religion through teaching with respect religious differences without losing identity as followers of a particular religion. Keywords : Islamic Education, Inclusive, Pluralist.
PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI HOAX Kurnialoh, Nasri
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Marifah Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v1i2.49

Abstract

Persoalan hoax tidak bisa dianggap remeh. Sama seperti negara lain, negeri Indonesia kini juga tengah resah dilanda bayang-bayang virus hoax yang terus mengancam. Kemunculannya telah menimbulkan segregasi kuat di tengah masyarakat yang membawa banyak korban. Tidak hanya di pemerintahan, korban berita hoax juga menimpa masyarakat bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hoax dan dampaknya bagi masyarakat serta cara mengcounter hoax dengan internalisasi pendidikan Islam. penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan yang sementara berlangsung. Hoax dapat dicounter melalui internalisasi nilai nilai pendidikan Islam, teknisnya ada dua tahap. Pertama: transformasi nilai nilai pendidikan Islam dan kedua adalah tahapan aplikatif berorientasi pada perbaikan sikap dan akhlak.
HUMANISME TEOSENTRIS DALAM IDEOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Kurnialoh, Nasri
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v2i1.107

Abstract

Abstract Some Islamic educational institutions only focus on philosophical perspectives without placing sufficient emphasis on human qualities. This can cause a gap between in-depth and material perspectives in schools. This type of written research, with documentation and scientific techniques limited to books, but also other supporting references. The research results obtained are that there is theocentric humanism as a paradigmatic reasoning choice in the contemporary school philosophy battle, by introducing the idea of ??theocentrism (tawhidi) as a guideline, as well as ghayatul hayat (all the goals of life). As well as Islamic Humanism which relies on human instincts as expressed in the Koran. This is not quite the same as other common Humanism has taken human ethics entirely from religion by discrediting God, as expressed in deep training in His proportions with moral simplicity can be achieved without belief in God. Therefore, it is very important to utilize theocentric humanism as an idea for the philosophical worldview of Islamic education. Keywords: Humanism, Theocentrism, Islamic Education Abstrak Beberapa lembaga pendidikan Islam hanya fokus pada perspektif filosofis tanpa memberikan penekanan yang cukup pada kualitas manusia. Hal ini dapat menyebabkan ketimpangan antara perspektif mendalam dan material di sekolah. Jenis penelitian tertulis, dengan teknik dokumentasi dan ilmiah terbatas pada buku, namun juga referensi lain mendukung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat humanisme teosentris sebagai pilihan penalaran paradigmatik dalam pertarungan filsafat sekolah kontemporer, dengan memperkenalkan gagasan teosentrisme (tauhidi) sebagai pedoman, serta ghayatul hayat (segala tujuan hidup). Serta dengan Humanisme Islam yang bergantung pada naluri manusia seperti yang diungkapkan dalam Alquran. Hal ini tidak persis sama dengan Humanisme umum lainnya telah mengambil etika manusia sepenuhnya dari agama dengan mendiskreditkannya Tuhan, sebagaimana diungkapkan dalam pelatihan mendalam sesuai proporsi-Nya dengan kesederhanaan moral dapat dicapai tanpa keyakinan kepada Tuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memanfaatkan humanisme teosentris menjadi ide pandangan dunia filosofis pendidikan Islam. Kata Kunci: Humanisme, Teosentris, Pendidikan Islam
NILAI-NILAI PANCASILA PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Kurnialoh, Nasri
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v2i2.132

Abstract

Abstrak Landasan ideologi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pancasila. Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti prinsip adalah dua kata Sansekerta yang membentuk struktur Pancasila. Pendidikan Islam, sebaliknya, adalah suatu proses pengajaran, bimbingan, dan pembelajaran bagi seluruh umat manusia, baik jiwa maupun raga, berdasarkan prinsip dan ajaran agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah makna Pancasila masih relevan dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian yang penulis cermati, pendidikan Islam dapat mengambil manfaat dari nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, mulai dari nilai-nilai sila I hingga V. Kata Kunci: Nilai, Pancasila, Pendidikan Islam Abstract The basic ideological foundation of the Unitary State of the Republic of Indonesia is Pancasila. Panca, which means five, and Sila, which means principle, are two Sanskrit words that form the structure of Pancasila. Islamic education, on the other hand, is a process of teaching, guidance and learning for all humanity, both body and soul, based on the principles and teachings of the Islamic religion. The aim of this research is to find out whether the meaning of Pancasila is still relevant in Islamic education. This type of research uses a qualitative descriptive research methodology. Based on the research findings that the author has looked at, Islamic education can benefit from the values ??contained in Pancasila, starting from the values ??of principles I to V. Keywords: Values, Pancasila, Islamic Education