Heni Nafiqoh
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Cimahi, Indonesia.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SKENARIO DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DALAM MENGEMBANGKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PERMAINAN GERAK DAN LAGU RA AL MUFTI Siti Dzulhijjah Napisah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11958

Abstract

The cause of the lack of stimulation of emotional social development is the lack of understanding of teachers in creating learning activities for children, lack of learning media, and lack of motivation to learn for children because of the lack of variety in learning. This study aims to describe scenarios and implementation of online learning in developing emotional social intelligence through motion games and songs at RA Al Mufti. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were 7 children of group B (consisting of 4 boys and 3 girls) with data collection techniques of observation, interviews, and documentation, as well as the analysis technique, was narrative. The school's efforts in stimulating social-emotional intelligence are through movement and song activities with well-structured scenarios and implementations that show the results of achieving children's social-emotional development well according to achievement indicators, namely children can play with their peers in the home environment, children can feel the feelings happy and cares about his friends, can cooperate with his parents at home, can help people who are in trouble, can concentrate, can tidy up tools that have been used to play, can obey the rules and the child can be responsible for everything he does.Penyebab kurangnya stimulasi perkembangan sosial emosional ini disebabkan karena kurangnya pemahaman guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran untuk anak, kurangnya media pembelajaran, dan kurangnya motivasi belajar bagi anak karena pembelajarannya yang tidak bervariatif Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasipembelajaran daring dalam meningkatkan  kecerdasan sosial emosional melalui permainan gerak dan lagu di RA Al Mufti. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitiannya ialah anak kelompok B yang berjumlah 7 anak (terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan) dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi begitupun untuk teknik analisisnya adalah naratif. Upaya sekolah dalam menstimulasi kecerdasan sosial emosional tersebut yaitu melalui kegiatan gerak dan lagu dengan skenario yang tersusun dengan baik dan implementasi yang menunjukan hasil ketercapaian perkembangan sosial emosional anak dengan baik sesuai indikator capaian yaitu anak dapat bermain dengan teman sebayanya di lingkunagan rumah, anak dapat mersakan persaan senang dan peduli terhadap temannya, dapat melakukan kerjasama dengan orang tuanya dirumah , dapat membantu orang yang kesulitan, dapat berkonsentrasi, dapat merapihkan kembali alat yang sudah dipakai bermain, dapat mentaati peraturan dan anak dapat bertanggung jawab atas semua yang dilakukannya. 
UPAYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER KEDISIPLINAN DALAM PEMBELAJARAN HOLISTIK INTEGRATIF PADA ANAK USIA DINI Adelia Haryanto; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12030

Abstract

The right moment to instill values and education in humans occurs at an early age, including the status and rights of children which are one of the most important aspects in supporting the growth and development of the formation of disciplined characters. One of the educational methods that educators must teach students is holistic integrative. Integrative holistic education that requires continuity and suitability of services for children. This study aims to formulate efforts to develop disciplinary character education in integrative holistic learning in early childhood. This research was carried out at TKQ Al Huda Antapani. The subjects in this study were children aged 5-6 years, totaling 10 students. This type of research is descriptive qualitative research. The process of collecting data in this study is observation and interviews to analyze the data in a narrative manner. The results of this study have met the elements of disciplinary character education in integrative holistic learning. This results in the conclusion that efforts to develop disciplinary character education have been carried out according to the integrated holistic and holistic learning methods in PAUD.Momen yang tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada manusia terjadi pada masa usia dini, termasuk status dan hak anak yang menjadi salah satu aspek terpenting dalam mendukung tumbuh kembang pembentukan karakter kedisiplinan. Salah satu metode pendidikan yang wajib pendidik ajarkan pada peserta didik adalah holistik integratif. Holistik integratif merupakan Pendidikan yang memerlukan kelanjutan dan kesesuaian layanan bagi anak. Penelitian ini mempunyai tujuanmerumuskan upaya mengembangkan pendidikan karakter kedisiplinan dalam pembelajaran holistik integratif pada anak usia dini. Penelitian ini di laksanakan di TKQ Al Huda Antapani. Subjek pada penelitian ini yaitu anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian deskriftif kualitatif. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dalam menganalisis data secara naratif.Hasil pada penelitian ini sudah memenuhi unsur pendidikan karakter kedisiplinan dalam pembelajaran holistik integratif. Dengan demikian menghasilkan kesimpulan bahwa upaya mengembangkan pendidikan karakter kedisiplinan sudah terlaksana sesuai metode dan pembelajaran holistik integratif yang ada di PAUD.
KEGIATAN PERMAINAN KONSTRUKTIF SEBAGAI RANGSANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Muthia Hertanti; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12417

Abstract

With the Covid-19 outbreak, learning is carried out through online learning. One of the activities that need to be stimulated when learning is carried out online is creativity, the development of which can be carried out with constructive game activities. Constructive play is a game of a form of media to build and shape something that involves itself in creation, one of which is plasticine media. With constructive play activities, children learn to solve problems in everyday life to build something new with their imagination. The subjects in this study were children of group B which was carried out at KOBER Al-Fadillah. In collecting data used are interviews, observation, and documentation. The method used is descriptive qualitative with qualitative data analysis. The purpose of this study was to determine the implementation of online learning through constructive game activities in stimulating creativity. Based on observations in constructive games using plasticine media, the need for basic techniques regarding plasticine media and giving freedom to students in expressing ideas that are in themselves during online learning takes place. By stimulating constructive games using plasticine media, they can participate in learning with enthusiasm and enthusiasm in sharpening their imagination. Thus, constructive games can be used to the stimulate of creativity for early childhood group B when learning online.Dengan adanya wabah covid-19 pembelajaran dilaksanakan dengan pembelajaran daring. Salah satu kegiatan yang perlu distimulasi ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring yaitu kreativitas, yang mana pengembangannya dapat dilaksanakan dengan kegiatan permainan konstruktif. Permainan konstruktif adalah permainan suatu bentuk media untuk membangun dan membentuk sesuatu yang melibatkan dirinya dalam sebuah kreasi hasil karya salah satunya media plastisin. Dengan kegiatan permainan konstruktif anak belajar memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun sesuatu bentuk yang baru dengan imajinasinya. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B yang dilaksanakan di KOBER Al-Fadillah. Dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualtatif dengan analisis data kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring melalui kegiatan permainan konstruktif dalam menstimulus kreativitas. Berdasarkan observasi dalam permainan konstruktif menggunakan media plastisin perlunya tehnik dasar mengenai media plastisin serta memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam mengekspresikan ide yang ada dalam dirinya sendiri selama pembelajaran daring berlangsung. Dengan stimulasi permainan konstruktif menggunakan media plastisin dapat mengikuti pembelajaran dengan semangat dan antusias dalam mengasah imajinasinya. Dengan demikian permainan konstruktif dapat dijadikan sebagai stimulasi kreativitas anak usia dini kelompok B ketika pembelajaran daring.  
PENERAPAN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM MENANAMKAN KARAKTER ISLAMI BAGI ANAK USIA DINI Reni Cahyani; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12770

Abstract

The application of learning through the tahfidz qur’an method is a step in instilling  Islamic character values in children’s lives which are applied through the Tahfidz Al-Qur’an program at Tahfidz Pintar Kindergarten in Bandung City through memorization programs and Islamic stories. Various problems that occur in the environment as well as advances in technology today certainly encourage educational institutions to renew learning in maintaining children’s morals. The purpose of this study is to instill Islamic character values in early childhood where children can have good morals through the application of learning through the Tahfidz Al-Qur’an Learning method. The application of learning through the Tahfidz Al’Qur’an method uses descriptive qualitative research with data collection techniques used by researchers in this study, namely observation as the method, interviews, and documentation as support. This research was carried conducted in Group B with the number of research subjects 12 children and teachers at TK Tahfidz Pintar, Bandung City, where data analysis was carried out interactively and took place continuously at each stage of the study so that the learning carried out could shape the character of children better. The results of the study indicate that the application of Tahfidz Al-Qur’an learning can develop the Islamic character of children who are religious, independent, disciplined, and istiqomah.Penerapan pembelajaran melalui metode tahfidz qur’an ini merupakan langkah-langkah dalam menanamkan nilai karakter islami  dalam kehidupan anak-anak yang diterapkan melalui program Tahfidz Al-Qur’andi TK Tahfidz Pintar Kota Bandung melalui program hafalan dan cerita islami. Berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan serta majunya teknologi saat ini tentunya mendorong lembaga pendidikan untuk pembaharuan pembelajaran dalam menjaga akhlak anak. Tujuan penelitian ini untuk menanamkan  nilai karakter islami pada anak usia dini dimana anak dapat memiliki akhlak yang baik melalui penerapan metode pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Penerapan pembelajaraan melalui metode Tahfidz Qur’an ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu observasi sebagai metode pokok, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendukung. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok B dengan jumlah subjek penelitian 12 anak dan guru di TK Tahfidz Pintar Kota Bandung, serta dimana analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahap penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an  dapat membentuk karakter islami anak yang religius, mandiri, disiplin, dan istiqomah. 
MEDIA PEMBELAJARAN BALOK: UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK B Siti Aminah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.15084

Abstract

The purpose of this study was to describe scenarios and implementation, teacher and child responses as well as the obstacles faced during the application of educators' efforts to improve cognitive abilities through geometric shapes using block media in group B children. Qualitative descriptive is a method that researchers use, to process data, researchers conduct data analysis which is carried out continuously since data collection. In a series of data analyses, reducing data, displaying data, and drawing conclusions are the steps carried out by researchers. Observations, interviews, and documentation studies are the data collection tools. The research subjects were 1 teacher, a principal as an informant, and 14 children in group B at TKQ Al Ikhlas Cirejag, Karawang Regency. The results of this study show that the teacher guides and teaches repeatedly until the results of the achievement level of children's cognitive development through geometric shapes develop very well and increase in these activities, of the 14 children studied, 13 experienced very good development (BSB) in four indicators studied, while 1 child showed the results of the achievement of developing according to expectations (BSH). This proves that there is a positive response from teachers and children to these learning activities. The obstacles faced when implementing the learning were the limited number of blocks that made the children fight with each other, while the difficulties that arise from the children are the presence of children who are too active in the class and often disturb their friends to disrupt the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah  untukmendeskripsikan skenario dan implementasi, respon guru dan anak serta kendala-kendala yang dihadapi pada saat penerapan terhadap upaya pendidik dalam meningkatan kemampuan kognitif melalui bentuk geometri dengan menggunakan media balok pada anak kelompok B . Deskriptif kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan, untuk mengolah data peneliti melakukana analisis data yang  dilakukan secara terus menerus sejak pengumpulan data. Dalam rangkaian analisis data mereduksi data, display data dan menarik kesimpulan adalah tahapan yang dilakukan peneliti. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi merupakan alat pengumpulan datanya. Subjek penelitiannya adalah 1 guru, seorang kepala sekolah sebagai informan dan 14 anak kelompok B di TKQ Al Ikhlas Cirejag Kabupaten Karawang.  Hasil dari penelitian ini memperlihatkan guru membimbing dan mengajarkan secara berualang-ulang hingga diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak melalui bentuk geometri tersebut berkembang sangat baik  dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 14 anak yang diteliti, 13 mengalami perkembangan sangat baik (BSB) dalam empat indikator yang diteliti, sedangkan 1 anak menunjukan hasil pencapaian berkembang sesuai harapan (BSH). Hal ini membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan pembelajaran tersebut adalah keterbatasan jumlah balok yang ada sehingga menjadikan anak saling berebut,sedangkan kesulitan yang timbul dari anak adalah terdapatnya anak yang terlalu aktif dalam kelas yang sering mengganggu teman-temannya sehingga menjadikan terganggunya proses pembelajaran.
MEDIA PEMBELAJARAN BALOK: UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK B Siti Aminah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.15084

Abstract

The purpose of this study was to describe scenarios and implementation, teacher and child responses as well as the obstacles faced during the application of educators' efforts to improve cognitive abilities through geometric shapes using block media in group B children. Qualitative descriptive is a method that researchers use, to process data, researchers conduct data analysis which is carried out continuously since data collection. In a series of data analyses, reducing data, displaying data, and drawing conclusions are the steps carried out by researchers. Observations, interviews, and documentation studies are the data collection tools. The research subjects were 1 teacher, a principal as an informant, and 14 children in group B at TKQ Al Ikhlas Cirejag, Karawang Regency. The results of this study show that the teacher guides and teaches repeatedly until the results of the achievement level of children's cognitive development through geometric shapes develop very well and increase in these activities, of the 14 children studied, 13 experienced very good development (BSB) in four indicators studied, while 1 child showed the results of the achievement of developing according to expectations (BSH). This proves that there is a positive response from teachers and children to these learning activities. The obstacles faced when implementing the learning were the limited number of blocks that made the children fight with each other, while the difficulties that arise from the children are the presence of children who are too active in the class and often disturb their friends to disrupt the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah  untukmendeskripsikan skenario dan implementasi, respon guru dan anak serta kendala-kendala yang dihadapi pada saat penerapan terhadap upaya pendidik dalam meningkatan kemampuan kognitif melalui bentuk geometri dengan menggunakan media balok pada anak kelompok B . Deskriptif kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan, untuk mengolah data peneliti melakukana analisis data yang  dilakukan secara terus menerus sejak pengumpulan data. Dalam rangkaian analisis data mereduksi data, display data dan menarik kesimpulan adalah tahapan yang dilakukan peneliti. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi merupakan alat pengumpulan datanya. Subjek penelitiannya adalah 1 guru, seorang kepala sekolah sebagai informan dan 14 anak kelompok B di TKQ Al Ikhlas Cirejag Kabupaten Karawang.  Hasil dari penelitian ini memperlihatkan guru membimbing dan mengajarkan secara berualang-ulang hingga diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak melalui bentuk geometri tersebut berkembang sangat baik  dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 14 anak yang diteliti, 13 mengalami perkembangan sangat baik (BSB) dalam empat indikator yang diteliti, sedangkan 1 anak menunjukan hasil pencapaian berkembang sesuai harapan (BSH). Hal ini membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan pembelajaran tersebut adalah keterbatasan jumlah balok yang ada sehingga menjadikan anak saling berebut,sedangkan kesulitan yang timbul dari anak adalah terdapatnya anak yang terlalu aktif dalam kelas yang sering mengganggu teman-temannya sehingga menjadikan terganggunya proses pembelajaran.