Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SARUNGISASI BUAH KAKAO KLON MCC01 DAN MCC 02 DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN Lilis Lilis; Rahmiana Rahmiana; Isnaeni Isnaeni; Virna Virna; Nurul Hikma; Syahruni Thamrin
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 2 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i2.460

Abstract

Cocoa production in South Sulawesi decreases from year to year one of the causes due to the attack of cocoa borer pests. The observations aimed to find out the effect of condomizing on MCC 01 and MCC 02, and to see which clones were resistant and more susceptible to PBK pest attacks through condomizing. The method of determining respondents is done deliberately and the determination of samples by determining cocoa tree samples deliberately by choosing a healthy tree and then condomized and without condemned by marking each sample tree. The results showed that condomizing can reduce cocoa fruit affected by PBK, attack rate and intensity of damage is classified as moderate, and MCC 02 is more resistant to PBK pests.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KAKAO MELALUI MANAJEMEN TEKNOLOGI SARUNGISASI TERINTEGRASI PADA KELOMPOK TANI SEKKANG MATA II KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Syahruni Thamrin; Nildayanti Nildayanti; Basri Baba; Junaedi Junaedi; Haris Haris; Yulius Yulius; Nuraminah Nuraminah
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3407

Abstract

Kabupaten Soppeng merupakan salah satu sentra produksi kakao di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas kakao di Kelurahan Tettikenrarae mengalami penurunan akibat lemahnya manajemen budidaya, dominasi tanaman tua, rendahnya penerapan teknologi, serta tingginya serangan hama dan penyakit seperti Helopeltis spp. dan Conopomorpha cramerella. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi kakao sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi budidaya yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kakao. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas manajerial petani dalam penerapan teknologi sarungisasi kakao secara terintegrasi guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–November 2025 di Kelompok Tani Sekkang Mata II, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 25 petani. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan demonstratif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, serta pendampingan penerapan teknologi sarungisasi buah kakao. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi sarungisasi serta pengelolaan budidaya kakao secara lebih terencana. Penerapan sarungisasi terbukti mampu menurunkan tingkat serangan hama menjadi sekitar 3–7%, dibandingkan 25–40% pada buah tanpa sarungisasi. Selain itu, kualitas biji kakao meningkat dengan kadar air 6–7% serta kondisi fisik buah yang lebih seragam. Produktivitas kakao meningkat dari sekitar 1,1–1,4 kg menjadi 1,8–2,2 kg biji kering per pohon per musim. Peningkatan produksi tersebut berdampak pada kenaikan pendapatan petani dari sekitar Rp148.500–Rp189.000 menjadi Rp243.000–Rp297.000 per pohon per musim serta menurunkan penggunaan pestisida hingga sekitar 60%. Teknologi sarungisasi terintegrasi efektif meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta pendapatan petani kakao dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada tingkat kelompok tani.