Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 NON ULKUS Sugiyanto Sugiyanto; Sumarni Sumarni
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan merubah beberapa kebiasaan hidup seseorang, seperti senam terutama senam kaki diabetik. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan on group pre test – post test, dengan tujuan untuk mengetahui kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 non ulkus. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada pre test, responden yang memiliki kadar gula >200 mg/dl sebelum senam ada 15 orang (100 %). Pada post test, responden yang memiliki kadar gula darah 155-180 mg/dl sebanyak 11 orang (73.3 %) dan yang memiliki kadar gula darah >200 mg/dl ada 4 orang (26.7 %) kadar gulanya tetap ataupun naik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 < α =0,05, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 non ulkus.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 NON ULKUS Sugiyanto Sugiyanto; Sumarni Sumarni
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan merubah beberapa kebiasaan hidup seseorang, seperti senam terutama senam kaki diabetik. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan on group pre test – post test, dengan tujuan untuk mengetahui kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 non ulkus. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada pre test, responden yang memiliki kadar gula >200 mg/dl sebelum senam ada 15 orang (100 %). Pada post test, responden yang memiliki kadar gula darah 155-180 mg/dl sebanyak 11 orang (73.3 %) dan yang memiliki kadar gula darah >200 mg/dl ada 4 orang (26.7 %) kadar gulanya tetap ataupun naik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 < α =0,05, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 non ulkus.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah dan Menanggulangi Masalah Stunting bagi Generasi Bangsa Sugiyanto, Sugiyanto; Jasmani, Jasmani
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 3, No 1 (2024): Jatibara Vol.3 No.1 Agustus 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v3i1.1987

Abstract

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan peran-serta masyarakat dalam menanggulangi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi mejadi tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi Adapun hasil kegiatan meliputi: a) penyuluhan kesehatan tentang stunting yang telah berjalan dengan lancer dan terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta, b) pemberdayaan masyarakat denagn membentuk satgas peduli stating, dan c) pembagian bahan makanan tinggi protein yang dibagikan kepada masyarakat yang terindikasi memiliki balita stunting dan ibu-ibu hamil yang beresiko mengalami masalah gizi. Rekomendasi diharapkan peran serta masyarakat, pemerintah setempat dan segenap stakeholder  dalam mencegah dan menaggulang masalah stunting.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah dan Menanggulangi Masalah Stunting bagi Generasi Bangsa Sugiyanto, Sugiyanto; Jasmani, Jasmani
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 3, No 1 (2024): Jatibara Vol.3 No.1 Agustus 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v3i1.1987

Abstract

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan peran-serta masyarakat dalam menanggulangi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi mejadi tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi Adapun hasil kegiatan meliputi: a) penyuluhan kesehatan tentang stunting yang telah berjalan dengan lancer dan terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta, b) pemberdayaan masyarakat denagn membentuk satgas peduli stating, dan c) pembagian bahan makanan tinggi protein yang dibagikan kepada masyarakat yang terindikasi memiliki balita stunting dan ibu-ibu hamil yang beresiko mengalami masalah gizi. Rekomendasi diharapkan peran serta masyarakat, pemerintah setempat dan segenap stakeholder  dalam mencegah dan menaggulang masalah stunting.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Youtube Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sugiyanto, Sugiyanto; Cheristina, Cheristina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i2.207

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi kegagalan tumbuh dan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi akibat pemberian makanan yang tidak mencukupi atau tidak tepat dalam jangka waktu lama. Keterlambatan pertumbuhan disebabkan oleh kombinasi kekurangan energi, protein, mikronutrien sejak janin hingga usia 2 tahun, yang akan meningkatkan angka kematian bayi atau anak dan menurunkan sistem secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling menggunakan media YouTube terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pre test and post test. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan (Pre test) adalah 11,08 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan (Post Test) adalah 13,35. Hasil uji Wilcoxon mempunyai nilai P value 0,000 yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video youtube terhadap tingkat pengetahuan ibu stunting di Belopa Utara Kabupaten Luwu Tahun 2022. Pendidikan kesehatan oleh petugas kesehatan menggunakan video youtube media perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Youtube Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sugiyanto, Sugiyanto; Cheristina, Cheristina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i2.207

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi kegagalan tumbuh dan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi akibat pemberian makanan yang tidak mencukupi atau tidak tepat dalam jangka waktu lama. Keterlambatan pertumbuhan disebabkan oleh kombinasi kekurangan energi, protein, mikronutrien sejak janin hingga usia 2 tahun, yang akan meningkatkan angka kematian bayi atau anak dan menurunkan sistem secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling menggunakan media YouTube terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pre test and post test. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan (Pre test) adalah 11,08 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan (Post Test) adalah 13,35. Hasil uji Wilcoxon mempunyai nilai P value 0,000 yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video youtube terhadap tingkat pengetahuan ibu stunting di Belopa Utara Kabupaten Luwu Tahun 2022. Pendidikan kesehatan oleh petugas kesehatan menggunakan video youtube media perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting.
Shift work and sleep pattern disturbances of nurses at bua health center : a correlation study Nurhaenih, Nurhaenih; Pratiwi, Santi; Sugiyanto, Sugiyanto; Hoesny, Rezkiyah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1151600

Abstract

Shift work is an essential aspect of healthcare services, particularly in facilities such as the BUA Health Center. However, it has been widely documented that shift work can disrupt sleep patterns, leading to significant health issues for workers, including nurses. This study aims to examine the relationship between shift work and sleep pattern disturbances among nurses at the BUA Health Center. Utilizing a qualitative approach and a literature study methodology, this research explores existing academic literature, case studies, and surveys from healthcare workers to understand the extent of sleep disturbances among nurses working various shifts. The analysis identifies that irregular sleep patterns, sleep deprivation, and poor quality of sleep are prevalent among nurses working rotating or night shifts. These disturbances have been shown to negatively affect both physical health and mental well-being, contributing to increased fatigue, decreased cognitive function, and a higher risk of burnout. Furthermore, the literature suggests that shift work impacts job performance and overall work satisfaction. This study underscores the need for effective strategies to mitigate the negative effects of shift work, including improved scheduling, better sleep hygiene practices, and organizational interventions. Recommendations include more flexible work schedules and the incorporation of regular sleep assessments to monitor the health of nurses. This research calls for further studies to develop interventions and policies that address the specific needs of healthcare professionals in shift-based roles.
Forest Honey Cream Formulation and Test of Its Effectiveness in Accelerating Burn Wound Healing Sugiyanto; Aprianti Sigala; Putri Clara
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11185

Abstract

Honey contains various essential nutrients, including carbohydrates, proteins, amino acids, vitamins, minerals, dextrin, plant pigments, and natural compounds. This study aims to develop the formulation and effectiveness of forest honey cream as a therapeutic agent for second-degree burns. The research design used was a pure experimental laboratory. This study used five rabbits divided into five treatment groups. Burns were given on the first day and treatment was given every day. Observations were made every three days for 15 days. Statistical analysis was carried out using a Completely Randomized Design (CRD), and the Least Significant Difference (LSD) test, by comparing the condition of the wound before and after treatment, as well as the control group that was not given treatment. The results of the study showed that based on the test of the effectiveness of healing burns between the 30% concentration honey cream group when compared to the positive control group (Biopacenton® ointment) showed a difference but was not very significant (0.03 < 0.07). The calculated F value is greater than the F table at the level of α = 0.05 (8.70 > 2.78) so the hypothesis Ho is rejected and Ha is accepted which means that there is a significant influence/effect of administering high concentration forest honey cream formulation on burns in rabbit test animals. In conclusion, the application of forest honey at a higher concentration significantly improves burn healing in the rabbit model. Further research is recommended to investigate the optimal frequency of forest honey application to further accelerate the burn healing process.
The Meaning of Spirituality in People Living with HIV/AIDS Using the Calista Roy Theoretical Approach Sugiyanto; Anitasari, Bestfy
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirituality is a core dimension of human life in both health and illness and may influence coping and healing, particularly among people living with HIV/AIDS. This qualitative phenomenological study involved four participants who provided written informed consent and shared their lived spiritual experiences of prayer. Data were collected through in-depth interviews supported by an interview guide, field notes, and document review, and were analyzed using Colaizzi’s method (1978) with the assistance of QSR NVivo (version 10.0). Five themes emerged: (1) grief responses following diagnosis, (2) family support, (3) meanings attributed to HIV/AIDS, (4) practices for drawing closer to God, and (5) the perceived essence and effects of prayer. These findings highlight the importance of integrating culturally sensitive spiritual care into routine HIV services. Nurses should conduct early, respectful spiritual assessment after diagnosis, facilitate patients’ preferred spiritual practices in a private and nonjudgmental manner, and engage family members when appropriate and with consent—as key sources of emotional and spiritual support. Health facilities are encouraged to provide staff training and clear referral pathways to spiritual resources while safeguarding confidentiality. Further research with more diverse participants is recommended to enhance transferability and inform the development of structured spiritual care protocols.