Korneles Viktor Ohoiwutun
Universitas Kristen Papua

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANAN GEREJA DALAM PEMBENTUKAN MUTU ROHANI PEMUDA DI GKI RUTH LIDIA KLASIS GKI SORONG: THE ROLE OF THE CHURCH IN THE FORMATION OF YOUTH SPIRITUAL QUALITY IN GKI RUTH LIDIA KLASIS GKI SORONG Marida Simarmata; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 1 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i1.111

Abstract

Mutu rohani pemuda sangat menentukan cara hidupnya di tengah-tengah masyarakat dan juga perannya bagi gereja dan masyarakat, untuk itu mutu rohani pemuda sangat penting untuk diperhatikan oleh gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kurang nampaknya mutu rohani pemuda Kristen dan sejauh mana peran pembinaan Gereja terhadap mutu rohani pemuda. Metode yang digunakan oleh Peneliti dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan angka-angka yang dijumlahkan sebagai data yang kemudian dianalisis. Metode penelitian ini dapat menjelaskan fonemena dengan menggunakan data-data numeric, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab mutu rohani pemuda adalah pembinaan yang berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pemuda. Sementara menyangkut sejauh mana peran pembinaan gereja terhadap mutu rohani pemuda, maka hasilnya adalah peran pembinaan gereja sangat berpengaruh besar terhadap mutu rohani pemuda
PERAN PENTING GURU SEKOLAH MINGGU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK REMAJA Korneles Viktor Ohoiwutun; Agustinus Kwatolo; Ribka Saleo
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.153

Abstract

Peran Guru Sekolah Minggu dalam membentuk karakter anak Remaja di Wik 1&2 Jemaat GKI Elim Malanu judul yang diangkat berdasarkan masalah ditempat Gedung sekolah minggu yaitu membentuk karakter terhadap Anak Remaja,dalam kegiatan ibadah anak remaja cukup maksimal seperti yang diharapkan guru sekolah minggu. Dampak positif sehingga guru sekolah minggu mampu berperan untuk mendidik,membina anak-anak remaja dan memberikan teladan yang baik kepada anak-anak Remaja .Dampak Negatif terhadap anak Remaja yang telah berkurangnya kehadiran Anak Remaja di setiap ibadah. menggunakan Metode penelitian Kualitatif populasi 325orang dan sampel 34 orang terdiri dari 5 guru sekolah minggu dan 29 Anak remaja, Dengan Teknik Observasi, Studi Pustaka dan Wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Anak Remaja perlu memahami isi Alkitab, dan anak Remaja mampu memberikan Teladan yang baik terhadap anak-anak remaja yang lain dan perlu meningkatkan keberaniannya. Guru sekolah minggu mampu mengendalikan anak remaja dalam memberikan karakter yang baik agar anak Remaja berguna dalam memberikan contoh yang baik terhadap anak Teman-teman lain
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP WAKTU BELAJAR : THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA USE ON LEARNING TIME Veronika Ety Rumbewas; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/sv96zy90

Abstract

Penggunaan media sosial sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Dari penelitian awal penulis menemukan bahwa di SMP Negeri 9 Kota Sorong terdapat siswa-siswi yang menggunakaan media sosial sehingga berpengaruh terhadap waktu belajar siswa. Oleh karena itulah yang membuat sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Dengan permasalahan yang ada, maka penulis merasa sangat penting untuk melakukan penelitian tersebut di SMP Negeri 9 Kota Sorong, untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap waktu belajar siswa. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif, yang dimana penulis secara langsung turun lapangan mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data berupa pertanyaan tertulis/Angket. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 104 orang. Sedangkan untuk sampel sebanyak 60 orang. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong memiliki akun media sosial, siswa mengakses sosial media lebih dari 6 jam perhari, adapun jenis media sosial yang sering siswa gunakan yaitu Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram siswa sering menggunakaan media sosial sehingga membuat siswa malas belajar waktu yang ada hanya di pakai untuk bermain hp. Faktor yang mempengaruhi waktu belajar siswa yaitu, pengaruh lingkungan tempat tinggal, pergaulan antar teman, dan mengikuti perkembangan zaman.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA YPK 2  MARANATHA KOTA SORONG Srivailda Himu Tade; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/szr1dc25

Abstract

Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendididkan, agar lingkungan belajar menjadi kondusif dan proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan efektif. Namun Berdasarkan hasil observasi yang peneliti dapat di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, ditemukan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah. Seperti terlambat masuk sekolah, bolos, mengeluarkan kata-kata kotor, merokok disekolah, bahkan minum-minuman keras. Fakta inilah yang menjadi landasan penulis untuk dilakukannya penelitian di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, untuk mengetahui penyebab minimnya kedisiplinan siswa dan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan Kedisiplinan siswa. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana secara langsung penulis terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dan informasi sedalam-dalamnya, dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan juga wawancara. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat yaitu yang menyebabkan siswa tidak disiplin diantaranya faktor intenal seperti Rasa malas, cuek/malas tahu terhadap peraturan sekolah. Selanjutnya faktor ekternal seperti latar belakang keluarga anak yatim piatu, kerluarga yang kurang harmonis atau Broken Home, orang tua terlalu sibuk bekerja ataupun kondisi ekonomi keluarga yang lemah. Selain itu, disebabkan juga karena lingkungan sekolah seperti kelemahan penegakan tata tertib sekolah yang terkesan tidak tegas dan tidak konsisten, dan pengaruh dari teman sebaya. Untuk mencegah maupun mengatasi perilaku ketidakdisiplinan siswa, sekolah maupun guru PAK yang sudah berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar atau pendidik, Teladan, Pembimbing dan Konselor, Fasilitator, serta Motivator dengan baik, namun hal ini belum dilakukan oleh seluruh siswa. 
BERSAKSI SEBAGAI GAYA HIDUP UNTUK PERTUMBUHAN IMAN DI FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN PAPUA Yan Jemi Renhoar; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/0nrhd506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Papua menghidupi nilai bersaksi sebagai gaya hidup yang berpengaruh terhadap pertumbuhan iman dan pembentukan karakter rohani. Bersaksi tidak hanya dipahami sebagai penyampaian Injil secara verbal, melainkan sebagai wujud iman yang nyata melalui perilaku, tanggung jawab, dan keteladanan hidup yang mencerminkan karakter Kristus. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap empat puluh mahasiswa dan lima dosen, penelitian ini menemukan bahwa gaya hidup bersaksi menjadi bagian penting dari identitas mahasiswa teologi yang hidup di bawah tuntunan Roh Kudus. Kesaksian yang konsisten menumbuhkan iman, memperkuat kedewasaan rohani, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan zaman modern. Faktor pendukung utama mencakup kurikulum teologi kontekstual, pembinaan rohani di kampus, dan keteladanan dosen, sedangkan hambatan seperti rasa malu, penolakan sosial, serta kesibukan akademik justru menjadi sarana pendewasaan iman. Dengan demikian, gaya hidup bersaksi terbukti menjadi fondasi spiritual yang membentuk mahasiswa teologi menjadi saksi Kristus yang berintegritas dan berdampak bagi gereja serta masyarakat.
PERAN PAK BAGI KELUARGA DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DI RT.003 KILOMETER 9 KELURAHAN KLASABI KOTA SORONG Solavigresya Pesiwarissa; Korneles Viktor Ohoiwutun; Skivo Reiner Watak
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/nv4hze02

Abstract

Sampah yang menimbulkan banjir merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di kota Sorong terlebih khusus di RT.003 Jl. Melatiraya Kelurahan Klasabi. Dari observasi awal penelitian ini, penulis menemukan banyak sampah-sampah botol dan plastik makanan yang berserahkan di jalan bahkan ada juga yang menumpuk di dalam selokan. Hal ini perlu untuk mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama keluarga di lingkungan RT.003 Jl. Melatiraya, karena keluarga merupakan tempat pertama pembentuk sikap menghargai lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran PAK dalam keluarga sebagai agen edukasi dalam mengatasi masalah sampah di RT.003 kelurahan Klasabi dan faktor yang menyebabkan masyarakat masih membuang sampah tidak pada tempatnya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk mendapatkan data maka penulis melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap para responden dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat sudah memahami tentang sampah, jenis, dan cara pengelolaan sampah. Namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya dilakukan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena sebagian masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut masih  membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh faktor rendahnya kesadaran diri, malas, kurang disiplin, serta kebiasaan lama yang terus dilakukan. Sehingga memerlukan edukasi untuk membentuk perilaku peduli lingkungan. Dalam hal ini, keluarga sangat berperan penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama pembentuk rasa tanggung jawab dan kebiasaan untuk hidup bersih.