Astrid Veranita Indah
Universitas Negeri Alauddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sulesana

WABAH COVID-19 DALAM ANALISIS TEODISI GOTFRRIED WILHELM LEIBNIZ DAN TEOLOG ISLAM Akbar Tanjung; Andi Nurbaety; Astrid Veranita Indah
Sulesana Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v16i2.34425

Abstract

Tulisan ini membahas tentang fenomena wabah Covid-19 yang berkembang di seluruh Dunia, yang membawa penderitaan hingga mengalami kematiaan bagi umat manusia. Hal tersebut membawa manusia berpikir tentang bagaimana penderitaan dan kabahagiaan bisa hidup berdampingan dalam satu realitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis wabah Covid-19 dalam perspektif Gotfrried Wilhelm Leibniz (1646 M) dan para teolog Islam. Persoalan wabah Covid-19 dengan analisis kedua tokoh bertujuan untuk membandingkan pemikiran Barat dengan pemikiran Islam terkait persoalan kejahatan, keburukan, dan penderitaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Filosofis, Hermeneutika, Historis dan Teologis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejahatan yang sesungguhnya ada dalam kehidupan manusia akibat kebebasan dan ketidaksempurnaan ciptaan sehingga dapat menyebabkan berkembang varian virus baru, seperti Covid-19. Ada dua hal yang menyebabkan penderitaan akibat Covid-19 yaitu (1) kebebasan manusia yang dapat menyebabkan varian Virus baru, seperti Covid-19 muncul dan berkembang. (2) ketidaksempurnaan manusia sebagai ciptaanNya. Jika melihat lebih mendalam tentang ketidakberuntungan atau musibah yang meninpa manusia, kemudian menginterpretasi hal tersebut, maka sebagai manusia akan mengapresiasi bahwa ketika tertimpa musibah maka sebetulnya manusia mendapatkan anugerah, tidak mendapatkan bencana.
KONSEP EPISTEMOLOGI DALAM PEMIKIRAN IBNU RUSYD Yamin Yamin; Astrid Veranita Indah
Sulesana Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v17i1.38749

Abstract

This study aims to analyze the dimensions of epistemology or philosophy of knowledge in the thought of Ibnu Rusyd, who lived in 520H/1126 AD. There are two theories used to study Ibnu Rushd's epistemological thinking. First, the epistemological classification consisting of 4 forms, namely bayânî, burhâni, irfânî and tajrîbî. Second, Abd Jabbar's theory of plurality of text meanings. Each text contains the possibility of other meanings that are not the same as those explicitly stated. These meanings are always born and differ according to the different approaches and methods used. However, this does not mean that there is an exclusivity of understanding but that the text (al-Qur'an) provides a large space for various understandings according to the level of reasoning.