Heru Subaris Kasjono
STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effective Educational Media for Health Promotion to Preventing Cervical Cancer of Women Reproductive in 2019–2022: A Systematic Literature Review Sudartinah .; Fitriani Mediastuti; Heru Subaris Kasjono
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v5i1.1187

Abstract

The incidence of cervical cancer is 23.4 per 100,000 population with an average death rate of 13.9 per 100,000 population, where about 50% of cervical cancer sufferers end up dying. WHO predicts that in 2030 there will be an increase in cervical cancer patients and other cancer sufferers in Indonesia up to seven times. Media education with health promotion is one of the primary prevention that can be done to prevent cervical cancer. This study aims to analyze the most effective educational media for health promotion in the prevention of cervical cancer in women of childbearing age in 2019 - 2022 based on a systematic literature review. Literature search was carried out systemically in four DOAJ databases, Google Scholar, PubMed and Science Direct with publications between April 2019 to April 2022. Results showed 17,931 articles were originally drawn from a systematic search of the literature. Of these, six articles matched the theme and inclusion criteria. Of the six articles included in the study, they had good methodological quality. Of the six articles, five articles used quasi-experimental research methods and one article used qualitative research methods. Three of the six articles on experimental research, including interventions with films, clearly stated that audiovisual media had a significant effect on increasing knowledge, attitudes and behavior about cervical cancer. Another article states that the types of educational media used are booklets, social media, one of which is Facebook
DETERMINAN FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH MAKASSAR Syamsuriyati Syamsuriyati; Siti Maimunah; Heru Subaris Kasjono; Sunartono Sunartono; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i2.1737

Abstract

Secara global, perdarahan post partum adalah salah satu penyebab utama kematian ibu. Di negara berkembang, ini menyumbang lebih dari 30% dari semua kematian ibu. Penilaian faktor risiko perdarahan post partum harus dilakukan selama periode antenatal, intrapartum dan post partum untuk pencegahan tepat waktu morbiditas dan mortalitas ibu terkait dengan perdarahan post partum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan faktor risiko yang mempengaruhi anemia Terhadap perdarahan post partum. Metode Penelitian menggunakan desain case control study dengan menggunakan pendekatan retrospectif. Populasi dalam penelitian ibu post partum dan sampel adalah ibuyang mengalami perdarahan post partum, Teknik pengambilan sampel secara total sampling dengan jumlah sampel 77 kasus dan 77 kontrol sehingga total sampel 154 responden. Uji statistic dengn Odds Ratio dan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perdarahan post Partum lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dengan anemia 67 (87,0%) dibandingkan pada kelompok kontrol 51 (66,2%). menunjukkan bahwa dari 121 (78,57%) orang yang mempunyai risiko anemia, responden yang mengalami perdarahan lebih banyak pada kelompok kasus sebanyak 70 responden, di bandingkan kelompok kontrol yaitu 51 orang (37,5%). Berdasarkan hasil uji statistic odds Ratio dengan nilai 5,09 dengan Tingkat kepercayaan (CI) 0,05 dan Lower limit =2.054 dan upper limit =12,656, oleh karena itu ibu hamil yang anemia berisiko 5,09 kali lebih besar mengalami perdarahan post partum jika di bandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, sedangkan dalam uji statistic Mann Whitney dengan nila p 0,000, berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok control. Dapat di simpulkan bahwa anemia merupakan faktor risiko terhadap perdarahan post partum.