Andhika Widyadharma
Politeknik Negeri Madiun

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Alat Penghitung Benih Ikan ”Automatic Fish Seed Counter” di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Aulia Hakim; Dirvi Sudirman; Sulfan Setyawan; Andhika Widyadharma; Sintaria Praptinasari; Dyah Sartika; Rendi Wicaksono
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v6i2.472

Abstract

Proses perhitungan Benih Ikan merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan Benih Ikan yang baik, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 35/Permen-Kp/2016 Tentang Cara Pembenihan Ikan Yang Baik dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Pembudidayaan Ikan. Proses Perhitungan ikan harus dilakukan dengan cara yang bersih dan steril sesuai dengan SNI 8035:2014 Tentang Cara Pembenihan Ikan Yang Baik. Dari hasil pengamatan secara langsung Pada Balai Benih Ikan (BBI), Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Jl. Raya Sukomoro-Magetan, Banjar Selatan, Purwosari, Kec. Magetan, Kabupaten Magetan, Terdapat alat penghitung benih ikan otomatis yang ada di BBI yang di peroleh dari batuan pemerintah provinsi jawa timur, namun alat tersebut sudah tidak berfungsi lagi untuk membantu kegiatan yang ada. Sehingga proses menghitung benih ikan untuk keperluan produksi dan penjualan, dilakukan dengan cara manual dan dilakukan dengan cara mengambil dan menghitung satu persatu. Permasalahan yang timbul tersebut tentu sangat tidak efisien dan tidak steril dan menyebabkan ikan mudah stres dan infeksi sehingga memungkinkan beresiko ikan akan mati sehingga menimbulkan kerugian dan menghambat aktifitas yang di jalankan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah hibah alat penghtung benih Ikan yang diberikan kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan.
Perakitan dan Pemrograman Jam Sholat Digital Otomatis di Pondok Pesantren Al Ihsan Kabupaten Madiun Wahyu Pribadi; Andhika Widyadharma; Alief Sutantohadi; Rakhmad Putra; Yohan Kusuma; Muhammad Putra; Muhammad Priandwika; Fachrul Abdullah
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v7i2.411

Abstract

Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan islam dengan sistem asrama, dimana para santrinya belajar dan tinggal di bawah bimbingan kiai atau ustadz. Pondok Pesantren Al Ihsan merupakan salah satu Lembaga pendidikan islam di Kabupaten Madiun yang mempunyai misi dalam pengembangan keilmuan terutama di bidang teknologi kepada para santri. Kegiatan pengabdian ini mengangkat tema peningkatan keterampilan santri dalam penguasaan teknologi khususnya di bidang elektronik dan sistem digital melalui pelatihan perakitan dan pemrograman jam sholat digital otomatis. Metode pelaksanaan program pengabdian yang telah dilaksanakan terdiri atas empat tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan berupa identifikasi permasalahan dari Pondok Pesantren Al Ihsan sebagai mitra. Tahapan kedua yaitu pelaksanaan sosialisasi dan pemberian materi mengenai program pengabdian masyarakat dan pengetahuan dasar terkait jam sholat digital otomatis kepada para santri Pondok Pesantren Al Ihsan. Berikutnya, tahapan ketiga yaitu pembuatan jam sholat digital otomatis oleh tim pengabdi masyarakat dari Politeknik Negeri Madiun bersama para santri Pondok Pesantren Al Ihsan. Akhirnya, tahapan terakhir yaitu monitoring program untuk mengetahui perkembangan termasuk kendala program dan mencari solusi permasalahan. Target yang diharapkan setelah pelaksanaan pengabdian tersebut adalah terjadinya peningkatan keterampilan dan pemahaman santri terhadap perkembangan teknologi melalui sinergi antara perguruan tinggi dan mitra. Berdasarkan data survei pemahaman santri terhadap program pengabdian menunjukkan bahwa 58% sangat paham, 42% paham, dan 0% tidak paham. Sehingga dapat disimpulkan santri dapat memahami materi pelatihan perakitan dan pemrograman jam sholat digital otomatis dengan baik.
Pelatihan penggunaan Mesin Automatic Chopper and Dryer for Brown Sugar Untuk Meningkatkan Mutu dan Produktivitas Pada UMKM Kuliner Sate Ayam di Kabupaten Ponorogo Aulia El hakim; Dirvi Sudirman; Sulfan Setyawan; Andhika Widyadharma; Gaguk Yudha; Imam Junaedi; Rakhmad Gusta; Angga Saputra; Ahmad Mahmud
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v7i2.590

Abstract

Gula merah dijadikan bahan baku berbagai industri pangan seperti industri kecap, tauco, dan berbagai produk untuk makanan tradisional. Dalam proses pengolahan gula merah menjadi bahan baku industri kuliner, Gula merah harus dirajang (dicacah) dan dikeringkan terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Proses pencacahan gula merah sebagai bahan baku industri kuliner masih menggunakan peralatan sederhana seperti, pisau yang digerakkan dengan tangan (konvensional) dan proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari. Dari hasil pengamatan secara langsung Pada UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet Jl. Raya Ngumpul, Ngumpul, Balong, Ponorogo, belum terdapat alat atau sebuah terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut. terdapat dua permasalahan yang dihadapi, yang pertama adalah saat proses pencacahan gula merah masih menggunakan metode konvensional, dilakukan dengan cara manual dan kurang steril karena dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pisau dan kayu. Permasalahan yang timbul tersebut tentu sangat tidak efisien dan tidak steril dan menyebabkan kualitas gula merah menurun untuk dijadikan bahan baku kuliner sehingga menyebabkan kerugian dan menghambat aktifitas yang dijalankan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan dimulai dari Proses Validasi Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " yang sudah dibuat, kemudian Proses Pelatihan penggunaan Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " sampai proses Hibah alat pencacah dan pengering gula merah yang diberikan UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet