Nelly Indrayani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ARSIP MUSEUM GENTALA ARASY DARI ANALOG KE DIGITAL Nelly Indrayani
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 1 No. 1 (2021): JULI 2021
Publisher : Jambi University, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.258 KB)

Abstract

Arsip menjadi bagian penting dalam penulisan sejarah. Bagaikan dua sisi mata uang membangun penulisan sejarah diperlukan sumber sejarah arsip. Kelangkaan dan kesulitan mendapatkan arsip, diperlukan tranformasi arsip dari bentuk analog atau konvensional kebentuk digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui empat tahapan, yaitu heristik/ pengumpulan sumber-sumber sejarah/ data, kritik sumber, interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Dalam rangka mendapatkan data primer dan sekunder tersebut maka dilakukan studi pustaka (library research) dan studi lapangan (field research). Terutama studi pustaka ke perpustakaan Universitas Jambi, perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, koleksi pribadi peneliti dan berita, jurnal dan artikel. Sedangkan penelitian lapangan lebih mengandalkan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan manajemen kearsipan. Perubahan sistem dari analog ke digital pada arsip dapat meningkatkan kinerja produktivitas, inovasi dan efesiensi. Arsip digital dari bentuk analog ke bentuk digital memberikan kemudahan akses setiap pengunjung Museum yang berasal dari daerah manapun dan dari suku apapun. Misalanya Palembang, Kerinci, Lubuk Linggau, dan Sumatera Barat. Hal ini menjadikan digitalisasi arsip merupakan sebuah wahana interaksi edukasi dan budaya
Seloko Adat Melayu dalam Membangun Masyarakat Jambi yang Berkarakter dan Multikultural Nelly Indrayani; Siti Syuhada
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.266

Abstract

Heterogenitas tidak jarang berpengaruh kepada perbedaan yang berujung konflik. Akan tetapi daerah yang menjadi tujuan perpindahan sering kali memiliki sejumlah aturan atau hukum adat untuk mengatur heterogenitas masyarakatnya. Penduduk yang mendiami daerah Jambi berasal dari berbagai wilayah sehingga didiami suku dan etnik yang beraneka ragam. Seperti Minangkabau, Pelembang, Melayu Riau dan Jawa. Jambi sebagai daerah tujuan perpindahan masyarakat itu, memiliki seloko Adat Melayu yang memiliki pesan makna sosial terhadap masyarakat heterogenitas itu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan adat Seloko di Jambi dan apa nilai-nilai dari adat Seloko. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran perkembangan adat Seloko dan nilai-nilai yang dikandungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yakni mengumpulkan sumber-sumber yang berkaitan Seloko. Kemudian mengungkapkan pesan-pesan nilai seloko adat, dan menginterpretasikan serta mengintegrasikannya dengan kultur masyarakat Jambi yang heterogen. Melalui metode ini menunujukkan bahwa budaya Melayu menjadi pandangan hidup yang tercermin dalam sejumlah aturan yang berlaku di daerah Jambi. Sejumlah aturan, hukum-hukum adat yang berlaku di dalam masyarakat suku bangsa Melayu Jambi hampir semuanya disampaikan melalui seloko adat Melayu. Seloko berupa patatah-petitih dan pandangan hidup yang berisi pesan nilai untuk seluruh warga Jambi yang heterogen. Seloko adat memiliki nilai pesan moral, pertama pesan dalam bidang keagamaan, kedua pesan bidang sosial, dan ketiga pesan bidang pendidikan karakter. Nilai pesan ini memberikan makna dalam masyarakat yang multi etnik, sehingga tertanam pembentukan nilai- nilai karakter Melayu dalam konteks masyarakat heterogen. Kata Kunci: Seloko Adat Melayu Jambi, Nilai Karakter, Multikultural.
Revitalisasi Museum Siginjei Sebagai Wahana Interaksi Budaya Di Tengah Pandemi Covid-19 Nelly Indrayani; Suparmi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v10i1.285

Abstract

Pandemi Covid 19 mengubah tatanan kehidupan normal menjadi new normal. Berbagai aktivitas sektor kehidupan mulai dari pemakaian masker, cuci tangan, peraturan jarak jauh menjadikan Museum siginjei merevitalisasi aktivitasnya dalam pelayanan terhadap masyarakat dari normal menjadi new normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revitalisasi Museum Siginjei sebagai wahana interaksi budaya di tengah pandemi Covid-19. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Sumber yang dipakai berupa sumber primer yang berasal dari buku, jurnal, berita dan wawancara yang berkenaan dengan judul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Siginjei mengalihkan pelayanan konvensionalnya kelayanan dalam bentuk digital seperti pelayanan online lewat facebook, instagram, dan youtube. Museum Siginjei juga melakukan re-inventarisasi dan re-registrasi koleksi yaitu berupa nomor yang rusak karena pengaruh udara dan juga keterangan koleksi yang masih berubah. Berbagai koleksi yang telah di inventarisasi dan dimasukkan dalam data base. Selanjutnya palayanan dilaksanakan melalui virtual, sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai koleksi museum Siginjei sebagai bentuk produk budaya lokal lokal Jambi. Revitalisasi pemanfaatan museum melalui digitalisasi era pandemi ini, menjadi wahana interaksi budaya. Melalui digitalisasi tidak hanya menjangkau pengunjung yang berada di daerah lokal tetapi juga dari berbagai wilayah diluar Provinsi Jambi.