Anita Ulyati Azizah
Universitas Islam Negri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Makar (Tipu Daya) Tuhan Prespektif Semantik Toshiko Izutsu Anita Ulyati Azizah; M Safwan Mabrur
MAGHZA Vol 7 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v7i2.6980

Abstract

Artikel ini membahasa terkait term makar dalam Al-Qur’an dengan analisis kebahsaan yaitu pendekatan semantic Toshihiko Izutsu. Pemahaman terhadap makar pada saat ini hanya menitik beratkan pada konotasi negative dan hanya terjadi di dunia politik karena kekuasaan, namun pada hakikatnya makar sering terjadi karena rasa dengki dan siapa saja dapat melakukan makar. Makar dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat negative, hal ini diperkuat dengan adanya Tuhan sebagai pelaku makar. Maka, peneliti mencoba mengungkap pemahaman terhadap makar yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan melakukan kajian teoritis dan kajian historis terhadap term makar. Dalam penelitian ini, peneliti membuktikan bahwa makar merupakan perbuatan tipu daya muslihat, makar dalam Al-Qur’an tidak hanya berkonotasi negatif, namun juga postif dengan pengecualian Tuhan sebagai pelaku makar untuk membuktikan kekuasaan Nya. Penelitian ini juga membuktikan bahwa pelaku makar tidak hanya dilakukan di dunia politik, namun juga di masyarakat sekitar. Bentuk makar dalam Al-Qur’an di antaranya Al Kinayah, Al Bghyu, Al Kaid, Al Mihal, Al Khida’, Al ‘Itimar, Al Dakhl yang memiliki kemiripan makna, namun karakter yang berbeda, seperti term Al Mihal yang hanya boleh dinisbahkan kepada Allah yang memiliki kekuatan, daya upaya merencanakan tipu daya dengan keahlian unggul. Pembuktian Selanjunya yaitu, makar dalam Al-Qur’an memiliki konteks yang berbeda, di antaranya sebagai adzab, hukuman, pertolongan, perlindungan, pembunuhan, peperangan, penipuan, dan ingkar terhadap ayat-ayat Allah. Maka, konsep pada penelitian ini adalah makar merupakan perbuatan yang harus dihindari karena dapat merusak keharmonisan, namun makar setiap makar yang dilakukan oleh Tuhan akan selalu bersifat baik untuk makhluk Nya.
TEOLOGI DALAM KIDUNG RUMEKSA ING WENGI Anita Ulyati Azizah; Arif Hidayat
Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Mediakita :Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v5i2.157

Abstract

This study aims to explore the meaning of Kidung Rumeksa Ing Wengi which played a role in the spread of Islam in Java. This research was conducted textually with structural analysis, namely the intrinsic and extrinsic analysis of the text. In this study, it is proven that the Song of Rumeksa Ing Wengi created by Sunan Kalijaga aims as a means of preaching Islam by combining Islamic teachings and the traditions of Javanese society at that time so that Javanese people easily accept and understand Islamic teachings. Until now, this song is still often hummed by the Javanese community which is one of the heritages that must be preserved. This research also proves that there are intrinsic and extrinsic elements in the text of Kidung Rumeksa Ing Wengi, intrinsic elements which contain the language used by Sunan Kalijaga to preach, which is very unique, mystical, the style of language is full of figure of speech, which is able to influence the nature of thought and imagination. the readers. While the extrinsic elements are theological values such as how to interpret God, humans, and the relationship between God and humans, besides that there are concepts and values that can be taken such as ethics when praying, ethics with wasilah, and the concept of riyadhoh or selfcontrol.