Amir Hamzah
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN BATUK EFEKTIF TERPROGRAM TERHADAP RISIKO INFEKSI PERNAPASAN PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAMPANG KULON Amir Hamzah; Egi Mulyadi; Tri Utami
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.538

Abstract

Laparatomi merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi). Pemberian anestesi merupakan upaya medis dengan memberikan zat tertentu kedalam tubuh dengan tujuan menghilangkan rasa sakit selama pembedahan. Batuk efektif adalah metode batuk yang dilakukan dengan benar untuk mengeluarkan lendir yang terdapat dalam saluran pernafasan secara maksimal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh batuk efektif terprogram terhadap risiko infeksi pernafasan pada pasien post operasi laparatomi dengan general anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah Jampang Kulon. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesinoner dan SOP tehnik batuk efektif. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group design. Hasil yang diharapkan tergambar adanya pengaruh latihan batuk efektif terprogram terhadap risiko infeksi pernapasan pada pasien post operasi laparotomi dengan general anestesi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien yang Menjalani Program Perawatan Hemodialisis di RSUD Jampangkulon Heri Priatna; Irawan Danismaya; Erna Safariyah; Amir Hamzah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20656

Abstract

ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require high adherence to schedules, diet, fluid restrictions, and medications. Family support is considered a crucial factor in enhancing patients' adherence to this therapy, which in turn can improve their quality of life and extend life expectancy. This study aims to determine the relationship between family support and patient adherence to hemodialysis treatment at RSUD Jampangkulon. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, involving 30 patients undergoing regular hemodialysis at RSUD Jampangkulon. Data were collected through closed-ended questionnaires on family support and patient adherence, and analyzed using the Chi-Square test. The results show that the majority of patients (76.7%) received good family support, and most patients (76.7%) were also highly adherent to hemodialysis treatment. The Chi-Square statistical test revealed a significant relationship between family support and patient adherence (p-value = 0.001). This indicates that patients who receive family support tend to be more adherent to hemodialysis treatment compared to those without such support. Based on these findings, it is recommended that hospitals enhance educational programs for patients' families to strengthen the role of family support in hemodialysis therapy, in order to improve patient adherence to the prescribed treatment. Keywords: Family Support, Adherence, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease Patients  ABSTRAK Pasien yang menjalani terapi hemodialisis memerlukan kepatuhan yang tinggi terhadap jadwal, diet, pembatasan cairan, dan pengobatan. Dukungan keluarga dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi ini, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang usia harapan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien yang menjalani program perawatan hemodialisis di RSUD Jampangkulon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 30 pasien yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin di RSUD Jampangkulon. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (76,7%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan mayoritas pasien (76,7%) juga menunjukkan kepatuhan yang baik dalam menjalani terapi hemodialisis. Uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien (p-value = 0,001). Hal ini menandakan bahwa pasien yang mendapat dukungan keluarga cenderung lebih patuh dalam menjalani terapi hemodialisis dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan dukungan tersebut. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pihak rumah sakit meningkatkan program edukasi bagi keluarga pasien untuk memperkuat peran dukungan keluarga dalam terapi hemodialisis, guna meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Hemodialisis, Pasien Gagal Ginjal Kronik
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keislaman dan Perilak Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Mahasiswa Keperawatan UMMI Zahra Bassami; Dhinny Novryanthi; Tri Utami; Amir Hamzah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24788

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health problem, particularly among young adults including university students. Nursing students in Islamic-based higher education institutions receive not only health-related knowledge but also Islamic values that emphasize self-protection, morality, and healthy behavior. Islamicknowledge is assumed to play an important role in shaping STI prevention behavior through strengthened self-control and value-based decision making. This study aimed to examine the relationship between the level of Islamic knowledge and STI prevention behavior among nursing students at Universitas Muhammadiyah Sukabumi. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 78 nursing studentsfrom the 2025 cohort selected using total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires measuring Islamic knowledge and STI prevention behavior. Data analysis included univariate and bivariate analysis using Chi-Square and Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a good level of Islamic knowledge (98.7%) and good STI prevention behavior (97.4%). Fisher’s Exact Test revealed a significant relationship between Islamic knowledge and STI prevention behavior (p = 0.032; p 0.05). In conclusion, Islamic knowledge is significantly associated with STI prevention behavior among nursing students, indicating that strengthening Islamic values within nursing education may contribute to effective STI prevention strategies. Keywords: Islamic Knowledge, Prevention Behavior, Sexually Transmitted Infections, Nursing Students.  ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada kelompok usia dewasa muda termasuk mahasiswa. Mahasiswa keperawatan pada institusi pendidikan berbasis Islam memiliki karakteristik khusus karena memperoleh pendidikan kesehatan sekaligus penanaman nilai-nilai keislaman yang menekankan penjagaan diri, moralitas, dan perilaku hidup sehat. Pengetahuan keislaman diduga berperan dalammembentuk perilaku pencegahan IMS melalui penguatan kontrol diri dan pengambilan keputusan yang sesuai dengannilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 mahasiswa keperawatan angkatan 2025 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan keislaman dan kuesioner perilaku pencegahan IMS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dan Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan keislaman kategori baik (98,7%) dan perilaku pencegahan IMS kategori baik (97,4%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,032 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan IMS. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keislaman berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada mahasiswa keperawatan, sehingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan keperawatan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pencegahan IMS. Kata Kunci: Pengetahuan Keislaman, Perilaku Pencegahan, Infeksi Menular Seksual, Mahasiswa Keperawatan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BLOOD SUGAR LEVELS AND BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS IN THE WORKING AREA OF THE HEALTH CENTER : Muhammad Rafka Hagi Suarna, Egi Mulyadi, Amir Hamzah Muhammad Rafka Hagi Suarna; Egi Mulyadi; Amir Hamzah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1086

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that requires prolonged treatment therapy to reduce the incidence of complications. The purpose of this study is to determine the data that can increase a person's risk of developing diabetes mellitus, such as age, weight, family history, lifestyle, and diet and to determine whether high blood sugar levels contribute to an increased risk of blood pressure in type II diabetes mellitus patients. The method used is correlation with a cross sectional approach emphasizing the time of measurement or observation of data on the independent variable and the dependent variable only once, at a time. The population in this study is the number of patients who have a history of type 2 diabetes mellitus in the Ciracap Health Center working area of 94 people. This study will use 55 respondents, using the slovin formula. The sampling technique used in this study was non-probability sampling with a purposive sampling approach. The results showed that the P Value obtained from the Chi Square test for asymp sig. (2-sided) is 0.002. This value shows the result of p <0.05 and means that Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded that there is a significant relationship between blood sugar levels and blood pressure in patients with diabetes mellitus II in the Ciracap working area.
Hubungan Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi Febbi Adha Hardiani; Amir Hamzah; Egi Mulyadi
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 2 (2025): April : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i2.549

Abstract

Eating patterns are a person's way or effort in organizing and choosing and using food ingredients every day, including types of food, frequency of eating and portions of food by paying attention to health factors and nutritional status. Students are often trapped in unhealthy and irregular lifestyles, even experiencing eating disorders. Eating disorders can cause gastritis symptoms ranging from mild to severe. This study aims to determine the relationship between diet and the incidence of gastritis in health faculty students at Muhammadiyah University, Sukabumi. This research method uses a quantitative method with descriptive correlation using a cross sectional approach on 83 health faculty students using purposive sampling techniques. statistical analysis using the chi-square test. The results of this study were 43 out of 83 people (51.8%) with poor eating patterns with a P value of 0.000 < 0.005. The conclusion is that there is a relationship between diet and the incidence of gastritis in health faculty students at Muhammadiyah University, Sukabumi.
Pengaruh Penggunaan Stevia Sebagai Suplemen Terhadap Kadar Gula Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Refal Ilyas Nugraha; Amir Hamzah; Eva Martini
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5675

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan kerja insulin. Salah satu upaya pengendalian kadar gula darah adalah pengaturan pola makan dengan mengganti gula menggunakan pemanis rendah kalori. Stevia merupakan pemanis alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan stevia sebagai suplemen terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Baros, Kota Sukabumi. Intervensi berupa pemberian stevia ±5 gram per hari selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata kadar glukosa darah dari 319,44 mg/dl menjadi 269,56 mg/dl. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai p-value 0,047 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa stevia berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah.