Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Etnomatematika Dalam Tatanan Bangun Ruang Dan Bangun Datar Pada Bangunan Istana Kuning Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Liya Fatimah; Nuryadi; Nafida Hetty Marhaeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7985

Abstract

Penelitian pada bangunan Istana Kuning ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam bentuk bangun datar dan bangun ruang yang terdapat pada arsitektur Istana Kuning, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Istana Kuning merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Kutaringin yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta menunjukkan adanya perpaduan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Keunikan arsitektur bangunan ini menjadikannya sebagai objek yang potensial untuk dikaji dalam konteks pembelajaran matematika berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data yang diperoleh selama proses penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap elemen arsitektural Istana Kuning, wawancara dengan informan yang memahami sejarah dan makna budaya bangunan, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep geometri dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen arsitektural Istana Kuning mengandung bentuk-bentuk geometris, antara lain segitiga pada bagian atap dan tangga, persegi panjang pada elemen logo Kesultanan Kutaringin, persegi pada jendela dan badan bangunan, lingkaran pada roda kereta kencana kesultanan, trapesium pada atap bagian atas istana, tabung pada tiang penyangga di dalam istana, balok pada badan bangunan Istana Kuning tingkat dua, serta limas pada atap kereta kencana. Setiap bentuk geometris tersebut tidak hanya memiliki nilai matematis, tetapi juga mengandung filosofi budaya yang kuat dan mencerminkan identitas masyarakat setempat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa arsitektur tradisional Istana Kuning dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis etnomatematika. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya pendekatan pembelajaran matematika sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya Istana Kuning Pangkalan Bun.