Kabupaten Soppeng merupakan salah satu sentra produksi kakao di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas kakao di Kelurahan Tettikenrarae mengalami penurunan akibat lemahnya manajemen budidaya, dominasi tanaman tua, rendahnya penerapan teknologi, serta tingginya serangan hama dan penyakit seperti Helopeltis spp. dan Conopomorpha cramerella. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi kakao sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi budidaya yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kakao. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas manajerial petani dalam penerapan teknologi sarungisasi kakao secara terintegrasi guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–November 2025 di Kelompok Tani Sekkang Mata II, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 25 petani. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan demonstratif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, serta pendampingan penerapan teknologi sarungisasi buah kakao. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi sarungisasi serta pengelolaan budidaya kakao secara lebih terencana. Penerapan sarungisasi terbukti mampu menurunkan tingkat serangan hama menjadi sekitar 3–7%, dibandingkan 25–40% pada buah tanpa sarungisasi. Selain itu, kualitas biji kakao meningkat dengan kadar air 6–7% serta kondisi fisik buah yang lebih seragam. Produktivitas kakao meningkat dari sekitar 1,1–1,4 kg menjadi 1,8–2,2 kg biji kering per pohon per musim. Peningkatan produksi tersebut berdampak pada kenaikan pendapatan petani dari sekitar Rp148.500–Rp189.000 menjadi Rp243.000–Rp297.000 per pohon per musim serta menurunkan penggunaan pestisida hingga sekitar 60%. Teknologi sarungisasi terintegrasi efektif meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta pendapatan petani kakao dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada tingkat kelompok tani.
Copyrights © 2026